• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Gangguan Jaringan Saraf Perlu Diperiksakan ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Gangguan Jaringan Saraf Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Kapan Gangguan Jaringan Saraf Perlu Diperiksakan ke Dokter?

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 Januari 2022

“Jaringan saraf berperan penting untuk menghantarkan impuls dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya. Bila jaringan tersebut mengalami gangguan, ada sejumlah gejala yang bisa terjadi. Mengetahui kapan harus memeriksakan gangguan jaringan saraf ke dokter bisa mencegah kamu mengalami dampak buruk yang tidak diinginkan.”

Kapan Gangguan Jaringan Saraf Perlu Diperiksakan ke Dokter?

Halodoc, Jakarta – Tahukah kamu bahwa seluruh fungsi tubuh kita dikendalikan oleh sistem kompleks yang disebut sistem saraf. Sistem tersebut terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, dan jaringan saraf yang bekerja sama agar tubuh bisa melakukan berbagai aktivitas, seperti, bergerak, bernapas, menelan, berbicara, dan lain-lain.

Bila salah satu bagian dari sistem tersebut mengalami masalah atau misalnya gangguan jaringan saraf, hal itu bisa memengaruhi fungsi tubuh kamu. Jadi, bila kamu tiba-tiba mengalami kesulitan berbicara atau berjalan, atau tremor, hati-hati. Itu mungkin saja adalah tanda-tanda gangguan jaringan saraf. Ketahui kapan kamu perlu memeriksakan diri ke dokter agar pertolongan bisa segera didapatkan sebelum terlambat.

Mengenal Jaringan Saraf dan Fungsinya

Secara anatomis, sistem saraf dibagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem saraf tepi terdiri dari saraf perifer dan saraf otonom. Sistem saraf tepi merupakan saraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang ke organ-organ.

Nah, jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh sebagai jaringan komunikasi yang terintegrasi. Jaringan ini berfungsi untuk mengirimkan sinyal atau impuls yang diterima sistem saraf tepi ke sistem saraf pusat dan sebaliknya.

Berbagai Jenis Penyakit Saraf

Ada banyak penyakit yang bisa terjadi akibat gangguan saraf. Berikut ini beberapa penyakit yang paling umum:

  • Penyakit yang disebabkan oleh gen yang salah, seperti penyakit Huntington dan distrofi otot.
  • Masalah dengan cara sistem saraf berkembang, seperti spina bifida.
  • Penyakit degeneratif, kondisi ketika sel-sel saraf rusak atau mati. Contoh penyakit degeneratif, yaitu penyakit Parkinson dan penyakit Alzheimer.
  • Penyakit pembuluh darah yang mensuplai otak, seperti stroke.
  • Cedera pada sumsum tulang belakang dan otak.
  • Gangguan kejang, seperti epilepsi.
  • Kanker, seperti tumor otak.
  • Infeksi, seperti meningitis.

Tanda-Tanda Gangguan Jaringan Saraf

Bila jaringan saraf terganggu, biasanya ada tanda-tanda yang bisa muncul. Berikut ini tanda-tanda gangguan saraf yang perlu diperiksakan ke dokter:

  • Sakit Kepala

Sakit kepala adalah gejala kesehatan yang umum yang bisa disebabkan oleh banyak kondisi. Namun, bila kamu mengalami sakit kepala yang serius, seperti migrain, mungkin muntah, sakit kepala yang bertambah parah atau terus-menerus, perubahan penglihatan, bahkan kejang, segera periksakan diri ke dokter. Dokter umum mungkin akan merujuk kamu ke ahli saraf.

  • Mati Rasa atau Kesemutan

Mati rasa atau kesemutan juga bisa terjadi karena berbagai alasan. Namun, bila mati rasa berlanjut, datang tiba-tiba atau hanya terjadi di salah satu sisi tubuh, mungkin sudah saatnya kamu untuk menemui ahli saraf.

  • Kelemahan

Merasa lelah atau lemah setelah berjalan kaki dalam waktu yang lama atau mengangkat beban yang terlalu berat adalah hal yang wajar. Namun, kamu dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter bila mengalami kelemahan otot yang memengaruhi aktivitas sehari-hari atau penurunan kekuatan otot secara tiba-tiba, terutama di lengan dan kaki. Pasalnya, hal itu bisa disebabkan oleh kondisi yang lebih serius atau gangguan pada sistem saraf kamu, seperti stroke.

  • Masalah dalam Pergerakan

Bila kamu tiba-tiba mengalami kesulitan berjalan, sering terjatuh, membuat gerakan atau hentakan yang tidak disengaja, tremor atau lainnya, bisa jadi kamu mengalami gangguan jaringan saraf. Meskipun gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh efek samping dari obat-obatan atau perasaan cemas, tetapi kamu dianjurkan untuk menemui ahli saraf bila masalah dalam pergerakan tersebut mengganggu aktivitas kamu sehari-hari.

  • Kejang

Kejang bisa hampir tidak terlihat atau sangat ekstrim. Gejala kejang juga bervariasi, bisa berkisar dari melamun, kebingungan, gerakan menyentak pada lengan dan kaki, masalah pernapasan, sampai hilang kesadaran.

Pada beberapa kasus, kejang bisa disebabkan oleh gula darah rendah. Namun, kamu perlu berbicara dengan dokter bila kejang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa penyebab yang jelas.

  • Masalah Penglihatan

Kesulitan melihat bisa disebabkan oleh penuaan atau oleh sistem saraf. Bila masalah penglihatan terjadi secara tiba-tiba dan pada kedua mata, ada baiknya kamu memeriksakan mata kamu. Baik dokter mata maupun dokter umum bisa memberitahu kamu apakah harus menemui ahli saraf terkait masalah penglihatan yang dialami.

  • Masalah Memori atau Kebingungan

Masalah berbicara, memori yang ekstrem, perubahan kepribadian atau kebingungan adalah gejala-gejala yang bisa disebabkan oleh gangguan atau masalah pada otak, tulang belakang, dan jaringan saraf. Beberapa gejala ini bisa disebabkan karena ketidakmampuan belajar atau bisa juga disebabkan oleh penyakit seperti Alzheimer. Jadi, periksakanlah diri pada dokter untuk memastikan penyebabnya. Dokter umum juga bisa memutuskan apakah kamu perlu menemui ahli saraf atau tidak.

Jadi, bila kamu mengalami tanda-tanda gangguan saraf di atas, jangan disepelekan. Segera periksakan diri ke dokter agar pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Dengan begitu, kamu pun bisa terhindar dari dampak buruk yang serius dan bisa permanen.

Nah, untuk memudahkan kamu berobat ke dokter, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu cukup buat janji di rumah sakit pilihan kamu lewat aplikasi dan kamu bisa berobat sesuai jadwal. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.

Referensi:
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Overview of Nervous System Disorders.
Kenhub. Diakses pada 2022. Nervous system
Medline Plus. Diakses pada 2022. Neurologic Diseases.
Healthcare University of Utah. Diakses pada 2022. Should You See A Neurologist?