Mengapa Mimisan Dapat Terjadi Saat Tubuh Kelelahan?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mengapa Mimisan Dapat Terjadi Saat Tubuh Kelelahan?

Halodoc, Jakarta - Semua orang pasti pernah mengalami mimisan, setidaknya sekali atau beberapa kali seumur hidup. Mimisan ditandai keluarnya darah, entah itu sedikit atau banyak melalui hidung. Darah ini mengucur keluar karena pembuluh darah yang ada di dalam hidung pecah.

Normalnya, darah ini keluar pada salah satu lubang hidung saja. Mimisan karena iritasi, pilek, atau kelelahan bisa terjadi. Tanda-tanda bahaya dari mimisan yang perlu diwaspadai adalah epistaksis unilateral yang disertai nyeri pada wajah, sakit kepala, dan nyeri telinga. Pada banyak kasus, mimisan ditangani dengan menekan hidung. Namun mimisan ini memerlukan penanganan lebih lanjut agar tidak semakin parah.

Mimisan karena kelelahan bisa terjadi pada anak-anak. Hal ini terjadi karena kondisi pembuluh darah yang relatif lemah. Ketika anak melakukan aktivitas berlebihan sehingga mengalami kelelahan, maka pembuluh darah yang lemah ini mudah tegang lalu akhirnya pecah. Akibatnya mimisan terjadi, dan kamu wajib berhati-hati jika anak memiliki kondisi ini.

Selain karena kelelahan, berikut ini adalah faktor lain yang menyebabkan mimisan:

  • Udara Kering. Mimisan karena udara kering bukan hal yang tidak mungkin. Kondisi ini lebih sering terjadi pada iklim dingin ketika banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan ketika suhu serta kelembapan naik turun secara drastis. Perubahan suhu dari lingkungan luar yang dingin ke dalam rumah yang hangat dan kering akan membuat hidung rentan terhadap perdarahan akibat lapisan hidung yang berubah menjadi kering hingga retak dan berdarah.

  • Cedera Hidung. Mimisan karena cedera terjadi karena benturan yang membuat pembuluh darah di lubang hidung rusak hingga akhirnya berdarah. Penyebab mimisan yang satu ini bisa terjadi pada anak saat menggaruk dan mengorek hidung mereka. Namun, pada orang dewasa kebiasaan menggaruk hidung yang gatal bisa membuat hidung terluka sehingga tanpa disadari hidung akan berdarah.

  • Perubahan Hormon Saat Hamil. Saat seorang wanita hamil, maka kadar hormon meningkat sehingga aliran darah estrogen dan progesteron pada semua selaput lendir di dalam tubuh termasuk pada hidung. Selaput ini akan membengkak dan melebar hingga menekan pembuluh darah di dalamnya. Hasilnya pembuluh darah pecah dan membuat hidung berdarah.

Baca Juga:  Alasan Anak-Anak Sering Mimisan

Cara Menghentikan Mimisan

Hal pertama yang dapat dilakukan untuk menghentikan mimisan adalah menundukkan kepala. Ini ditujukan agar darah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan, karena kondisi ini cukup berbahaya.

Setelah itu, coba untuk duduk dan bungkukkan badan ke depan agar darah tidak mengalir ke tenggorokan dan mencegah terjadinya muntah darah. Kemudian, cobalah untuk menekan batang hidung (tepat di bawah tulang hidung) dengan ibu jari dan telunjuk selama 10 sampai 30 menit sampai pendarahan berhenti.

Untuk membantu mengurangi pendarahan, kompres leher atau hidung dengan es. Larutan saline dan pelembab udara yang disemprotkan ke dalam hidung juga mengurangi kekeringan pada hidung.

Baca Juga:  5 Tips Mengatasi Mimisan di Rumah

Sebagai pertolongan pertama, kamu bisa berbicara pada dokter di Halodoc jika terjadi mimisan. Ibu bisa menggunakan fitur Talk to a Doctor yang ada di Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!