20 March 2018

Jangan Salah Paham dengan Ekstrovert, Ini Faktanya

Jangan Salah Paham dengan Ekstrovert, Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Berbeda dengan introvert, katanya, orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung lebih membuka diri dengan dunia luar. Itu mengapa ekstrovert identik dengan sifat ekspresif, ceria, dan banyak omong. Tapi, apakah anggapan tersebut benar? Agar tidak salah, kamu harus cari tahu tentang fakta ekstrovert di bawah ini, yuk!

Asal Mula Konsep Ekstrovert dan Introvert

Pengelompokan ekstrovert dan introvert pertama kali dicetuskan oleh Carl Jung pada tahun 1920 dalam bukunya yang berjudul Psychologixche Typen. Konsep ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Hans Eysenck, seorang psikolog Jerman pada tahun 1980.

Keduanya sama-sama menjelaskan tentang perbedaan sifat antara ekstrovert dan introvert. Secara umum, ekstrovert diidentikan dengan sifat yang terbuka, senang bergaul, dan memiliki kepedulian yang tinggi dengan lingkungan sekitar. Sedangkan introvert diidentikan dengan sifat pendiam dan suka merenung. Namun, Carl Jung menambahkan bahwa sebenarnya jarang ada manusia yang sepenuhnya ekstrovert dan introvert. Karena menurutnya, setiap manusia berada di antara dua tipe kepribadian. Hanya yang paling dominan yang akan terlihat dalam sifat sehari-hari.

Mitos tentang Ekstrovert

Apakah benar jika ekstrovert itu ekspresif, pencari perhatian, dan narsis? Agar kamu tidak salah, yuk simak penjelasan tentang fakta ekstrovert berikut ini:

1. Ekstrovert juga Bisa Sedih

Sikapnya yang ceria dan ekspresif membuat orang lain berpikir bahwa ekstrovert enggak pernah sedih. Padahal sama seperti yang lain, mereka juga bisa sedih dan kurang percaya diri, terutama jika mereka enggak punya interaksi yang cukup dengan orang di sekitarnya. Lantas, kenapa mereka enggak pernah kelihatan sedih? Ini karena mereka cenderung jago dalam menyembunyikan kesedihannya di depan banyak orang.

2. Mereka juga Peduli

Ekstrovert memang senang bicara, tapi bukan berarti mereka enggak mau mendengar dan cuek terhadap lingkungannya. Karena sama seperti introvert, mereka juga punya sifat peduli. Hanya saja, cara mereka menunjukkan kepeduliannya berbeda. Jika introvert bisa menunjukkan sifat peduli dengan diam dan mendengarkan, ekstrovert cenderung menunjukkan sifat peduli dengan menghibur lawan bicaranya yang bersedih. Meskipun ada yang menganggap sikap tersebut mengganggu atau terkesan “enggak peka”, hal ini mereka lakukan untuk membuat lawan bicaranya bahagia dan melupakan masalahnya.

3. Mereka Tetap Butuh Waktu Sendiri

Sesuka apapun ekstrovert dengan keramaian, bukan berarti mereka enggak butuh waktu sendiri. Sama halnya dengan introvert, mereka juga butuh waktu sendiri untuk mengisi ulang semangat, motivasi, dan memperbaiki suasana hati mereka. Jika introvert butuh tempat sunyi untuk mengisi waktu sendiri, maka, ekstrovert kebalikannya. Meskipun mereka butuh waktu sendiri, mereka cenderung melakukannya di tempat ramai, seperti kafe dan mal.

Apapun tipe kepribadiannya, kamu enggak perlu “minder”. Karena pada akhirnya, semua orang akan saling beradaptasi untuk bisa terhubung dan berkomunikasi. Kamu  hanya perlu memahami diri sendiri sehingga kamu enggak perlu memaksa diri untuk jadi orang lain. Terima lah diri sendiri apa adanya, karena dengan ini, kamu bisa hidup dengan damai dan bahagia.

Selain memahami diri, kamu juga perlu memahami kondisi kesehatan kamu, lho. Karena kalau kamu punya keluhan kesehatan, kamu perlu segera bicara dengan dokter agar cepat pulih. Agar tidak repot ke luar rumah, kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, Voice Call, atau Video Call. Jadi, ayo download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play. (Baca juga : Inilah Kepribadian Menurut Golongan Darah)