12 February 2019

Screening Retina Harus Rutin Dilakukan, Ini Alasannya

screening retina

Halodoc, Jakarta - Screening dilakukan untuk mengetahui sedini mungkin masalah-masalah yang dialami oleh tubuh, termasuk screening retina. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi dan melihat kemungkinan adanya kerusakan pada retina atau masalah yang berkaitan dengan menurunnya fungsi retina. Lalu, mengapa screening retina harus rutin dilakukan?

Baca juga: Sering Diabaikan, 6 Penyebab Retina Mata Rusak

Mengapa Screening Retina Harus Rutin Dilakukan?

Screening retina harus dilakukan secara rutin, setidaknya satu tahun sekali. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjaga indra penglihatan secara keseluruhan. Pemeriksaan dilakukan pada keseluruhan retina untuk mendeteksi apakah ada masalah pada organ tersebut atau tidak.

Retina merupakan lapisan tipis yang terletak di belakang mata. Retina mengandung jutaan sel yang sensitif terhadap cahaya, sel-sel saraf inilah yang menerima dan mengatur informasi visual ke otak melalui saraf optik. Alasan kamu harus rutin melakukan screening retina yaitu mendeteksi kondisi mata yang berpotensi mengancam penglihatan, seperti:

  • Ablasio retina, yaitu kondisi darurat pada mata ketika lepasnya retina dari penopangnya.

  • Glaukoma, yaitu kondisi yang ditandai dengan kerusakan saraf, serta dikaitkan dengan peningkatan tekanan bola mata dan gangguan penglihatan.

  • Degenerasi makula, yaitu kondisi mata kronis yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan pusat, karena adanya kerusakan pada makula di bagian tengah retina.

  • Diabetic retinopathy, yaitu salah satu bentuk komplikasi diabetes melitus. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah pada retina mata, terutama pada jaringan-jaringan yang sensitif terhadap cahaya.

Banyak penyakit mata yang tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Nah, jika kamu melakukan screening retina secara rutin, kondisi-kondisi yang dapat membahayakan penglihatan kamu dapat diatasi sedini mungkin. Karena kondisi tanpa gejala yang ditimbulkan bisa membuat seseorang terlambat untuk mencari pertolongan.

Baca juga: 12 Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

Kapan Harus Melakukan Screening Retina?

Karena ada banyak masalah mata yang bisa berkembang tanpa menimbulkan gejala, bahkan mungkin seseorang yang mengidap penyakit mata tidak menyadari adanya perubahan dalam penglihatannya. Oleh karena itu, sebaiknya kamu melakukan screening retina secara rutin, atau kamu bisa melakukan pemeriksaan ketika kamu merasa ada kondisi yang tidak biasa pada indera penglihatan kamu. Namun, bagi orang yang berisiko tinggi terkena penyakit mata, lebih baik kamu melakukan pemeriksaan mata setiap satu tahun sekali.

Bagaimana Prosedur Melakukan Screening Retina?

Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan menggunakan mesin pemindai retina ganda yang menyediakan pemindai definisi tinggi, dan gambar berwarna dari retina tanpa pelebaran pupil. Mesin pemeriksaan ini akan menggabungkan Optical Coherence Tomography (OCT) dan sistem kamera fundus. Tes ini dilakukan tanpa rasa sakit dan membutuhkan waktu sekitar 5 menit.

Sebagai contoh jika kamu mengidap diabetic neuropathy, biasanya dokter akan melakukan foto pada retina. Prosedur yang dilakukan, meliputi:

  • Dokter akan memperbesar pupil, dan memfoto bagian dalam mata.

  • Dokter akan menyuntikkan cairan warna khusus ke dalam urat nadi pada lengan.

  • Dokter akan memfoto bagian dalam mata, seiring dengan cairan warna khusus yang mengalir dan bersirkulasi di dalam mata.

  • Dokter akan menggunakan foto-foto tersebut untuk melihat pembuluh darah mana yang tertutup, bocor, ataupun rusak. Dari foto-foto inilah dokter mengetahui ketebalan retina dan apakah cairan tersebut telah bocor ke dalam jaringan retina.

Baca juga: Bintik Melayang-layang pada Penglihatan? Waspada Floaters

Nah, begitu pentingnya screening mata untuk kesehatan kamu. Jika kamu ingin melakukan pemeriksaan tersebut, ada baiknya kamu berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter ahli mengenai prosedur-prosedur apa yang harus kamu lakukan sebelum melakukan screening retina. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Enggak hanya itu, kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan. Tanpa perlu repot, pesanan kamu akan diantar ke tempat tujuan dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!