09 December 2018

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis

Halodoc, Jakarta -  Darinya banyaknya penyakit yang bisa menyerang hidung, rhinitis dan sinusitis seringkali membuat orang-orang kewalahan. Keduanya kerap membuat hidung tersumbat hingga menurunkan sensitivitas indra penciuman. Namun yang perlu diketahui, kedua penyakit ini berbeda, lho.

Rhinitis merupakan peradangan atau iritasi yang terjadi di membran mukosa. Penyakit ini dibagi menjadi dua, yaitu rhinitis alergi dan nonalergi. Rhinitis alergi disebabkan oleh alergi. Misalnya, debu, kelupasan kulit hewan, dan serbuk sari. Sedangkan nonalergi disebabkan oleh alergi, tapi kondisi, seperti infeksi virus dan bakteri.

Sementara sinusitis disebabkan oleh infeksi virus maupun alergi yang menyebabkan terjadinya pembengkakan dinding dalam hidung. Tepatnya dinding tulang pipi dan dahi yang fungsinya mengatur suhu dan kelembapan udara sebelum masuk ke paru. Rongga ini juga biasa dikenal dengan rongga sinus.

Lantas, seperti apa sih perbedaan rhinitis dan sinusitis?

Perbedaan Rhinitis dan Sinusitis, Ada Hubungan Sebab-Akibat

Rhinitis dan sinusitis merupakan dua penyakit yang berbeda, tapi saling berhubungan. Kata dokter spesialis anak, rhinitis yang menyerang radang mukosa hidung selama ini lebih dikenal dengan istilah pilek. Sedangkan sinusitis radang, ada sedikitnya satu rongga sinus karena lendir atau ingus.

Lalu, bagaimana perbedaan rhinitis dan sinusitis? Kata ahli, sebelum terjadi sinusitis, seseorang umumnya akan mengalami rhinitis terlebih dahulu. Sebab, daerah mukosa hidung dan rongga sinus saling berhubungan. Nah, bila rhinitis tak ditangani dengan baik, pada akhirnya bisa menjadi sinusitis. Kok bisa?

Tersumbatnya saluran pernapasan pada pengidap rhinitis sering kali menyebabkan terjadinya infeksi. Nah, sinusitis sendiri sering kali disebabkan oleh adanya infeksi di jalur pernapasan.

Singkat kata, perbedaan rhinitis dan sinusitis ini bisa dilihat dari lokasi peradangan yang terjadi dalam rongga hidung.

Lihat dari Gejala-gejalanya

Meski gejala-gejala kedua penyakit ini hampir mirip, tapi perbedaan rhinitis dan sinusitis juga bisa kok ditelisik dari gejalanya. Nah, berikut gejala dari penyakit rhinitis dan sinusitis:

Sinusitis

  • Batuk.

  • Hidung mampet.

  • Indra penciuman memburuk.

  • Lendir hidung (ingus) berwarna hijau atau kuning.

  • Wajah terasa nyeri atau tertekan.

  • Timbulnya rasa nyeri, sensitif, ataupun bengkak di sekitar mata, pipi, dan hidung atau kening.

  • Adanya cairan kental, diskolorasi dari hidung, ataupun cairan mengalir dari belakang tenggorokan.

  • Berkurangnya indra penciuman dan pengecap (pada orang dewasa) atau batuk (pada anak-anak).

  • Penyumbatan di hidung hingga membuat kesulitan bernapas.

Selain keempat gejala umum di atas, sinusitis kronis juga bisa menimbulkan gejala lain, seperti nyeri di telinga, rahang atas dan gigi, batuk yang memburuk di malam hari, serta radang tenggorokan. Dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan mual dan bau mulut.

Rhinitis

  • Berkurangnya sensitivitas indra penciuman.

  • Bersin-bersin.

  • Rasa enggak nyaman atau iritasi ringan di dalam area sekitar hidung.

  • Hidung tersumbat atau berair.

Kata ahli, untuk rhinitis alergi gejala ini akan muncul sesaat setelah terpapar oleh alergen. Contohnya, serbuk sari bunga, bulu hewan, ataupun debu. Kata ahli, bila cukup parah gejalanya bisa berlangsung sepanjang hari, bahkan mengganggu tidur dan kegiatan sehari-hari. Untungnya, kebanyakan pengidap rhinitis cuma mengalami gejala ringan yang mudah diobati secara efektif.

Punya masalah kesehatan yang berkaitan dengan hidung? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: