03 October 2018

Jangan Panik, Begini Tindakan Pertama Batuk Berdarah

Jangan Panik, Begini Tindakan Pertama Batuk Berdarah

Halodoc, Jakarta - Batuk berdarah adalah suatu kondisi keluarnya darah ketika terbatuk, atau dalam dunia medis disebut dengan hemoptisis. Hal ini bisa terjadi karena berbagai hal, seperti gaya hidup yang tidak sehat, adanya gangguan kesehatan yang berhubungan dengan bagian paru-paru, misalnya infeksi paru, TBC, kanker paru-paru, edema, hingga bronkitis.

Warna darah yang dikeluarkan pun beragam, seperti merah muda, merah terang, hingga merah kental dengan disertai munculnya busa atau bahkan disertai dengan lendir. Darah ini umumnya berasal dari bagian paru-paru yang mengalami infeksi atau batuk terus-menerus. Jika darah yang keluar berwarna lebih pekat dengan noda hitam yang menyerupai bubuk kopi, bisa jadi terjadi gangguan pada bagian saluran pencernaan.

Apabila kamu menemui seseorang di sekeliling kamu, atau bahkan diri kamu sendiri mengalami batuk berdarah, jangan panik. Coba lakukan tindakan berikut ini.

  • Posisi Setengah Duduk

Pertama, bantu pengidap berada pada posisi setengah duduk, bukan berbaring atau duduk dalam posisi tegak. Ini akan membantu pengidap bernapas lebih baik. Jika ternyata pengidap merasa ingin batuk kembali, hindari menarik napas panjang, karena akan memicu keluarnya darah kembali.

  • Mengompres dengan Es

Batuk terkadang disertai dengan rasa panas yang muncul di bagian dada. Jika demikian, kamu bisa menyiapkan kompres dengan menggunakan es batu dan meletakkan di bagian dada pengidap. Cara ini diharapkan bisa membantu menurunkan rasa panas di dada sekaligus membantu mengurangi terjadinya perdarahan ketika pengidap batuk kembali.

  • Berikan Air Putih Hangat

Kurangnya asupan cairan pada tubuh akan membuat batuk menjadi lebih parah. Kondisi ini bisa jadi memprihatinkan jika pengidap mengalami batuk berdarah. Kamu bisa memberikan air putih hangat untuk mengurangi rasa sakit di tenggorokan sekaligus mengencerkan lendir. Pastikan pula pengidap mendapatkan asupan cairan kurang lebih 8-10 gelas setiap hari. Namun, jika pengidap ternyata memiliki riwayat penyakit jantung, ginjal, atau hati, sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter sebelum menambah jumlah cairan.

  • Antisipasi Kemungkinan Syok

Apabila kamu menemui seseorang yang tiba-tiba batuk berdarah setelah mengalami kondisi tertentu, pastikan terlebih dahulu apakah kamu menemukan adanya tanda-tanda syok. Jika memang ada, segera berikan pertolongan terhadap syok tersebut untuk mengurangi terjadinya dampak negatif lanjutan.

  • Berikan Larutan Garam

Terakhir, coba buatkan larutan garam atau saline lalu usapkan atau teteskan pada hidung dan tenggorokan. Cara ini disinyalir mampu membantu mengurangi dan menghentikan perdarahan yang terjadi. Setelah itu, sebaiknya kamu bawa pengidap ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Itu tadi lima pertolongan pertama yang bisa kamu berikan pada seseorang yang tiba-tiba mengalami batuk berdarah. Jika kamu ingin mengetahui cara lain yang mungkin bisa membantu mengatasi batuk berdarah, kamu bisa langsung bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc yang sekarang sudah tersedia dan bisa kamu download di App Store atau Google Play.

Selain bertanya langsung pada dokter, melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa membeli obat atau vitamin tanpa perlu keluar rumah dengan adanya layanan Apotek Antar. Lalu, jika kamu ingin melakukan cek lab tetapi tidak sempat berkunjung ke laboratorium, pilih saja layanan Cek Lab dan petugas akan datang ke tempat yang kamu tentukan.

 

Baca juga: