Jangan Sampai Luka, Ini Cara Mencukur Bulu Kemaluan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Sampai Luka, Ini Cara Mencukur Bulu Kemaluan

Halodoc, Jakarta - Seiring bertambahnya usia dan datangnya masa pubertas, ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh. Salah satunya adalah bertumbuhnya bulu kemaluan menjadi lebih panjang dan lebat. Ini terjadi bukan tanpa alasan, melainkan karena meningkatkan kadar hormon androgen pada tubuh seiring dengan datangnya masa pubertas. 

Pada sebagian orang, terutama wanita, menebal dan memanjangnya bulu kemaluan ini menjadi sesuatu hal yang mengganggu. Pastinya kenyamanan dan penampilan, sehingga kerap kali bulu kemaluan pada akhirnya dicukur agar lebih rapi dan nyaman. Namun, mencukur bulu kemaluan juga ada caranya meski aman dilakukan sendiri. Jangan percaya pada mitos yang mengatakan mencukur bulu kemaluan akan membuat bulu bertumbuh lebih panjang, karena hal tersebut tidak benar adanya.

Baca juga: Benarkah Mencukur Bulu Kemaluan Dapat Timbulkan Kutil Kelamin?

Cara Mencukur Bulu Kemaluan yang Aman

Mencukur bulu kemaluan paling tepat adalah menggunakan alat cukur yang sama untuk mencukur bulu ketiak dan kumis pada pria. Namun, jika dilakukan dengan cara yang salah, mencukur bulu kemaluan membuat kamu rentan mengalami iritasi, infeksi, bisul, dan tumbuhnya bulu ke dalam. Jadi, sebaiknya kamu harus tahu dulu, bagaimana cara mencukur bulu kemaluan yang aman. 

  • Memilih Alat Cukur yang Tepat

Selain alat cukur manual, ada pula alat cukur elektrik yang pengorasiannya menggunakan daya bantu listrik. Di antara keduanya, kamu disarankan untuk menggunakan alat cukur manual. Bukan karena harganya lebih murah, melainkan karena desain alatnya yang mampu menjangkau area intim, sehingga hasilnya lebih maksimal. Kamu juga bisa mengontrol cepat atau lambat goresannya, sehingga mencegah terjadinya iritasi dan infeksi. 

Namun, kalau kamu memilih alat cukur elektrik, pilihlah model alat cukur yang sesuai dengan bentuk tubuh kamu. Namun, hasilnya belum tentu maksimal seperti kalau kamu pakai pisau cukur manual. Sebaiknya, pakai pisau cukur sekali pakai saja, supaya ketajamannya lebih terjaga dan menghindari infeksi bakteri. Jangan sampai memakai pisau cukur bekas pakai, ya!

Baca juga: Jangan Malu, Ini Manfaat Mencukur Rambut Kemaluan

  • Basuh dengan Air 

Sebelum mulai mencukur, kamu bisa membasuh area kemaluan dengan air hangat terlebih dahulu. Bahkan, lebih baik lagi kalau kamu berendam atau mandi dengan pancuran air hangat, karena melembapkan area intim sehingga bulu kemaluan akan lebih mudah dicukur. Jangan mencukur langsung, karena ini bisa memicu infeksi. 

  • Pakai Krim Khusus Cukur

Supaya lebih mudah, kamu juga bisa pakai krim yang dibuat khusus untuk mencukur bulu kemaluan. Oleskan secara merata dan biarkan selama lima menit hingga krim meresap sebelum mulai mencukur. Krim ini membantu mencegah pisau cukur mengenai kulit yang memudahkan terjadinya iritasi. Pilih krim yang tidak mengandung alkohol, karena kandungan ini bisa menyebabkan kulit teriritasi. 

  • Gunting Dahulu

Nah, cara mencukur bulu kemaluan yang disarankan adalah mengguntingnya terlebih dahulu supaya mencukurnya jadi lebih mudah. Setelahnya, pakai pisau cukur dengan cara menggerakkan satu arah dari atas ke bawah, jangan mencukur secara berlawanan arah. Lakukan perlahan, supaya kulit tidak tergores dan luka. Kalau kamu mengalami iritasi kulit, jangan gunakan sembarang obat. Sebaiknya tanyakan dulu pada dokter supaya lebih aman dan terhindar dari iritasi. Pakai saja fitur Tanya Dokter dari aplikasi Halodoc

Baca juga: Ketahui Cara Tepat Atasi Rambut Kemaluan yang Tumbuh ke Dalam

  • Keringkan Setelah Mencukur

Hindari penggunaan krim apa pun pada area kemaluan setelah selesai mencukur. Pori-pori kulit sedang terluka, dan menggunakan krim hanya akan membuat iritasi lebih mudah terjadi. Pastikan juga area kemaluan tetap kering, ya! Begitulah cara mencukur bulu kemaluan yang tepat, semoga bermanfaat!

Referensi: 
American Academy of Dermatology. Diakses pada 2019. Hair Removal: How to Wax.
WebMD Teens. Diakses pada 2019. Shaving Tips for Teen Girls.
KidsHealth. Diakses pada 2019. Is It Safe to Shave Pubic Hair?