Jenis-Jenis Degenerasi Makula yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Jenis-Jenis Degenerasi Makula yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit degenerasi yang bisa menyerang lansia, degenerasi manula merupakan salah satu kondisi yang mesti diwaspadai. Dalam dunia medis, degenerasi makula juga biasanya disebut age-related macular degeneration (AMD/ARMD). Kondisi ini merupakan menurunnya kualitas penglihatan pusat, yakni kemampuan seseorang untuk memandang lurus ke depan. 

Makula sendiri merupakan bagian dari mata, berupa area kecil di lapisan bagian dalam retina mata. Nah, area inilah yang memegang peranan  penting untuk bisa melihat dengan baik di kala terang maupun gelap. Ketika seseorang mengidap degenerasi makula, penglihatan sisi (peripheral vision) tak memiliki jumlah sel yang sama dengan makula, sehingga menghasilkan penglihatan yang tak fokus atau tajam.

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

Ada Kering dan Basah

Sampai sampai saat penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui secara pasti. Nah, degenerasi ini sendiri terbagi menjadi dua, yaitu degenerasi makula basah dan kering, dengan penyebab yang berbeda. Ketimbang AMD basah, AMD kering merupakan jenis yang paling ditemui. Kemungkinan AMD ini baru terdeteksi ketika pengidapnya melakukan pemeriksaan mata. 

AMD Kering

Degenerasi makula jenis ini diawali dengan munculnya penumpukan zat sisa di bawah retina. Penumpukan zat yang disebut drusen ini, bila semakin banyak akan, maka akan berpengaruh pada penglihatan. Yang perlu diperhatikan, pada tahap lanjut, AMD kering ini bisa menyebabkan menipisnya sel yang berada di lapisan bagian luar retina. 

AMD Basah

AMD basah bisa disebabkan karena menurunkan kondisi bagian luar retina (retinal pigment epithelium/RPE). Selain itu, AMD kering juga bisa disebabkan karena tumbuhnya pembuluh darah baru yang rapuh dari pembuluh darah kecil yang ada di belakang lapisan makula. 

Pembuluh darah ini mudah bocor, sehingga bisa mengeluarkan darah yang menyebabkan jaringan parut di makula. Yang perlu digaribawahi, AMD basah bisa mengganggu penglihatan pusat dalam waktu yang lebih cepat ktimbang AMD kering. Kira-kira dalam kurun waktu minggu hingga bulan. Dalam beberapa kasus, bahkan bisa dalam hitungan jam bila terjadi perdarahan. 

Selain dua penyebab di atas, ada pula beberapa faktor risiko yang bisa memicu degenerasi makula. Misalnya: 

  • Genetik, orang yang memiliki degenerasi makula memiliki kemungkinan untuk menurunkan penyakit ini kepada turunan berikutnya.

  • Riwayat Penyakit Darah Tinggi, terutama pada pengidap darah tinggi lama dapat memengaruhi kondisi endotel pada pembuluh darah, terutama pembuluh darah mata.

  • Diet, pola konsumsi sehari-hari dapat berpengaruh pada tingkat oksidan dan antioksidan yang berpengaruh pada regenerasi jaringan retina mata.

  • Merokok menghasilkan oksidan yang mempengaruhi penuaan jaringan retina mata.

Baca juga: 7 Penyakit Tak Biasa Pada Mata

Kenali Gejala-Gejalanya

Dalam kebanyakan kasus, degenerasi makula terjadi pada seseorang yang berusia lebih dari 60 tahun. Bagaimana dengan gejalanya? Gejala pertama yang muncul adalah hilangnya kualitas penglihatan secara tiba-tiba atau perlahan. 

AMD kering memiliki gejala, seperti: 

  • Memburuknya penglihatan pusat, meski telah menggunakan kacamata.

  • Penglihatan yang sama atau tidak jelas.

  • Warna terlihat kurang cerah.

  • Sulit beradaptasi dengan cahaya redup.

AMD Basah memiliki gejala seperti:

  • Mengalami distorsi visual garis, garis lurus jadi terlihat bergelombang.

  • Adanya titik buta pada penglihatan.

  • Halusinasi visual pada pengidap AMD yang parah, ketika pengidapnya melihat gambar yang berbeda, mulai dari gambar yang sederhana hingga yang rumit. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?