Jari-Jari Menghitam, Hati-Hati Gejala Gangrene

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jari-Jari Menghitam, Hati-Hati Gejala Gangrene

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar penyakit gangrene? Gangrene terjadi ketika bagian dari jaringan tubuh mengalami kerusakan, bahkan mati. Kondisi ini disebabkan karena jaringan tidak mendapatkan cukup darah dari sistem sirkulasi yang berlangsung di tubuh.

Gangrene biasanya terjadi pada bagian tubuh yang letaknya jauh dari jantung, seperti jari tangan atau kaki. Namun, gangguan kesehatan ini dapat memengaruhi bagian tubuh lainnya, bahkan kinerja organ di dalam tubuh.

Jika tidak segera ditangani, gangrene bisa membuat kamu mengalami syok, amputasi, bahkan kematian. Mengenali gejala gangrene dan mengetahui penanganannya sedini mungkin bisa menghindari terjadinya komplikasi.

Tipe Gangrene

Ada dua jenis utama gangrene yang perlu diketahui dan berpengaruh pada tingkat keparahannya, yaitu:

  • Gangrene kering

Lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat pembuluh darah, diabetes, penyakit autoimun dan terjadi pada tangan dan kaki. Penyakit ini berkembang ketika aliran darah ke daerah yang terinfeksi mengalami gangguan, terjadi karena sirkulasi darah yang buruk.

Pada jenis gangrene ini, jaringan yang terinfeksi akan mengering dan mengakibatkan perubahan warna pada kulit menjadi biru keunguan hingga kehitaman. Tidak seperti gangrene jenis lainnya, gangrene kering cenderung tidak menimbulkan peradangan. Namun, jika terjadi infeksi, gangrene kering bisa memburuk menjadi gangrene basah.

  • Gangrene basah

Gangrene jenis ini hampir selalu disertai dengan infeksi. Luka bakar atau luka karena trauma yang mengakibatkan tekanan pada bagian tubuh tertentu adalah penyebab matinya jaringan yang berisiko menjadi infeksi. Jaringan akan membengkak dan melepuh serta mengeluarkan nanah.

Infeksi akibat gangrene basah bisa menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh, membuat gangguan kesehatan ini menjadi penyakit serius dan berpotensi mengancam jiwa tidak segera mendapatkan penanganan.

Gejala Gangrene

Oleh karena terbagi menjadi dua jenis, gejala yang bisa kamu perhatikan pun berbeda. Berikut adalah gejala gangrene kering yang umum terjadi:

  • Kulit kering dan keriput, serta mengalami perubahan warna dari biru menjadi hitam dan akhirnya mengalami pengelupasan.

  • Kulit terasa dingin dan mati rasa.

  • Biasanya disertai dengan rasa nyeri, tetapi bisa juga tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali.

Sementara itu, gejala gangrene basah yang umum terjadi adalah sebagai berikut:

  • Terjadi pembengkakan pada area yang terinfeksi.

  • Muncul rasa nyeri pada tempat yang terinfeksi.

  • Terjadi perubahan warna kulit dari merah menjadi cokelat dan hitam.

  • Area yang terinfeksi akan melepuh dan mengeluarkan nanah yang berbau tidak sedap.

  • Tubuh demam.

  • Jika area yang terinfeksi ditekan, akan terdengar suara seperti berderak.

Pengobatan dan Pencegahan Gangrene

Gangrene bisa diatasi dengan penggunaan antibiotik, pembedahan vaskuler, metode hyperbaric oxygen chamber, debridement jaringan, dan amputasi jika jaringan yang terinfeksi sudah tidak bisa disembuhkan.

Supaya dampak yang ditimbulkan gangrene tidak memburuk, penyakit ini harus ditangani sedini mungkin untuk meminimalkan terjadinya kerusakan jaringan. Pengidap diabetes atau penyakit pembuluh darah harus memeriksakan kondisi tangan dan kaki secara teratur untuk deteksi dini gejala gangrene.

Kamu bisa mengamati apakah ada pembengkakan, perubahan pada warna kulit, dan terjadinya luka yang tidak membaik dalam jangka waktu yang lama. Tanyakan semua hal yang tidak kamu pahami langsung pada dokter, tentu saja dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Yuk, download segera aplikasi Halodoc di ponsel kamu!

Baca juga: