Kalori Martabak Manis, Camilan yang Bikin Gagal Diet!

3 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   16 November 2022

“Martabak manis memang memiliki rasa yang sangat lezat. Namun, makan satu potong saja, kamu sudah menabung kalori sebanyak 265 kalori.”

Kalori Martabak Manis, Camilan yang Bikin Gagal Diet!Kalori Martabak Manis, Camilan yang Bikin Gagal Diet!

Halodoc, Jakarta – Siapa tidak suka martabak manis? Camilan satu ini memang punya rasa yang sangat enak. Topping-nya juga begitu beragam, cocok disantap sambil menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga. Ditemani secangkir kopi atau teh hangat, rasanya akan semakin sempurna. Meski demikian, sudah bukan rahasia umum kalau kalori martabak manis itu terbilang tinggi. 

Ini karena kandungan gulanya yang membuat camilan ini sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Namun, benarkah demikian? Kira-kira berapa jumlah kalori martabak manis?

Kalori Martabak Manis yang Bikin Gagal Diet

Martabak manis atau Hok Lo Pan adalah kudapan yang dibuat dari seorang keturunan Tionghoa yang berasal dari Bangka Belitung. Arti Hok Lo Pan sendiri adalah kue hoki atau kue keberuntungan. 

Semula, camilan manis ini hanya berupa kombinasi antara wijen dan gula. Namun, perkembangan zaman membuat martabak manis semakin digemari, sehingga dijual ke berbagai wilayah di Indonesia dengan beragam nama. Misalnya, martabak bangka untuk Medan, apam pinang untuk Pontianak, dan terang bulan untuk Makasar. 

Meski demikian, makanan satu ini memang terkenal dengan rasa manis dan kalorinya yang tinggi, sehingga tidak boleh dikonsumsi berlebihan, terlebih pada malam hari. Disebutkan dalam buku berjudul Smart Eating – 1000 Jurus Makan Pintar dan Hidup Bugar, kalori martabak manis adalah sebesar 265 kalori untuk setiap potong. 

Namun, halaman resmi Fatsecret Indonesia menyebutkan makanan manis satu ini memiliki kalori sekitar 270 kal. Padahal, kebutuhan kalori pria dewasa rata-rata 2.500 kalori per hari dan wanita sekitar 2.000 kalori per hari. 

Ini berarti, mengonsumsi martabak manis sudah mencukupi kurang lebih ¼ kebutuhan  kalori harian. Inilah mengapa, konsumsi makanan ini pada malam hari bisa bikin berat badan bertambah alias obesitas. Apalagi kamu tidak banyak melakukan aktivitas fisik pada malam hari. 

Tak hanya tinggi kalori, martabak manis juga sangat tinggi gula dan lemak. Satu potong martabak manis mengandung sebanyak 11, 31 gram lemak dan gula sebanyak 20,22 gram. Kandungan tersebut bisa meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan kardiovaskular, terutama kesehatan jantung. 

Tips Aman Konsumsi Martabak di Malam Hari

Meski kalori martabak manis itu cenderung tinggi, kamu tetap bisa mengonsumsi makanan enak ini dengan aman pada malam hari, kok. Begini caranya: 

1. Pilih topping yang tepat

Topping menjadi salah satu sumber tingginya kalori pada martabak manis. Guna membantu mengurangi tingginya kalori, kamu bisa mengganti topping susu kental manis, cokelat, dan keju dengan topping yang lebih sehat, seperti buah-buahan atau kacang.

2. Perhatikan porsinya

Selain itu, sebaiknya kamu batasi porsi konsumsi martabak manis sehingga tubuh tidak terlalu banyak mendapatkan kalori dari camilan satu ini. Misalnya, satu atau dua potong sudah lebih dari cukup untuk menikmati lezatnya makanan ini. 

Itu tadi informasi tentang kalori dalam camilan kue bandung dan bagaimana cara yang bisa kamu lakukan supaya asupan kalori yang masuk ke tubuh kamu tidak berlebihan. Jangan lupa untuk selalu cek kesehatan, termasuk gula darah, tekanan darah, dan kolesterol secara berkala.

Buat janji di rumah sakit di Halodoc supaya kamu tidak perlu mengantre. Cek dan download Halodoc di ponselmu sekarang juga, ya!

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi: 
Fatsecret Indonesia. Diakses pada 2022. Martabak Manis.
Kumparan. Diakses pada 2022. Informasi Gizi dan Kalori Martabak Manis Lengkap.
PergiKuliner. Diakses pada 2022. Martabak Telur vs Martabak Manis, Kira-kira Mana yang Lebih Sehat.
Gramedia Pustaka Utama. Diakses pada 2022. Smart Eating – 1000 Jurus Makan Pintar dan Hidup Bugar.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan