Kapan Sebaiknya Melakukan Echocardiografi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Kapan Sebaiknya Melakukan Echocardiografi

Halodoc, Jakarta - Echocardiografi merupakan tes atau pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan hasil gambar pada jantung. Tes ini umum dilakukan, dan memungkinkan dokter melihat jantung berdetak dan memompa darah. Dokter dapat menggunakan gambar dari echocardiografi untuk mengidentifikasi penyakit jantung.

Tes ini juga bergantung pada informasi apa yang dibutuhkan dokter. Kamu mungkin akan melakukan satu dari beberapa jenis echocardiogram. Setiap jenis echocardiogram perlu dilakukan jika ada risiko tertentu pada jantung kamu. 

Lakukan Saat Ada Masalah Jantung

Pemeriksaan atau tes echocardiografi perlu dilakukan saat kamu mengetahui ada masalah pada jantung, baik itu cacat bawaan ataupun penyakit tertentu yang memengaruhi fungsi dan kerja jantung. Tentu saja pemeriksaan echocardiografi dilakukan atas rekomendasi dokter. Untuk itu, kamu perlu memeriksakan jantung kamu dengan bertanya pada dokter spesialis jantung melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. 

Baca juga: 5 Jenis Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Kemungkinan dokter akan menyarankan kamu tes echocardiografi saat:

  • terdapat masalah pada katup atau ruang jantung.

  • adanya masalah jantung, penyebab gejala seperti sesak napas atau nyeri pada dada.

  • untuk mendeteksi cacat jantung bawaan sebelum lahir (echocardiogram janin).

Echocardiografi terdiri dari beberapa jenis. Jenis yang harus kamu jalani tergantung pada informasi yang dibutuhkan oleh dokter kamu. Berikut adalah beberapa jenis echocardiografi yang perlu kamu ketahui fungsinya:

1. Echocardiogram Transthoracic

Tes ini merupakan echocardiografi standar. Pemeriksaan ini tidak akan menyebabkan rasa sakit seperti pada pemeriksaan dengan X-ray dan tanpa radiasi. Prosedur ini menggunakan teknologi yang sama digunakan untuk mengevaluasi kesehatan bayi sebelum lahir. Tes ini bekerja dengan menggunakan perangkat yang disebut transduser yang ditempatkan di dada dan mentransmisikan gelombang suara dengan frekuensi tinggi (ultrasound). Gelombang suara memantul dari struktur jantung, menghasilkan gambar, dan suara yang dapat digunakan oleh dokter untuk mendeteksi kerusakan dan penyakit jantung. 

2. Transesophageal Echocardiogram (TEE)

Pemeriksaan ini mengharuskan transduser masuk ke dalam tenggorokan dan kerongkongan (tabung yang ditelan menghubungkan mulut ke perut). Hal ini karena kerongkongan terletak dekat dengan jantung, gambar yang jelas terlihat dari struktur jantung yang dapat diperoleh tanpa campur tangan paru-paru dan dada. 

3. Stress Echocardiogram

Tes ini dilakukan dengan menggunakan treadmill atau sepeda stasioner. Tes ini juga dapat digunakan untuk memvisualisasikan gerakan dinding jantung dan memompa aksi saat jantung tertekan. Hal ini mungkin dapat mengetahui kurangnya aliran darah yang tidak selalu terlihat pada tes jantung lainnya. Echocardiografi jenis ini dilakukan sebelum dan sesudah latihan. 

Baca juga: Ternyata ada Penyakit Jantung Bawaan yang Bisa Disembuhkan

Setelah melakukan tes echocardiografi kamu akan mendapatkan informasi terkait dengan masalah jantung kamu. Beberapa informasi yang akan kamu peroleh menunjukkan:

  • Perubahan Ukuran Hati. Katup jantung yang lemah atau rusak, tekanan darah tinggi, atau penyakit lain dapat menyebabkan ruang jantung kamu membesar atau dinding jantung kamu menebal secara tidak normal. 

  • Kekuatan Memompa. Pengukuran jantung yang diperoleh dari echocardiografi meliputi persentase darah yang dipompa keluar dari ventrikel yang diisi dengan setiap detak jantung (fraksi ejeksi) dan volume darah yang dipompa oleh jantung dalam satu menit (curah jantung). Jantung yang tidak memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh kamu bisa menyebabkan gejala gagal jantung. 

  • Kerusakan Otot jantung. Melalui echocardiografi akan membantu dokter menentukan apakah semua bagian dinding jantung berkontribusi secara normal pada aktivitas memompa jantung kamu. Area dinding jantung yang bergerak lemah mungkin rusak selama serangan jantung atau tidak menerima cukup oksigen.

  • Cacat Jantung. Tes ini juga dapat menunjukkan masalah dalam ruang  jantung, koneksi abnormal antara jantung dan pembuluh darah utama, hingga cacat jantung kompleks yang ada saat lahir. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Echocardiogram.

WebMD. Diakses pada 2019. Heart Disease and Echocardiogram.