Kapan Atlet Harus ke Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kapan Atlet Harus ke Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga?

Halodoc, Jakarta - Ketika atlet muda terluka, pilihan terbaik untuk melakukan perawatan adalah mendatangi dokter ortopedi yang berspesialisasi lagi sebagai dokter spesialis olahraga (Sports Medicine). Kedokteran olahraga adalah spesialisasi medis yang berkaitan dengan perawatan dan pencegahan cedera yang berkaitan dengan olahraga dan kebugaran. Para profesional perawatan kesehatan yang bekerja di bidang medis interdisipliner ini tidak hanya fokus pada perawatan cedera yang berhubungan dengan olahraga, tetapi juga pada pencegahan cedera, rehabilitasi, nutrisi, dan pelatihan untuk membantu atlet meningkatkan kemampuan mereka di lapangan. 

Tim khusus dokter spesialis olahraga sering melibatkan beberapa tenaga dokter terlatih dalam kedokteran olahraga, serta ahli bedah ortopedi, ahli terapi fisik, pelatih, dan lainnya. Tim bekerja sama untuk membantu pasien yang merupakan atlet untuk kembali ke kondisi semula sehingga ia bisa bertanding seaman dan secepat mungkin.

Sebetulnya dokter spesial olahraga tidak hanya diperuntukan bagi para atlet. Siapa pun yang berolahraga atau berolahraga pada akhir pekan dapat mengalami cedera olahraga. Dokter pertama yang menangani kamu mungkin adalah dokter perawatan primer. Jika dia berpikir kamu perlu perawatan khusus, kemungkinan kamu dirujuk ke dokter spesialis olahraga untuk mendapatkan perawatan.

Baca Juga: Pentingnya Pemanasan dan Pendinginan dalam Olahraga

Kapan Harus Menemui Tim Kedokteran Olahraga?

Para atlet atau orang biasa disarankan untuk menemui dokter spesialis olahraga apabila mengalami hal-hal berikut ini:

  • Mengalami Cedera Akut

Segala macam jenis cedera bisa terjadi secara tiba-tiba saat olahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Cedera yang umum terjadi adalah keseleo dan regangan, sementara kasus yang serius adalah cedera otot dan lutut, patah tulang, dislokasi sendi, dan cedera pada tendon Achilles. Beberapa gejala cedera akut, antara lain:

  • Nyeri mendadak.

  • Pembengkakan.

  • Kelemahan.

  • Hilangnya gerakan.

  • Tulang atau sendi yang terlihat tidak pada tempatnya.

 

  • Mengalami Cedera Kronis

Berbeda dengan cedera akut, cedera kronis adalah cedera yang berkembang seiring waktu. Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang gemar melakukan latihan terlalu keras atau terlalu lama. Contohnya adalah tendon bengkak (tendinitis) dan retak pada tulang (fraktur stres). Gejala cedera kronis antara lain: 

  • Nyeri saat beraktivitas atau berolahraga.

  • Pembengkakan semakin memburuk setelah aktivitas dihentikan.

  • Rasa sakit atau sakit yang berlanjut saat beristirahat.

Baca Juga: Hati-Hati Ini 5 Jenis Cedera yang Bisa Terjadi Saat Olahraga

  • Saat Hendak Melakukan Operasi Ortopedi

Seorang atlet mungkin perlu menemui ahli bedah ortopedi jika ia memiliki patah tulang atau dislokasi sendi dari cedera olahraga. Perawatan memerlukan pembedahan untuk memperbaiki beberapa kondisi, seperti:

  • Tendon robek.

  • Ligamentum robek (jaringan yang menghubungkan tulang ke tulang lain atau menyatukan sendi).

  • Rotator cuff injury.

 

  • Baru Pulih dari Cedera Olahraga

Jika kamu mengalami cedera atau operasi, seorang dokter spesialis olahraga membantu untuk bisa pulih. Pemulihan harus dimulai demi mencegah kekakuan dan kelemahan otot. Namun, kembali ke berolahraga terlalu cepat juga mengakibatkan cedera lain. Seorang dokter spesialis olahraga menguraikan jadwal pemulihan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Memberikan obat untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.

  • Memasangkan belat atau dukungan untuk menstabilkan area.

  • Melakukan perawatan untuk meningkatkan penyembuhan, seperti pijat, pemberian sensasi panas dan dingin, stimulasi listrik, atau stimulasi gelombang suara.

  • Latihan rentang gerak untuk membantu melenturkan sendi yang cedera

  • Latihan peregangan.

  • Latihan penguatan.

 

  • Ingin Mencegah Cedera Olahraga

Mencegah cedera olahraga adalah alasan tepat untuk tidak mengunjungi dokter spesialis olahraga di kemudian hari. Pertimbangkan hal ini jika kamu tengah memulai olahraga baru, aktivitas fisik, atau olahraga. Kunjungan dapat meliputi:

  • Pemeriksaan fisik untuk memastikan olahraga atau aktivitas itu aman.

  • Program pengkondisian dan latihan untuk membuat kamu cocok untuk kegiatan ini.

  • Nasihat tentang pelatihan dan peralatan yang aman.

  • Saran nutrisi dan gaya hidup sehat.

  • Program rutinitas pemanasan, peregangan, dan pendinginan.

Baca Juga: Dosis Olahraga yang Dianjurkan agar Tetap Sehat

Jika suatu hari kamu mengalami cedera setelah melakukan olahraga, maka segeralah buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi yang kamu alami. Kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu melalui Halodoc. Kamu juga bisa download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!