• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Posisi Bayi Sungsang? Jangan Panik, Ini Penjelasan Lengkapnya

Posisi Bayi Sungsang? Jangan Panik, Ini Penjelasan Lengkapnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Posisi Bayi Sungsang? Jangan Panik, Ini Penjelasan Lengkapnya

“Kelahiran atau posisi melahirkan sungsang sebenarnya bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa Si kecil dapat mengalami komplikasi atau cedera akibat hal tersebut saat lahir. Maka dari itu, umumnya dokter akan merekomendasikan ibu untuk melakukan senam khusus di rumah agar dapat mengubah posisi janin sungsang ke posisi normal.”


Halodoc, Jakarta - Percaya enggak kalau janin di dalam rahim tak ubahnya seperti balita yang tak mau diam? Di dalam kandungan ibu, Si Kecil pun terus bergerak selama berada di dalam rahim. Untuk pergerakan yang normal, pergerakan itu akan membawa bayi pada posisi kepala dibawah ketika waktu melahirkan sudah dekat. Namun dalam beberapa kasus, ada kalanya posisi yang terjadi justru sebaliknya alias sungsang. Umumnya pada usia kehamilan 36 minggu biasanya kepala bayi sudah berada di bawah. Namun, sebagian kasus lainnya posisi tersebut tidak berubah, sungsang hingga proses persalinan. Nah, bagi ibu yang baru kali pertama mengandung, tak ada salahnya untuk mengetahui lebih dalam mengenai posisi bayi sungsang. Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Benarkah Posisi Janin Sungsang Bisa Diperbaiki?

Ada Jenis-jenisnya

Menurut data dari American Pregnancy Association, kelahiran sungsang terjadi pada sekitar 1 dari 25 kelahiran. Hal yang perlu diketahui, posisi bayi sungsang terdiri dari beberapa jenis. Nah, berikut jenis posisi sungsang yang dialami oleh Si Kecil.

1. Frank Breech

Posisi ini digambarkan dengan posisi bokong janin berada di bagian bawah. Sementara itu, tungkainya berada di atas hampir menyentuh telinga. Jenis posisi sungsang ini merupakan posisi yang paling umum terjadi pada bayi yang melakukan persalinan.

2. Footling Breech

Dalam posisi ini, satu atau kedua kaki bayi mengarah ke bawah atau di dekat jalan lahir. Posisi sungsang ini juga disebut dengan sungsang tidak sempurna.

3. Complete Breech

Jenis yang satu ini dikenal dengan sungsang sempurna. Posisi bokong janin berada di atas mulut rahim, sedangkan kedua kakinya terlipat sempurna.

 

Dari Kehamilan Kembar sampai Cacat Bawaan

Faktor penyebab bayi sungsang memang belum diketahui secara jelas pada sebagian besar kasus. Namun, kelahiran sungsang ini enggak hanya disebabkan oleh pergerakan bayi saja, lo. Menurut American Pregnancy Association, ada juga penyebab lainnya seperti kehamilan kembar, kelahiran prematur, cairan ketuban terlalu banyak atau sedikit, atau pula kehamilan yang kesekian kali yang membuat rahim ibu sangat elastis.


Selain itu, tumor panggul, tumor rahim, letak plasenta, atau janin kecil yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, juga bisa menjadi faktor penyebab kelahiran sungsang. Ada juga faktor cacat bawaan pada bayi yang mengakibatkan kondisi ini. Misalnya, seperti tidak sempurnanya bentuk tulang tengkorak bayi dan kepala janin besar terisi cairan.


Baca juga: 3 Hal yang Bisa Ibu Lakukan Bila Bayi Sungsang


Awas, Memicu Berbagai Komplikasi

Kelahiran atau posisi melahirkan sungsang sebenarnya bukanlah kondisi yang berbahaya. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya komplikasi atau cedera yang dapat dialami Si Kecil. Pada persalinan normal risikonya bagian badan bayi tidak membuka rongga dan mulut rahim cukup besar. Alhasil, kepala bayi bisa tertahan di bagian panggul ibu.

Tak cuma itu saja, menurut jurnal dalam National Institutes of Health, bayi dengan posisi sungsang yang dilahirkan lewat persalinan normal, lebih mungkin mengalami asfiksia lahir. Kondisi ini merupakan kondisi ketika bayi tidak mendapatkan oksigen yang cukup selama proses persalinan. Hati-hati, asfiksia lahir ini bisa berakibat fatal bagi bayi.

Sedangkan dampak kelahiran sungsang pada persalinan caesar lain lagi cerita. Proses persalinan caesar juga memiliki berbagai risiko. Contohnya infeksi, pendarahan, ataupun cedera pada organ dalam. Tak hanya itu, tindakan caesar bisa juga memengaruhi kehamilan ibu selanjutnya. Seperti gangguan penahan plasenta pada dinding uterus atau robekan dinding rahim.

Oleh sebab itu, cobalah untuk mendiskusikan dengan tim dokter mengenai persalinan sungsang yang akan dipilih. Ibu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur chat/video call secara langsung. Apabila dokter menganjurkan pemeriksaan lebih lanjut, Ibu juga dapat membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi tunggu apa lagi? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang! 


Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?

Dilansir dari Encyclopedia of Children’s Health, dokter kandungan umumnya dapat mengetahui posisi janin dengan meraba dinding perut ibu. Petunjuk lain untuk posisi bayi sungsang adalah lokasi di mana detak jantung bayi terdengar paling baik. Apabila detak jantung terdengar di bawah pusar Ibu, kemungkinan besar posisi bayi normal. Namun, bila detak jantung paling mudah terdengar di atas pusar, kemungkinan bayi berapa pada posisi sungsang. Selain cara tersebut, perlu diketahui bahwa cara paling akurat untuk menentukan posisi sungsang adalah menggunakan USG. 


Baca juga: Yang Perlu Ibu Tahu Tentang Kelahiran Sungsang


Posisi Janin Masih Bisa Diubah?

Jangan panik setengah mati dulu ketika mengetahui posisi janin sungsang. Biasanya dokter akan merekomendasikan ibu untuk melakukan senam khusus di rumah. Tujuannya jelas, untuk mengubah posisi janin sungsang ke posisi normal. Hal yang perlu digaris bawahi, jangan sekali-kali mencoba senam atau olahraga yang tidak dianjurkan oleh dokter.

Selain senam, ada pula metode lainnya yang bisa membantu untuk mengembalikan janin ke posisi normal. Namanya adalah Externalcephalic versin (ECV). Namun, prosedur ini cuma boleh dilakukan pada ibu dengan usia kehamilan 37 minggu ke atas.

Dalam prosedur ini, dokter akan menggunakan kedua tangannya pada perut ibu untuk mengubah posisi janin. Andaikan EVC ini berhasil, maka persalinan normal pun bisa menjadi pilihan utama.

Sayangnya, metode EVC ini tidak seratus persen berhasil. Tak cuma itu, EVC juga memiliki beberapa risiko. Mulai dari pecah ketuban dini, memicu kelahiran, hingga kondisi gawat janin, sehingga membutuhkan persalinan caesar.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Pregnancy. Diakses pada 2021. Breech Birth.

American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Breech Births.

Healthline. Diakses pada 2021. Breech Baby.

US National Library of Medicine - National Institutes of Health. Diakses pada 2021. Maternal and neonatal outcomes of vaginal breech delivery for singleton term pregnancies in a carefully selected Cameroonian population: a cohort study.

Encyclopedia of Children’s Health. Diakses pada 2021. Breech birth