23 August 2018

Jarang Olahraga, Risiko Kram Meningkat?

risiko kram

Halodoc, Jakarta – Olahraga adalah salah satu kegiatan menyehatkan yang perlu kamu lakukan secara rutin. Karena bukan hanya dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh saja. Ketika kamu banyak bergerak saat berolahraga, fleksibilitas tubuh juga akan meningkat. Walaupun saat berolahraga, kamu pun berisiko mengalami cedera. Namun, jarang berolahraga justru bisa membuat kamu lebih mudah mengalami cedera, salah satunya kram otot. Kok bisa? Simak penjelasannya di sini, ya.

Menurut Dr. Melissa Conrad dari Medicine Net, kram bisa terjadi karena otot melakukan gerakan tidak sadar secara tiba-tiba hingga membuat bagian otot tersebut menegang. Bila pada kondisi normal, otot bisa dikendalikan secara sadar mengikuti gerakan yang diinginkan. Sedangkan pada kasus kram, otot berkontraksi di luar kendali hingga akhirnya menegang dan menjadi kram.

Gangguan pada otot ini bisa berlangsung selama beberapa detik hingga 15 menit, tetapi bukan tidak mungkin juga kram bisa berlangsung lebih lama dari jangka waktu tersebut. Semakin sering kamu mengalami kram, semakin besar potensinya kamu dapat mengalami kram dalam waktu yang lama.

Baca juga: Serangan Kram Saat Olahraga Bisa Diatasi dengan Ini

Sebenarnya ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mudah mengalami kram. Salah satunya adalah faktor usia. Seiring bertambahnya usia, biasanya seseorang akan lebih mudah mengalami kram otot saat berolahraga. Selain usia, kekurangan vitamin B kompleks dan beberapa mineral dalam tubuh juga dapat menyebabkan kram. Nah, tapi risiko mengalami kram juga bisa meningkat sebagai dampak dari kurangnya berolahraga.

Baca juga: Ini yang Terjadi saat Tubuh kurang Olahraga

Tubuh manusia pada dasarnya didesain untuk selalu bergerak. Tidak bergerak seharian saja akan menyebabkan bagian-bagian tubuh tertentu tegang. Inilah yang memicu berbagai keluhan ringan seperti pegal-pegal, nyeri, dan kesemutan. Apalagi bila kamu jarang melatih otot-otot tubuh dengan berolahraga, maka elastisitas atau kelenturan otot lama kelamaan akan berkurang. Itulah yang menyebabkan kamu mudah mengalami kram atau otot kaku.

Selain itu, aktivitas fisik atau berolahraga juga dapat meningkatkan detak jantung yang membuat peredaran darah yang membawa oksigen dan nutrisi dapat mengalir dengan lancar. Organ-organ di dalam tubuh pun dapat berfungsi secara optimal. Sebaliknya, jarang berolahraga dapat membuat peredaran darah tidak lancar, yang merupakan penyebab mudahnya kamu mengalami kram saat berolahraga.

Bila kamu mengalami kram saat sedang berolahraga, segera hentikan aktivitas olahraga kamu. Diamlah sejenak sampai kram tersebut menghilang. Cobalah berdiri tegak atau berjalan pelan bila kram terjadi di kaki. Namun, bila bagian tubuh yang kram adalah betis, luruskanlah kaki sambil duduk dan pijat dengan lembut. Berendam dalam air hangat juga bisa membantu merilekskan otot-otot tubuhmu yang tegang.

Dampak Lainnya dari Jarang Olahraga

Bukan hanya masalah kram saja, jarang berolahraga juga bisa membuat kamu gampang sakit. Hal ini karena tubuh yang kurang bergerak dapat menghambat distribusi cairan limpa. Tidak seperti darah yang memiliki jantung sebagai pemompanya, limpa sangat bergantung pada gerakan otot agar bisa didistribusikan dengan baik ke berbagai jaringan tubuh. Padahal cairan limpa yang dihasilkan oleh suatu kelenjar tanpa saluran ini merupakan bagian dari sistem imun atau kekebalan tubuh. Itulah mengapa kurang berolahraga dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh kamu menurun, sehingga kamu jadi gampang sakit.

Jadi, jangan malas berolahraga ya, karena olahraga dapat memberi banyak manfaat bagi tubuhmu dan menghindarkan kamu dari berbagai macam masalah kesehatan. Kalau kamu cedera atau sering mengalami kram, kamu bisa membeli berbagai macam produk kesehatan yang kamu butuhkan di Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order lewat fitur Apotik Antar, dan pesanan kamu akan dikirim ke lokasi tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.