02 November 2018

Jarang Disadari Ini 6 Faktor Utama Penyebab HIV dan AIDS

Jarang Disadari Ini 6 Faktor Utama Penyebab HIV dan AIDS

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pengidap HIV di dunia? Pada 2016 lalu, tercatat setidaknya 36,7 juta jiwa hidup dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Para ahli memperkirakan jumlahnya terus meningkat sampai sekarang.

HIV sendiri merupakan virus yang merusak sistem imun dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4 (jenis sel darah putih). Nah, semakin banyak sel CD4 hancur, maka kekebalan tubuh akan semakin lemah. Alhasil, seseorang akan lebih rentan berbagai penyakit.

Namun yang perlu digarisbawahi, HIV berbeda dengan AIDS. HIV merupakan virusnya. Sedangkan infeksi HIV yang tak segera ditangani akan berkembang menjadi kondisi serius, sebutannya Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Pendek kata AIDS merupakan stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pasalnya, di tahap ini kemampuan tubuh untuk melawan berbagai infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Nah, virus HIV ini sendiri bisa ditularkan lewat berbagai media. Mulai dari darah, sperma, cairan preseminal (cairan yang keluar sebelum ejakulasi), cairan vagina dan rektum, dan air susu ibu.

Selama ini, hubungan intim selalu dituduh sebagai penyebab HIV yang sering terjadi. Kenyataannya, infeksi HIV memang bisa terjadi melalui hubungan intim Miss V maupun dubur. Tak hanya itu, dalam kasus kecil HIV juga bisa menular melalui oral seks, bila terdapat luka terbuka di mulut pengidapnya.

Namun selain hubungan seks, ada beberapa hal lainnya yang bisa menularkan virus ini. Nah, berikut beberapa penyebab HIV lainnya yang perlu diketahui.

1. Berbagi Jarum Suntik

Penggunaan jarum suntik secara bergantian dengan pengidap HIV, merupakan salah satu cara untuk menularkan virus ini. Contohnya, menggunakan jarum suntik saat menggunakan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA). Enggak cuma itu, orang yang menyuntikan obat, steroid, atau hormon juga dapat terinfeksi HIV bila menggunakan jarum suntik secara bergantian. Kok bisa? Kata ahli, hal ini disebabkan ada darah yang masih menempel pada jarum suntik dari pengguna sebelumnya yang terinfeksi HIV.

2. Transfusi Darah

Ingat, darah merupakan media penularan virus HIV. Oleh sebab itu, virus ini bisa menular ketika seseorang menerima donor dari pengidap HIV.

3. Ibu ke Bayi

Penyebab HIV juga bisa disebabkan pada saat kehamilan, persalinan, hingga melalui ASI. Oleh sebab itu, para wanita amat disarankan untuk menjalani tes HIV, baik sebelum maupun saat hamil.

4. Bekerja di Rumah Sakit

Petugas kesehatan juga memiliki risiko terinfeksi HIV. Sebab, mereka amat sering berurusan dengan darah pasien atau berbagai jarum suntik yang bisa menjadi media penularan. Namun, risikonya amat kecil karena bisa dipastikan mereka menggunakan alat pelindung diri, seperti sarung tangan, dan lain-lain.

5. Alat Tato

Aktivitas ini bisa membahayakan kesehatan bila tak hati-hati melakukannya. Sebaiknya pilihlah dengan cermat tempat tato yang berkualitas. Tak cuma itu, pastikanlah pegiat tato untuk menggunakan alat tato yang steril. Sebab, alat tato yang digunakan secara bergantian bisa saja menjadi media penyebaran virus HIV.

6. Transplantasi Organ Tubuh

Meski tujuannya untuk menyelamatkan nyawa seseorang, transplantasi organ tubuh amat riskan dengan penularan virus HIV. Sebab, penerima donor yang mendapatkan organ dari pendonor yang sudah terinfeksi virus HIV, bisa terinfeksi virus tersebut melalui pertukaran cairan di organ tersebut.

Kamu juga bisa lho mendiskusikan masalah di atas melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: