• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Panik, Ini Tindakan Mudah Mengatasi Anak Mimisan

Jangan Panik, Ini Tindakan Mudah Mengatasi Anak Mimisan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah anak ibu sering mengalami mimisan? Memang masalah ini kerap terjadi, tetapi ibu tidak perlu panik. Mimisan dapat berhenti dengan sendirinya tanpa perlu mendapatkan penanganan medis. Dengan mengetahui tindakan yang mudah untuk mengatasi mimisan pada anak, diharapkan darah yang keluar dapat langsung dihentikan. Untuk mengetahui lebih lengkapnya, baca ulasan berikut ini!


Cara Paling Ampuh untuk Mengatasi Mimisan pada Anak


Mimisan adalah gangguan yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Masalah ini dapat terjadi saat anak memasukkan jarinya terlalu agresif atau kasar, sehingga mengeluarkan darah. Anak-anak juga lebih berisiko mengeluarkan darah dari hidung saat mengalami pilek. Hal ini disebabkan karena selaput lendir yang membengkak dan menjadi lunak, sehingga pembuluh darah menjadi lebih mudah pecah.


Baca juga: Mengapa Mimisan Dapat Terjadi Saat Tubuh Kelelahan?


Mimisan pada anak biasanya berasal dari pembuluh darah kecil pada septum, yaitu dinding di antara lubang hidung yang berada di bagian paling depan pada bagian penciuman. Walaupun mungkin terlihat seperti banyak darah, tetapi hampir semua mimisan akan berhenti sendiri dalam waktu lima menit yang biasanya tidak perlu mendapat penanganan medis khusus. Namun, jika tidak kunjung berhenti, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan.


Sebelum mengetahui cara yang paling ampuh untuk mengatasi mimisan pada anak, ibu juga harus tahu penyebab terjadinya keluar darah dari hidung. 


Mimisan umumnya sama sekali tidak menandakan penyakit serius, meskipun perdarahan dapat terjadi karena cedera. Anak-anak dapat menyebabkan pendarahan hidung mereka sendiri. Misalnya, balita sering melukai membran hidung dengan memaksa benda ke dalam lubang hidungnya. Anak-anak sangat rentan terhadap mimisan selama pilek dan di bulan-bulan musim dingin ketika selaput lendir menjadi kering, retak, dan berkerak atau ketika kondisi kronis, seperti rinitis alergi yang merusak membran. 


Baca juga: Mimisan Bisa jadi Tanda 5 Penyakit Ini


Anak dengan penyakit kronis yang menyebabkan batuk yang kuat, seperti cystic fibrosis, juga berisiko tinggi untuk mengalami mimisan. Selain itu, orangtua dari anak-anak dengan kelainan pembekuan darah, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand, diharapkan lebih waspada dengan kebiasaan seperti mengorek hidung atau ngupil.


Lalu, langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi mimisan pada anak? Berikut ini beberapa caranya:


  • Tetap tenang, mimisan memiliki kemungkinan yang kecil untuk menyebabkan sesuatu yang serius dan ibu harus berusaha agar membuat Si Kecil tidak panik. Sebab, anak akan menangkap isyarat emosional dari ibu.
  • Biarkan anak duduk atau berdiri dan sedikit condongkan tubuh ke depan agar darah yang keluar melambat. Jangan biarkan dia berbaring atau bersandar karena ini akan memungkinkan darah mengalir ke tenggorokannya dan mungkin membuatnya batuk atau muntah.
  • Jepit bagian bawah dari batang hidung dan mintalah anak untuk bernapas melalui mulutnya saat hal ini dilakukan. Pastikan juga untuk tidak memasukkan benda atau bahan lain ke dalam hidung untuk menghentikan perdarahan. Selain dijepit, alternatif lainnya adalah menggunakan kompres dingin dan tahan selama 10 menit.
  • Gunakan uap air panas. Jika penyebab mimisan pada anak adalah udara dingin, ibu dapat melakukan penguapan pada hidungnya. Caranya dengan menyediakan air panas pada wadah yang agak besar. Lalu dekatkan kepala anak pada wadah tersebut dan biarkan ia menghirup uapnya beberapa menit. Setelah itu seharusnya alur napas anak menjadi lebih baik dan mimisan dapat berhenti.
  • Minta anak untuk tidak bersin secara berlebihan selama 24 jam ketika perdarahan sudah mulai berhenti. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya iritasi pada hidung. 


Itulah beberapa cara yang efektif untuk mengatasi mimisan pada anak. Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin dini juga perdarahan untuk berhenti. Jangan biarkan terlalu banyak darah keluar karena mungkin saja menimbulkan bahaya pada anak. Kehilangan darah dari dalam tubuh juga dapat membuat anak tidak sadarkan diri. Jika pendarahan masih belum berhenti juga setelah 10 menit, cobalah untuk mengulangi tekanannya.


Baca juga: Ini Beragam Penyebab Seseorang Bisa Alami Mimisan


Lalu,. apabila pendarahan masih terus terjadi setelah percobaan kedua, sebaiknya segera hubungi dokter anak melalui aplikasi Halodoc untuk diperiksa dan mendapat penanganan lebih lanjut. Mungkin saja penyebab masalah ini sesuatu yang berbahaya, sehingga penanganan dari sumber masalahnya dapat menghentikan perdarahan yang terjadi. Jangan ragu untuk download aplikasi Halodoc untuk mendapatkan kemudahan dalam akses kesehatan!


Referensi:
Healthy Children. Diakses pada 2021. How to Stop a Nosebleed.
Parents. Diakses pada 2021. How to Stop a Nosebleed.
Healthline. Diakses pada 2021. Nosebleeds in Children: Causes, Treatment, and Prevention.