
DAFTAR ISI
- Apa Itu Disentri?
- Faktor Risiko Disentri
- Penyebab Disentri
- Gejala Disentri
- Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gejala Disentri
- Komplikasi Disentri
- Diagnosis Disentri
- Pengobatan Disentri
- Pencegahan Disentri
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Apa Itu Disentri?
Disentri adalah peradangan dan infeksi pada usus, yang mengakibatkan diare yang mengandung darah atau lendir. Gejala lain yang mungkin termasuk kram perut, mual, muntah, dan demam.
Kondisi ini dapat terjadi sebagai akibat dari infeksi bakteri atau parasit. Infeksi ini biasanya menyebar sebagai akibat dari kebersihan atau sanitasi yang buruk.
Disentri terbagi jadi dua jenis, yaitu:
- Disentri basiler atau shigellosis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella.
- Disentri amuba atau amoebiasis yang disebabkan oleh infeksi Entamoeba histolytica.
Faktor Risiko Disentri
Risiko penyakit ini dapat meningkat karena beberapa faktor, yaitu:
- Kebersihan diri kurang, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar.
- Benda yang terkontaminasi parasit atau bakteri penyebab disentri, yang masuk ke dalam mulut seseorang.
- Makanan dan air yang terkontaminasi kotoran manusia.
- Daerah dengan ketersediaan air bersih yang tidak memadai.
- Lingkungan dengan tempat pembuangan limbah yang tidak tertata dengan saksama.
- Penggunaan pupuk untuk tanaman yang berasal dari kotoran manusia.
Penyebab Disentri
Disentri basiler disebabkan oleh infeksi bakteri shigella (paling umum ditemui). Namun demikian, bakteri Campylobacter, E. coli, dan Salmonella, juga dapat menyebabkan kondisi ini.
Sementara itu, disentri amuba, disebabkan oleh infeksi parasit bersel satu, yaitu Entamoeba histolytica. Umumnya, daerah dengan sanitasi yang buruk merupakan tempat amuba sering ditemui.
Komplikasi pada organ hati, yang berupa abses hati bisa disebabkan karena disentri amuba.
Gejala Disentri
Gejala dapat muncul 1-3 hari setelah terinfeksi. Pada beberapa orang, gejalanya membutuhkan waktu lebih lama untuk muncul.
Namun, ada juga yang tidak mengalami gejala sama sekali.
Setiap jenis memiliki gejala yang sedikit berbeda. Disentri basiler menyebabkan gejala seperti:
- Diare dengan kram perut.
- Demam.
- Mual dan muntah.
- Darah atau lendir pada diare.
Disentri amuba biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa kasus, gejala dapat muncul 2-4 minggu setelah terinfeksi.
Berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai:
- Mual.
- Diare.
- Kram perut.
- Penurunan berat badan.
- Demam.
Apabila salah satu Gejala Disentri Muncul, Segera Hubungi Dokter Ini untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
Hubungi Dokter Ini Jika Mengalami Gejala Disentri
Jika kamu atau anggota keluarga mengalami satu atau beberapa gejala di atas, segera hubungi dokter di Halodoc untuk mendapat penanganan yang tepat.
Berikut ini terdapat beberapa dokter yang sudah memiliki pengalaman dan mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani.
Ini daftarnya:
- dr. Vera Bahar Sp.PD
- dr. Puguh Krisnadi Sandjojo Sp.PD
- dr. Siska Damayanti Sp.PD
- dr. Maya Puspita Sari Sp.PD, AIFO-K
- dr. Agnita Irawaty Sp.PD
Itulah berbagai daftar dokter yang bisa kamu hubungi untuk mendapatkan solusi penanganan disentri yang tepat.
Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline.
Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.
Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!
Komplikasi Disentri
Penyakit ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Terutama pada orang yang memiliki gangguan pada sistem kekebalan.
Beberapa potensi komplikasi disentri meliputi:
- Dehidrasi. Diare dan muntah yang sering dapat menyebabkan dehidrasi. Pada bayi dan anak-anak, ini dapat dengan cepat menjadi mengancam jiwa.
- Abses hati. Pada beberapa kasus, disentri amuba dapat menyebabkan abses atau nanah di hati.
- Postinfectious arthritis (PIA). Ini adalah komplikasi akibat infeksi Shigella. Gejalanya meliputi nyeri sendi, peradangan, dan kekakuan.
- Sindrom uremik hemolitik. Suatu kondisi yang melibatkan peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah kecil di dalam ginjal. Ini adalah komplikasi yang jarang dari infeksi Shigella.
Diagnosis Disentri
Diagnosis dilakukan dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:
- Pemeriksaan sampel feses pengidap, agar penyebab diketahui.
- Pemeriksaan sampel darah dan USG perut, jika didapatkan komplikasi disentri amuba berupa abses hati.
- Pemeriksaan kolonoskopi, untuk mengetahui kondisi usus besar.
Pengobatan Disentri
Pengobatan disentri bertujuan untuk mengatasi infeksi dan mencegah dehidrasi. Berikut adalah beberapa langkah pengobatan yang umum dilakukan
- Antibiotik: Digunakan untuk mengobati disentri yang disebabkan oleh bakteri. Jenis antibiotik yang digunakan akan tergantung pada jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.
- Rehidrasi: Sangat penting untuk menggantikan cairan yang hilang akibat diare dan muntah. Oralit atau larutan rehidrasi oral (LRO) adalah pilihan yang baik. Dalam kasus yang parah, cairan intravena (IV) mungkin diperlukan.
- Obat anti-diare: Dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi diare, tetapi harus digunakan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk dokter.
Penting untuk mengikuti anjuran dokter dan menyelesaikan seluruh dosis antibiotik yang diberikan, bahkan jika gejala sudah membaik.
Pencegahan Disentri
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah disentri, yaitu:
- Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama sebelum makan, memasak, menyiapkan makanan, dan setelah buang air besar, serta mengganti popok bayi.
- Hindari kontak langsung dengan pengidap.
- Hindari penggunaan handuk yang sama dengan pengidap.
- Gunakan air panas untuk mencuci pakaian pengidap.
- Hindari tertelan air ketika berenang di fasilitas umum.
- Selalu bersihkan toilet dengan desinfektan setiap selesai digunakan.
- Hindari memakan buah-buahan yang dikupas oleh orang lain.
- Selalu mengonsumsi air yang telah dimasak hingga mendidih dan air di botol yang masih tertutup rapat.
- Hindari es batu yang dijual sembarangan oleh karena kemungkinan terkontaminasi kuman.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala disentri, terutama jika:
- Diare disertai darah atau lendir.
- Demam tinggi.
- Dehidrasi (gejala seperti mulut kering, jarang buang air kecil, pusing).
- Sakit perut yang parah.
Jangan menunda pengobatan karena disentri dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Segera konsultasikan pada dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Disentri adalah infeksi usus yang serius dan dapat menyebabkan komplikasi jika tidak diobati. Kebersihan diri dan sanitasi lingkungan yang baik adalah kunci utama untuk mencegah penyebaran disentri.
Jika mengalami gejala disentri, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jangan ragu untuk mencari pertolongan medis melalui aplikasi Halodoc untuk konsultasi online dengan dokter terpercaya.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
- ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
- ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
- ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
- ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
- ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Diperbarui pada 15 April 2025.
Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2024 Dysentery.
WebMD. Diakses pada 2024. Dysentery.
Medical News Today. Diakses pada 2024. What Is Dysentery?
Healthline. Diakses pada 2024. What Is Dysentery and How Is It Treated?
FAQ
1. Apakah disentri bisa sembuh sendiri?
Disentri ringan mungkin sembuh sendiri dengan istirahat dan rehidrasi yang cukup. Namun, disentri yang disebabkan oleh bakteri atau parasit memerlukan pengobatan antibiotik atau
2. Apakah disentri menular?
Ya, disentri sangat menular dan dapat menyebar melalui makanan, air, atau kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
3. Bagaimana cara mencegah disentri pada anak-anak?
Ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan secara teratur, terutama setelah bermain di luar dan sebelum makan. Pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak bersih dan aman.
Menampilkan hasil untuk:
Perbedaaan Antara disentri dan diare antara lain: 1. Daerah yang Terinfeksi Perbedaan pertama antara disentri dan diare terletak pada daerah yang terinfeksi. Diare adalah penyakit yang menyerang usus halus, sedangkan disentri mengganggu usus besar. Infeksi ini akan menimbulkan diare atau mengalami buang air besar yang teksturnya berair. Disentri yang menyerang usus besar tidak akan menyebabkan buang air besar yang memiliki banyak air karena usus besar memiliki konstituen cairan yang lebih rendah dibanding dengan usus halus. 2. Gejala yang Dirasakan Perbedaan selanjutnya adalah pada gejala yang dirasakan. Jika pada diare pengidap akan menemukan gejala feses berair dan mungkin akan disertai kram atau bisa juga tidak disertai kram, pada disentri buang air besar akan disertai lendir dan darah. Selain itu gejala disentri biasanya juga diikuti dengan rasa nyeri dan kram pada perut bagian bawah. 3. Komplikasi yang Mungkin Terjadi Infeksi yang disebabkan oleh diare biasanya tidak akan menyebabkan kematian pada sel, namun hanya melepaskan beberapa racun agen yang menginfeksi. Banyak obat penanganan diare yang tidak dapat membasmi racun yang tertinggal, mereka hanya akan membunuh organisme dalam usus. Komplikasi paling berbahaya pada diare adalah dehidrasi. Sementara pada kasus disentri, sel-sel yang pada epitel atas akan diserang dan dihancurkan oleh patogen atau penyebab penyakit. Serangan ini juga bisa menyebabkan ulserasi (luka terbuka yang mungkin sulit untuk sembuh) pada bagian usus besar. Selain itu infeksi yang disebabkan oleh patogen juga dapat menyebabkan komplikasi lainnya. Salah satunya yaitu meningkatnya bakteremia (kondisi di mana terdapat bakteri dalam aliran darah) di tempat berbeda di dalam tubuh.
Secara umum, disentri biasanya membutuhkan waktu sekitar 5-7 hari hingga benar-benar sembuh. Sementara gejalanya biasanya akan mulai muncul sekitar 1 hingga 2 hari setelah terinfeksi bakteri. Pada kasus yang terjadi pada anak, diare yang menjadi salah satu gejala utama penyakit ini akan menjadi sangat serius dan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Disentri paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella (disentri basiler) atau Entamoeba hystolitica (disentri amoeba). Namun bisa juga disebabkan oleh bakteri Echerichia coli, Salmonella, Clostridium difficile, dan Campylobacter jejuni. Faktor risiko utama penyakit ini adalah kebersihan dan sanitasi yang buruk. Selain itu juga bisa akibat makanan yang terkontaminasi bakteri tersebut.









