12 October 2018

Hati-Hati Ini 5 Jenis Cedera yang Bisa Terjadi Saat Olahraga

Hati-Hati Ini 5 Jenis Cedera yang Bisa Terjadi Saat Olahraga

Halodoc, Jakarta - Olahraga adalah aktivitas yang disarankan untuk menjaga tubuh tetap bugar dan terhindar dari gangguan penyakit. Olahraga dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama, dengan melakukannya minimal selama 3 kali per minggu, maka kamu akan merasakan dampak positifnya. Olahraga juga menuntut kamu untuk melakukan beberapa gerakan yang dibutuhkan koordinasi dan konsentrasi yang baik agar dapat dilakukan dengan maksimal. Sedikit saja kamu kehilangan fokus, maka akibatnya bisa berbahaya seperti misalnya cedera.

Terdapat beberapa jenis cedera olahraga, yaitu cedera ringan, sedang, dan berat. Untuk menghindari hal tersebut terjadi, kamu wajib melakukan pemanasan dan peregangan agar otot-otot dan tulang siap untuk diajak bergerak. Setelah itu, pastikan agar kamu menjaga konsentrasi agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab jika tidak hati-hati, berikut ini adalah beberapa jenis cedera olahraga yang dapat menimpamu:

1. Lecet

Jenis cedera olahraga ini termasuk dalam kategori ringan. Meski begitu, apabila kamu mengalami lecet, segera lakukan penanganan tepat agar tidak semakin parah dan mengganggu aktivitas kelak. Biasanya, lecet terjadi karena terdapat gesekan dengan benda yang permukaannya tidak rata, seperti terjatuh sehingga bagian tubuh mengenai tanah dan menyebabkan lecet. Luka lecet dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, maka dari itu kamu wajib berhati-hati. Segera tutupi luka lecet tersebut dan berikan cairan antiseptik agar area lecet tidak terinfeksi kuman.

2. Kram Otot

Jenis cedera olahraga ini adalah yang sering terjadi dan biasanya terjadi karena kurang melakukan pemanasan dan peregangan. Kram otot menyebabkan rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu dan membuatnya sulit digerakkan untuk beberapa saat. Area yang paling sering mengalami kram otot adalah otot kaki. Kamu wajib mewaspadai kram ini apalagi saat melakukan olahraga renang karena dapat membahayakan dirimu. Jika kram melanda ototmu, usahakan tetap tenang dan pijat perlahan pada area yang nyeri. Apabila sudah hilang, jangan memaksakan diri untuk melanjutkan olahraga. Istirahatkan dirimu sejenak sebelum mulai olahraga.

3. Cedera Otot Pergelangan Kaki

Area kaki paling sering mengalami cedera, salah satu yang cukup fatal adalah cedera pada pergelangan kaki atau terkilir. Cedera ini disebabkan oleh peregangan berlebihan atau robekan pada urat (pita jaringan yang menghubungkan satu tulang dengan tulang lainnya), tendon (jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang), atau otot. Pergelangan kaki sering mengalami cedera karena ini tempat tiga tulang bertemu. Biasanya ketika sedang berlari atau berjalan pada permukaan yang tidak rata, pergelangan kaki lebih rawan terkilir. Jika kamu mengalami jenis cedera olahraga ini, maka kompreslah dengan air dingin bagian kaki yang terkilir. Agar lebih cepat pulih, coba angkat pergelangan kaki sampai sejajar dengan jantung, dan lakukan hal ini sambil duduk dan bersandar.

4. Cedera Hamstring

Hamstring adalah otot yang terletak di paha bagian belakang. Jenis cedera olahraga ini ditandai dengan rasa nyeri pada bagian belakang paha akibat otot tersebut mengalami kelelahan. Sama seperti kram otot, cedera ini dapat terjadi karena kurangnya pemanasan sebelum olahraga.

5. Cedera Tulang Kering

Cedera jenis ini dapat disebut shin splints yang terjadi saat atlet mengalami kesakitan pada bagian tulang kering bagian atas, dan pada bagian betis. Jenis cedera olahraga ini biasanya terjadi saat berlari atau melompat, tepatnya saat kamu tiba-tiba meningkatkan intensitas dalam segi kecepatan atau ketahanan. Sama seperti cedera yang lain, kompreskan area yang nyeri dengan batu es agar cepat pulih.

Nah, untuk mengetahui tips lain terkait olahraga yang tepat untukmu atau jika kamu punya masalah kesehatan, bicarakan saja langsung dengan dokter ahlinya lewat aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa meminta saran kesehatan dan rekomendasi obat kepada dokter kapan saja dan di mana saja. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: