• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Sebaiknya Operasi Batu Ginjal Dilakukan?

Kapan Sebaiknya Operasi Batu Ginjal Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kapan Sebaiknya Operasi Batu Ginjal Dilakukan?

Halodoc, Jakarta - Banyak manfaat yang bisa kamu rasakan ketika rutin memenuhi kebutuhan air putih setiap harinya. Selain menghindari kamu dari kondisi dehidrasi, rutin mengonsumsi air putih juga bisa mencegah kamu dari penyakit batu ginjal

Baca juga: Awas, Ini 4 Gejala dari Batu Ginjal

Batu ginjal yang dikenal juga sebagai nefrolitiasis adalah endapan keras yang terbuat dari mineral serta garam dan terbentuk di dalam ginjal. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan dengan tindakan operasi batu ginjal. Namun, kapan sebaiknya operasi dilakukan? Yuk, simak dalam artikel ini!

Kenali Tanda dari Batu Ginjal

Urine sendiri banyak mengandung mineral dan garam yang larut. Ketika urine memiliki kadar garam dan mineral yang cukup tinggi dan mengendap dalam ginjal. Lama-kelamaan, kondisi ini bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Saat batu ginjal masih berukuran kecil dan mengendap dalam ginjal, biasanya pengidap belum merasakan gejala apapun.

Namun, saat batu ginjal membesar atau berpindah tempat ke ureter atau kandung kemih, kondisi ini bisa memicu berbagai gejala pada pengidap batu ginjal akibat aliran urine yang terhalang. 

Umumnya, rasa nyeri akan dialami oleh pengidap batu ginjal. Nyeri bisa dirasakan pada bagian samping hingga bawah punggung, bagian perut yang menjalar menuju selangkangan, hingga nyeri yang tajam saat buang air kecil.

Perhatikan gejala lanjutan jika kamu mengalami beberapa kondisi tersebut. Mulai dari perubahan warna pada urine yang menjadi kemerahan atau coklat tua, urine yang berbusa, urine berbau, keinginan untuk buang air kecil terus-menerus, mual, muntah, hingga demam.

Segera kunjungi rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami kesulitan buang air kecil atau terlihat muncul darah pada urine. Kamu bisa gunakan Halodoc dan cari tahu rumah sakit terdekat untuk kondisi darurat. Download Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Awas, 6 Faktor Ini Sebabkan Batu Ginjal

Pengobatan Batu Ginjal

Melakukan pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang kamu alami. Untuk mendiagnosis penyakit batu ginjal, ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan, seperti tes darah, tes urine, dan juga tes pencitraan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya batu ginjal yang tergolong kecil, pengobatan akan dilakukan dengan mengonsumsi pereda nyeri untuk mengatasi gejala, serta mengonsumsi air putih lebih banyak guna membantu mengeluarkan batu ginjal bersama dengan urine.

Namun, saat batu ginjal ditemukan sudah membesar dan menyebabkan perdarahan, gangguan ginjal, dan mengakibatkan infeksi pada saluran kemih, maka kondisi ini membutuhkan pengobatan lanjutan, yaitu tindakan operasi batu ginjal. Berikut ini beberapa jenis operasi batu ginjal yang bisa dilakukan:

1.Shock Wave Lithotripsy

Pengobatan ini dilakukan dengan menggunakan gelombang kejut untuk memecah batu ginjal menjadi kecil. Setelah pengobatan, diharapkan batu ginjal dapat keluar bersama urine.

2.Ureteroskopi

Pengobatan ini akan dilakukan dengan menggunakan tabung kecil yang memiliki kamera diujungnya. Setelah batu ginjal ditemukan, batu ginjal akan dihancurkan menjadi potongan kecil sehingga bisa dikeluarkan bersama dengan urine.

3.Percutaneous Nephrolithotomy

Prosedur ini melibatkan pembedahan untuk mengangkat batu ginjal menggunakan teleskop kecil. Tindakan ini akan dilakukan jika batu ginjal terbilang cukup besar yang menyebabkan infeksi atau merusak ginjal, serta rasa nyeri yang sudah tidak tertahankan. Umumnya, setelah tindakan ini kamu akan diminta untuk beristirahat di rumah sakit selama beberapa hari hingga kondisi kembali pulih.

Baca juga: Batu Ginjal Bisa Berakhir Gagal Ginjal, Benarkah?

Itulah beberapa pengobatan lanjutan yang bisa dilakukan untuk mengatasi batu ginjal. Untuk mencegah kondisi ini dapat terjadi lagi, ada beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan. Mulai dari rutin mengonsumsi air putih sebanyak 2–3 liter setiap hari, serta melakukan diet sehat dengan mengurangi mengonsumsi makanan yang mengandung garam dan oksalat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Kidney Stones.
American Kidney Fund. Diakses pada 2021. Kidney Stones.
Urology Care Foundation. Diakses pada 2021. Kidney Stones.
Healthline. Diakses pada 2021. Kidney Stones.