Jangan Keliru, Ini Perbedaan Disentri dan Diare
Diare adalah kondisi buang air besar dengan tinja cair lebih dari tiga kali sehari, sedangkan disentri ditandai diare yang disertai darah atau lendir akibat infeksi usus.

Daftar Isi:
- Apa Itu Diare dan Disentri?
- Perbedaan Utama Diare dan Disentri
- Penyebab Diare dan Disentri
- Gejala Diare dan Disentri
- Pengobatan Diare dan Disentri
- Kapan Harus ke Dokter?
- Pertanyaan Umum Seputar Diare
- Kesimpulan
Diare dan disentri adalah dua kondisi kesehatan yang seringkali membingungkan karena memiliki gejala serupa.
Keduanya menyebabkan buang air besar (BAB) lebih sering dari biasanya dengan tinja yang lebih cair.
Namun, penting untuk memahami perbedaan di antara keduanya agar penanganan yang diberikan pun tepat.
Apa Itu Diare dan Disentri?
Sebelum mencari tahu perbedaannya, kamu perlu ketahui juga definisi dari diare dan disentri.
Diare
Diare adalah kondisi ketika seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) dengan konsistensi tinja yang lebih cair dari biasanya.
Diare biasanya berlangsung beberapa hari dan dapat sembuh dengan sendirinya.
Namun, diare yang parah atau berlangsung lebih dari beberapa hari bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.
Disentri
Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir dalam tinja.
Disentri biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Kondisi ini lebih serius daripada diare biasa dan memerlukan penanganan medis yang tepat.
Perbedaan Utama Diare dan Disentri
Perbedaan utama antara diare dan disentri terletak pada tinja.
Pada disentri, tinja mengandung darah atau lendir, sementara pada diare biasa, tinja umumnya tidak mengandung darah atau lendir.
Selain itu, disentri seringkali disertai demam dan sakit perut yang lebih parah daripada diare biasa.
Penyebab Diare dan Disentri
Berikut ini penyebab diare dan disentri:
Penyebab Disentri
- Infeksi virus: Rotavirus adalah penyebab utama diare pada anak-anak. Norovirus dan virus lainnya juga dapat menyebabkan diare pada orang dewasa.
- Infeksi bakteri: Bakteri seperti Escherichia coli (E. coli), Salmonella, dan Campylobacter dapat menyebabkan diare, terutama akibat mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.
- Infeksi parasit: Parasit seperti Giardia lamblia dan Cryptosporidium dapat menyebabkan diare, seringkali melalui air yang terkontaminasi.
- Intoleransi makanan: Beberapa orang mengalami diare setelah mengonsumsi makanan tertentu, seperti laktosa (pada produk susu) atau gluten (pada gandum).
- Efek samping obat: Beberapa obat, seperti antibiotik, dapat menyebabkan diare sebagai efek samping.
- Penyakit usus: Penyakit radang usus (IBD) seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa dapat menyebabkan diare kronis.
Penyebab Disentri
- Bakteri: Shigella adalah penyebab paling umum disentri basiler (shigellosis). Bakteri lain seperti Salmonella dan Campylobacter juga dapat menyebabkan disentri.
- Parasit: Entamoeba histolytica adalah penyebab disentri amebik (amebiasis).
Gejala Diare dan Disentri
Kedua penyakit ini menunjukkan gejala yang berbeda, seperti:
Gejala Diare
- Buang air besar lebih sering dari biasanya.
- Tinja yang cair.
- Sakit perut atau kram.
- Mual dan muntah.
- Demam (terkadang).
- Dehidrasi (mulut kering, rasa haus berlebihan, urine berwarna gelap, pusing).
Kamu alami diare hingga mengganggu aktivitas? Simak selengkapnya Ini 7 Pilihan Obat Diare yang Ampuh untuk Orang Dewasa.
Gejala Disentri
Gejala disentri meliputi:
- Diare dengan darah atau lendir dalam tinja.
- Sakit perut yang parah.
- Demam tinggi.
- Mual dan muntah.
- Tenesmus (keinginan kuat untuk buang air besar meskipun usus kosong).
Pengobatan Diare dan Disentri
Obat diare dan disentri tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi.
Beberapa langkah pengobatan umum meliputi:
- Rehidrasi: Menggantikan cairan yang hilang akibat diare sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Minumlah banyak cairan seperti air putih, oralit, atau kaldu.
- Obat-obatan:
- Obat antidiare: Obat seperti loperamide dapat membantu mengurangi frekuensi BAB. Namun, obat ini tidak boleh digunakan pada disentri atau diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
- Antibiotik: Jika diare atau disentri disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik.
- Obat antiparasit: Jika disentri disebabkan oleh infeksi parasit, dokter akan meresepkan obat antiparasit.
- Probiotik: Probiotik dapat membantu memulihkan keseimbangan bakteri baik dalam usus dan mengurangi durasi diare.
- Zinc: Manfaat zinc pada diare (termasuk disentri) cukup penting, terutama pada anak-anak. Zinc membantu memperbaiki dan mempertahankan integritas mukosa usus yang rusak akibat infeksi, sehingga mempercepat pemulihan.
- Diet: Hindari makanan yang dapat memperburuk diare, seperti makanan berlemak, makanan pedas, produk susu, dan minuman berkafein. Konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti nasi, pisang, roti tawar, dan apel.
Kamu perlu tahu, Ini Pengobatan untuk Atasi Disentri.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala berikut:
- Diare yang berlangsung lebih dari dua hari.
- Diare disertai darah atau lendir dalam tinja.
- Demam tinggi (di atas 38°C).
- Sakit perut yang parah.
- Dehidrasi (pusing, urine sangat gelap, sangat haus).
Untuk membantu pemulihan, ketahui Yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi saat Diare.
Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar diare atau disentri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. What Causes Diarrhea?
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Disease and Conditions. Diarrhea.
Medical News Today. Diakses pada 2025. What Is Dysentery?
Healthline. Diakses pada 2025. What Is Dysentery and How Is It Treated?
Pertanyaan Umum Seputar Diare
- Apa yang harus saya makan saat diare?
Konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti nasi putih, pisang, roti tawar, dan bubur. Hindari makanan berlemak, pedas, dan produk susu.
- Kapan saya harus minum oralit?
Oralit sebaiknya diminum setiap kali setelah buang air besar untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
- Apakah diare selalu menular?
Diare yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit dapat menular. Jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penyebaran infeksi


