Jangan Main-Main, Aneurisma Aorta Bisa Sebabkan 10 Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jangan Main-Main, Aneurisma Aorta Bisa Sebabkan 10 Komplikasi Ini

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar mengenai masalah kesehatan aneurisma aorta? Hmm, kamu perlu berhati-hati dengan keluhan yang satu ini. Aneurisma aorta ini merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan pada dinding aorta atau melemahnya dinding aorta. Hal ini bisa diakibatkan oleh melemahnya dinding aorta, sehingga terjadi pelebaran aorta yang mirip seperti benjolan.

Aorta sendiri merupakan pembuluh darah utama dan terbesar pada tubuh manusia. Fungsi pembuluh darah ini mengalirkan darah dengan kandungan oksigen tinggi dari jantung ke seluruh tubuh. Nah, andaikan masalah medis ini dibiarkan berlarut-larut, maka dinding aorta dapat pecah dan bisa mengakibatkan perdarahan dengan risiko kematian.

Baca juga:5 Hal Ini Bisa Sebabkan Darah Menggumpal di Pembuluh Vena

Aneurisma aorta ini sendiri memiliki jenis-jenisnya. Pertama aneurisma aorta abdominal, jenis ini paling umum terjadi. Pada kondisi ini, bagian bawah aorta mengalami pembesaran atau timbul benjolan. Kedua ada aneurisma aorta torakal, pembesaran atau pelemahan yang terjadi pada aorta bagian atas. Selain itu, ada pula aneurisma aorta torako-abdominal. Jenis aneurisma ini terjadi di antara bagian atas dan bawah aorta.

Lalu, seperti apa sih komplikasi yang akan ditimbulkan oleh penyakit itu?

Awasi Gejala-Gejalanya

Sebenarnya masalah kesehatan ini biasanya sulit dideteksi, sebab seringkali berkembang secara lambat dan tanpa gejala. Di samping itu, aneurisma ini tak menimbulkan gejala hingga pecah. Nah, berikut beberapa gejala yang bisa dialami oleh pengidapnya.

  1. Nyeri dada.

  2. Batuk.

  3. Suara serak.

  4. Nyeri perut.

  5. Sulit bernapas.

  6. Nyeri punggung.

  7. Sulit menelan.

  8. Sesak napas.

  9. Ada rasa denyutan di dalam perut.

  10. Nyeri yang hebat dan tidak dapat dijelaskan pada perut atau daerah punggung bagian bawah.

Sementara gejala aneurisma aorta yang pecah bisa berupa:

  • Nyeri dada ataupun nyeri perut yang semakin memberat. Nyeri biasanya bersifat tajam.

  • Muntah, keringat dingin dan pingsan atau tidak sadarkan diri. Kondisi ini merupakan kondisi gawat darurat dan harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga:Alasan Penggumpalan Darah di Pembuluh Vena Bikin Enggak Nyaman

Banyak Faktor Penyebabnya

Sampai saat ini sebenarnya penyebab aneurisma belum diketahui pasti. Tapi, setidaknya ada beberapa faktor pemicunya, seperti:

  1. Cedera.

  2. Kelainan genetik.

  3. Pengerasan arteri (aterosklerosis).

  4. Infeksi pada aorta atau bagian tubuh lain yang tak terobati.

  5. Kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau.

  6. Mengidap sindrom marfan.

  7. Berkulit putih.

  8. Mengidap hipertensi.

  9. Memiliki anggota keluarga yang mengidap aneurisma aorta .

  10. Berusia di atas 65 tahun.

Ada Sederet Komplikasinya

Robeknya atau pecahnya dinding aorta merupakan komplikasi utama dari penyakit ini. Nah, berikut beberapa gejala pecahnya dinding aorta:

  1. Nyeri parah yang muncul mendadak pada perut, dada, ataupun punggung.

  2. Pusing .

  3. Munculnya tanda-tanda stroke, seperti tubuh lemas, lumpuh sebagian, ataupun sulit berbicara.

  4. Sulit menelan.

  5. Tekanan darah tinggi.

  6. Rasa nyeri menjalar ke punggung atau ke tungkai kaki.

  7. Kehilangan kesadaran.

  8. Mual dan muntah.

  9. Napas menjadi pendek.

  10. Mengeluarkan keringat secara berlebihan.

Baca juga:Ini Bahaya Pembekuan Darah bagi Kesehatan

Selain hal-hal diatas karena pecahnya aorta, aneurisma aorta juga bisa menyebabkan penggumpalan darah. Gumpalan-gumpalan kecil darah yang terbentuk pada bagian yang terdampak dapat mengakibatkan komplikasi serius di bagian tubuh lainnya.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!