17 December 2017

Jangan Sepelekan Penyakit Paru-Paru Basah! Ini Ciri & Tips Mencegahnya

Jangan Sepelekan Penyakit Paru-Paru Basah! Ini Ciri & Tips Mencegahnya

Halodoc, Jakarta – Apa kamu pernah mendengar penyakit paru-paru basah? Dalam dunia medis, istilah yang tepat untuk paru-paru basah adalah pneumonia. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru. Pada kondisi tersebut, kantung pada paru-paru (alveoli) akan dipenuhi oleh cairan atau nanah. Inilah mengapa dahulu kala para dokter menyebutnya “paru-paru basah”. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh serangan virus, jamur, atau bakteri terhadap sistem pernapasan.

Tingkat kekhawatiran penyakit paru-paru basah umumnya tergantung pada penyebab atau jenis organisme yang menyebabkan infeksi, usia pengidap, dan kondisi kesehatan umum. Ada pneunomia yang tidak berdampak negatif, namun ada juga yang berisiko sampai merenggut nyawa. Untuk mewaspadainya, ketahui ciri utama penyakit di bawah ini:

  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk
  • Batuk kering atau disertai dahak dan mengi
  • Napas cepat dan kesulitan bernapas seperti asma
  • Demam, menggigil, dan sering berkeringat
  • Nyeri otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Jantung berdebar

Ciri utama penyakit paru-paru basah tersebut dapat berkembang dengan cepat hingga melemahkan daya tahan tubuh seseorang. Oleh karenanya, penting untuk segera mengecek kebenarannya ke dokter jika kamu mengalami beberapa hal di atas.

Jenis Penyakit Paru-Paru Basah Berdasarkan 3 Faktor Pemicu
Selain mengetahui ciri-cirinya, penyakit paru-paru basah juga ternyata memiliki 3 jenis yang dibedakan atas dasar faktor pemicu yang meliputi:

1.  Pneumonia Bakteri
Dalam kebanyakan kasus, penyakit paru-paru basah karena bakteri dapat menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Bisa muncul begitu saja atau didahului oleh penyakit flu yang serius. Penyebab paling umum pneumonia bakteri adalah Streptococcus Pneumoniae. Bisa juga disebabkan oleh Chlamydophila Pneumonia atau Legionella Pneumophila. Pneumonia jenis ini biasanya tidak serius dan berlangsung dalam waktu singkat

2.  Pneunomia Virus
Pneumonia jenis ini biasanya tidak serius dan berlangsung dalam waktu singkat. Namun, virus flu dapat menyebabkan radang paru-paru menjadi parah atau fatal. Ini sangat berbahaya bagi wanita hamil atau orang dengan masalah pada jantung atau paru-paru.

3.  Pneunomia Mycoplasma
Mycoplasma bukan virus ataupun bakteri, tetapi organisme ini memiliki ciri-ciri umum keduanya. Mycoplasma umumnya menyebabkan kasus-kasus paru-paru basah yang ringan, paling sering pada anak-anak usia sekolah dan orang dewasa muda.

Cegah Pneunomia, Lakukan Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru Ini
Belum terlambat untuk mencegah penyakit paru paru basah! Lakukan cara menjaga kesehatan paru-paru dari hal yang paling sederhana, yakni jauhkan rokok dan tidak mengonsumsi alkohol. Selain itu, kamu bisa memaksimalkan cara menjaga kesehatan paru-paru tersebut dengan tips berikut:

  • Usahakan untuk tidak berlama-lama di ruangan ber-AC. Jika tak bisa dihindari, paling tidak atur suhu dan arah anginnya agar tidak langsung ke tubuhmu.
  • Buanglah tisu atau alat pembersih lain yang memungkinkan kuman-kuman dapat tumbuh serta menyerang pernapasan manusia.
  • Menutup mulut dan hidung dengan sapu tangan ketika bersin.

 
Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar penyakit paru-paru lainnya, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa berdiskusi dengan ribuan dokter ahli yang terpercaya melalui Voice/Video Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa membeli suplemen dan vitamin yang kamu butuhkan di Halodoc. Pesanan kamu akan diantar langsung ke tujuan dalam waktu satu jam! Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

BACA JUGA: Lebih Bahaya Mana, Menghisap Vape atau Rokok Tembakau