• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jenis Obat yang Aman untuk Mengatasi Insomnia

Jenis Obat yang Aman untuk Mengatasi Insomnia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Jenis Obat yang Aman untuk Mengatasi Insomnia

Halodoc, Jakarta – Insomnia adalah gangguan tidur saat seseorang mengalami kesulitan untuk tidur atau mendapatkan tidur yang nyenyak. Kondisi insomnia bisa berlangsung pendek atau jangka panjang. Bisa hanya berlangsung beberapa hari atau bahkan sampai memakan waktu berbulan-bulan.



Penanganan insomnia bisa berbeda-beda tergantung dengan penyebab insomnia. Ada penanganan yang membutuhkan obat ada juga dengan menerapkan perubahan perilaku serta gaya hidup. Seperti apakah jenis obat yang aman untuk mengatasi insomnia?

Konsumsi Obat Insomnia Harus dengan Resep Dokter

Obat untuk insomnia akan membantu pengidapnya dapat tidur. Tentunya konsumsi obat ini harus sesuai dengan resep dokter. Dokter umumnya tidak merekomendasikan untuk mengandalkan obat tidur resep selama lebih dari beberapa minggu. Meski begitu, beberapa obat disetujui untuk penggunaan jangka panjang. Jenis obat yang aman untuk mengatasi insomnia adalah:

1. Eszopiclone (Lunesta).

2. Ramelteon (Rozerem).

3. Zaleplon (Sonata).

4. Zolpidem (Ambien, Edluar, Intermezzo, Zolpimist).

Baca juga: Bagaimana Prosedur Terapi Perilaku Kognitif untuk Pengidap Insomnia?

Obat tidur yang diresepkan dapat memiliki efek samping, seperti menyebabkan pusing di siang hari dan meningkatkan risiko badan lunglai, atau dapat membentuk kebiasaan tertentu. Pastikan kamu sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan ini.

Obat tidur tanpa resep mengandung antihistamin dapat membuat kamu mengantuk, tetapi tidak ditujukan untuk penggunaan rutin. Antihistamin dapat menyebabkan efek samping, seperti kantuk di siang hari, pusing, kebingungan, penurunan kognitif dan kesulitan buang air kecil, yang mungkin lebih buruk pada orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia yang Dialami Anak

Dokter hanya akan merekomendasikan obat tidur jika kamu memerlukan bantuan segera karena insomnia yang dialami memberikan masalah signifikan dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Insomnia kronis juga dapat dikaitkan dengan kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu. Mengobati kondisi medis dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, tetapi insomnia dapat bertahan setelah kondisi medis membaik.

Pertambahan Usia Bisa Memicu Insomnia 

Kondisi insomnia bisa menjadi lebih umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Seiring bertambahnya usia, besar kemungkinan kamu akan mengalami beberapa perubahan yang membuatmu susah tidur. Berikut ini adalah perubahan yang dimaksud:

Baca juga: Susah Tidur? 6 Cara Mengatasi Insomnia Ini Patut Dicoba

1. Pola Tidur 

Tidur sering menjadi kurang nyenyak seiring bertambahnya usia, sehingga kebisingan atau perubahan lain di lingkungan lebih mungkin untuk membangunkanmu. Seiring bertambahnya usia, jam internal juga sering meningkat. Karenanya, kamu akan merasa lelah lebih awal di malam hari dan bangun lebih awal di pagi hari. 

2. Aktivitas 

Kurangnya aktivitas dapat mengganggu tidur malam yang nyenyak. 

3. Kondisi Kesehatan

Nyeri kronis dari kondisi seperti radang sendi atau masalah punggung serta depresi atau kecemasan dapat mengganggu tidur. Masalah yang meningkatkan kebutuhan buang air kecil di malam hari seperti masalah prostat atau kandung kemih juga dapat mengganggu tidur. 

4. Konsumsi Obat Tertentu 

Orang yang lebih tua biasanya menggunakan lebih banyak obat resep daripada orang yang lebih muda, sehingga meningkatkan kemungkinan insomnia yang terkait dengan obat-obatan.

Itulah informasi mengenai insomnia dan jenis obat yang aman untuk mengatasinya. Kalau kamu butuh informasi kesehatan lainnya, download langsung aplikasi Halodoc, ya!




Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Insomnia.

Healthline. Diakses pada 2021. Insomnia.

WebMD. Diakses pada 2021. Insomnia.