Disentri

Pengertian Disentri

Disentri adalah infeksi yang terjadi pada usus sehingga menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Gejala disentri lainnya adalah kram perut, mual atau muntah, serta demam.

Gejala Disentri

Disentri basiler atau sigelosis gejalanya biasanya muncul selama 5 - 7 hari, yaitu:

  • Diare disertai darah.
  • Demam.
  • Mual
  • Muntah.
  • Kram perut.

Disentri amoeba atau amoebiasis muncul setelah 10 hari terinfeksi, yaitu:

  • Diare yang disertai darah atau nanah.
  • Sakit perut.
  • Demam dan menggigil.
  • Mual atau muntah.
  • Sakit saat buang air besar.
  • Pendarahan pada rektum.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Penurunan berat badan.

Penyebab Disentri

  • Disentri basiler atau sigelosis yang disebabkan oleh bakteri. Disentri basiler merupakan jenis disentri yang paling umum terjadi. WHO memperkirakan sekitar 120 juta kasus disentri yang parah termasuk jenis ini dan mayoritas pengidapnya adalah balita.
  • Disentri amoeba atau amoebiasis yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) Entamoeba histolytica. Jenis disentri ini biasanya ditemukan di daerah tropis.

Dua jenis disentri ini menular karena lingkungan yang kotor atau mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri.

Faktor Risiko Disentri

 Faktor penyebab  meningkatnya risiko terkena penyakit disentri :

  • Balita. Infeksi ini paling banyak terjadi pada anak-anak berusia di antara 2 hingga 4 tahun.
  • Tinggal di perumahan padat penduduk atau mengikuti aktivitas kelompok. Kontak yang dekat dengan orang lain memudahkan penyebaran bakteri dari seseorang ke orang lain. Wabah shigella lebih umum terjadi di pusat penitipan anak, kolam rendam umum, panti jompo, penjara, dan barak militer.
  • Tinggal atau berpergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk. Orang yang tinggal atau berpergian ke negara-negara berkembang lebih mudah terkena infeksi bakteri atau amoeba penyebab disentri.
  • Lelaki seks dengan lelaki (LSL). Pria yang melakukan hubungan seks dengan pria memiliki risiko yang lebih besar akibat kontak oral-anal secara langsung atau tidak langsung.

Diagnosis Disentri

Untuk mendiagnosis disentri, akan dilakukan pemeriksaan fisik dan sesi pertanyaan mengenai gejala, makanan yang baru  dikonsumsi, dan lingkungan pekerjaan serta tempat tinggal. Setelah itu pemeriskaan sampel feses akan dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis. Tes darah dapat dilakukan apabila gejala parah atau untuk mengeliminasi penyebab lainnya yang mungkin terjadi.

Pengobatan Disentri

Beberapa kasus disentri dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun jika diare berdarah dan berlending terjadi lebih dari beberapa hari maka sebaiknya melakukan perawatan khusus di rumah sakit. Bagi pengidap disentri anak-anak, apabila diare terjadi 6 kali dalam jangka waktu 24 jam maka harus segera dibawa ke dokter.

Pencegahan Disentri

  • Selalu mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun setelah menggunakan toilet.
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan, memasak, serta menyiapkan makanan.
  • Membersihkan toilet dengan disinfektan setelah buang air besar.
  • Memisahkan pakaian pengidap saat dicuci.
  • Jangan menggunakan handuk atau peralatan makan yang sama dengan pengidap.
  • Pengidap sebaiknya tidak keluar rumah selama minimal 48 jam setelah periode disentri berakhir.

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter bila mengalami gejala-gejala disentri parah seperti :

  • Diare disertai darah atau diare yang cukup parah.
  • Sakit saat buang air besar.
  • Muntah berulang-ulang.
  • Demam tinggi.
  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Memunculkan gejala dehidrasi, seperti merasa sangat kehausan, pusing, jantung berdebar.