• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jelang Menstruasi, Benarkah Jerawat Sering Muncul di Dagu?

Jelang Menstruasi, Benarkah Jerawat Sering Muncul di Dagu?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Jerawat di dagu biasanya merupakan hasil dari fluktuasi hormon yang dapat terjadi selama masa pubertas atau siklus menstruasi. Sebenarnya jerawat pada dagu tidak berbeda dengan jerawat di bagian wajah, leher, dada, dan punggung lainnya.

Minyak terjebak pada kulit mati berikut bakteri pada pori-pori kulit. Kondisi ini memicu pembentukan jerawat. Androgen adalah hormon yang bertanggung jawab untuk merangsang kemunculan sebum. Sebum adalah minyak yang bertanggung jawab untuk menyumbat pori-pori dan membuat jerawat. 

Bisa Datang Kapan Saja

Oleh karena hormon dapat berfluktuasi sepanjang waktu, jerawat di dagu dapat datang dan pergi kapan saja. Jerawat di dagu merupakan gangguan ringan, tetapi biasanya tidak berbahaya. Namun kalau menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical and Aesthetic, jerawat dapat menjadi salah satu bentuk gejala depresi atau kecemasan.

Baca juga: Mengapa Jerawat Muncul Saat Datang Bulan?

Kalau kamu merasa kemunculan jerawatmu disebabkan karena stres, bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk kamu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Kamu bisa banget melakukan perawatan di rumah untuk membantu meredakan peradangan dan pembengkakan jerawat. Kamu bisa menggunakan produk yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida untuk mempercepat pengeringan jerawat.

Untuk mengobati jerawat di dagu, kamu dapat melakukan beberapa langkah pengobatan seperti ini:

  1. Bersihkan area yang terdapat jerawat dengan sabun yang mengandung asam salisilat.

  2. Oleskan kompres es ke area jerawat selama sekitar 5 menit, untuk membantu mengurangi kemerahan.

  3. Oleskan krim atau salep dengan benzoil peroksida.

  4. Hindari memegang jerawat yang sedang bengkak atau mencoba memecahkannya.

  5. Jika jerawat di dagu tidak hilang atau parah, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter kulit.

Sebenarnya, kamu tidak bisa langsung menghilangkan jerawat selamanya. Seperti yang sudah disinggung di atas, masa-masa pubertas dan siklus menstruasi membuat fluktuasi hormon terkadang tidak terkendali. 

Baca juga: Cewek Wajib Tahu, Berikut 5 Pantangan Saat Menstruasi

Inilah yang menyebabkan kemunculan jerawat bisa saja terjadi. Selain menjaga kebersihan dan membatasi kontak tangan dengan wajah, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah jerawat muncul, seperti uraian berikut ini:

  1. Cuci dagu dan seluruh area wajah dengan sabun lembut dua kali setiap hari atau secukupnya.

  2. Hindari mengonsumsi makanan berminyak dan makanan dengan gula berlebih.

  3. Hindari stres ataupun pikiran-pikiran berlebihan yang bisa memicu fluktuasi hormon.

  4. Hindari menyentuh wajah dengan tangan dan jari secara berlebihan.

  5. Gunakan tabir surya bebas minyak secara teratur.

  6. Menjaga seprai, tempat tidur, dan ruangan tempat kamu biasa beraktivitas dengan semestinya.

  7. Hindari produk kulit yang mengandung minyak yang dapat menyumbat pori-pori.

  8. Jauhkan rambut dari dagu dan area wajah, terkadang kotoran di rambut bila tersentuh dengan wajah bisa menyebabkan jerawat.

Terkadang perilaku ataupun gaya hidup juga bisa menyebabkan pertumbuhan jerawat yang tidak semestinya. Untuk menghindari hal tersebut kamu harus menghindari beberapa kebiasaan seperti tidur dengan makeup, membiarkan kulit mengering, berganti perawatan begitu sering, dan menggunakan pembersih wajah ataupun scrub berbahan keras.

Hormon biasanya bertanggung jawab untuk merangsang produksi minyak tambahan pada dagu. Kamu dapat mencegah perkembangan jerawat dengan mempraktikkan kebersihan kulit dan perawatan diri yang baik.

Jika jerawat terbentuk, perawatan biasanya dimulai dengan krim dan salep topikal. Namun dalam kasus yang parah, kamu mungkin memerlukan perawatan yang lebih intens dari dokter kulit.

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2019. What to do about chin pimples.
Healthline. Diakses pada 2019. The Ultimate Guide to Period-Related Breakouts.