• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Waktu Terbaik untuk Anak Memulai Puasa?

Kapan Waktu Terbaik untuk Anak Memulai Puasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kapan Waktu Terbaik untuk Anak Memulai Puasa?

Halodoc, Jakarta – Mungkin hal ini menjadi pertanyaan bagi banyak orangtua. Sebenarnya kapan waktu terbaik anak memulai puasa? Pada intinya, berbicara mengenai puasa pada anak tergantung pada kesiapan fisik dan mental masing-masing anak. 

Mengajarkan anak untuk berpuasa harus dilakukan secara bertahap dan jangan langsung puasa penuh layaknya orang dewasa. Orangtua mulai bisa mengenalkan anak puasa ketika anak menginjak usia 3 tahun. Kenalkan anak dengan suasana, kebiasaan, dan makna Ramadan sebelum akhirnya mengajak anak untuk pelan-pelan memulai puasa.

Baca juga: 5 Tips Ajarkan Anak Puasa untuk Pertama Kali 

Proses Alami Anak Mengenal Puasa

Rentang usia 3-5 tahun dianggap waktu yang ideal untuk anak memulai puasa. Namun coba perhatikan lagi, apakah di usia tersebut anak sudah bisa mengenal mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan? 

Bersosialisasi juga menjadi salah satu pertimbangan apakah anak sudah bisa memulai puasa. Kenapa demikian? Ketika anak lebih bisa menikmati kebersamaan, memperhatikan aktivitas sekelilingnya, dan mulai meniru apa yang dilakukan orangtua atau orang dewasa di dekatnya, maka di momen ini anak jauh lebih bisa diberikan pemahaman mengenai puasa. 

Sudah bisa bersosialisasi menjadi tanda kognitif anak mulai berkembang dan mengambil kesimpulan pada apa yang terjadi di sekelilingnya. Orangtua tidak perlu terlalu susah memberikan penekanan dan pemahaman, karena anak sudah bisa mencerna sendiri apa dan mengapa suatu hal bisa terjadi.

Selain kesiapan mental, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kondisi fisiknya. Beberapa ahli medis merekomendasikan untuk mengajari anak memulai puasa di usia 7 tahun. 

Pertimbangan ini dikarenakan usia berpengaruh pada cadangan glikogen seseorang. Semakin muda usianya, maka semakin sedikit pula cadangan glikogen yang dimilikinya. Cadangan glikogen berperan penting pada saat puasa untuk menjaga kadar gula dalam darah. Ketika glikogen habis, maka akan timbul risiko hipoglikemia atau kadar gula darah rendah di bawah normal. 

Baca juga: Cara Ajari Anak untuk Hidup Sehat dengan Puasa 

Menurut Stanford Children’s Health, hipoglikemia pada anak bisa terjadi ketika anak tidak makan tepat waktu, kekurangan makanan, atau beraktivitas yang lebih banyak dari biasanya. Pusing, berkeringat, kelaparan, lekas marah, kulit pucat, gerakan kikuk atau tersentak-sentak, kehilangan konsentrasi, kebingungan, kejang, sensasi kesemutan di sekitar mulut adalah gejala anak mengalami hipoglikemia.

Nah, untuk memastikan kesiapan anak menjalani puasa, ada baiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter anak. Orangtua bisa menggunakan Halodoc untuk tanya jawab seputar kesehatan anak dan waktu terbaik baginya untuk memulai puasa.

Manfaat Puasa pada Anak

Setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut dan bila tidak ada kendala, anak siap memulai puasa. Sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa dirasakan anak saat berpuasa, seperti:

1. Meningkatkan Kinerja Otak

Berpuasa dapat memicu tubuh memproduksi sel otak, menurunkan hormon kortisol, serta meningkatkan kesehatan mental dan spiritual. 

2. Melatih Kesabaran

Anak-anak biasanya cranky, tantrum, dan senang marah-marah kalau keinginannya tidak dituruti. Dengan berpuasa, anak dilatih kesabarannya, termasuk menyadari kalau tidak semua yang dia inginkan bisa diperoleh. Intinya lebih mawas diri dan menerima perubahan.

3. Mengurangi Kebiasaan Buruk

Sama halnya dengan melatih kesabaran, berpuasa setidaknya membantu anak mengurangi kebiasaan buruk.

4. Detoksifikasi

Berpuasa dapat membantu memulihkan tubuh dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Inilah yang membuat puasa bisa menjadi sarana detoksifikasi untuk anak.

Baca juga: 6 Tips Sehat Puasa Mulai dari Sahur Hingga Berbuka

5. Meningkatkan Metabolisme

Puasa secara tidak langsung mengajari anak untuk makan secukupnya. Menahan diri, menikmati proses makan, dan makan makanan yang bernutrisi supaya puasanya kuat. Secara tidak langsung ini dapat meningkatkan metabolisme pada anak.

Referensi:
Kompas Health. Diakses pada 2021. Kapan Saat yang Tepat bagi Anak untuk Berlatih Puasa?
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2021. Hypoglycemia in Children
Republika. Diakses pada 2021. Kapan Usia Paling Tepat Mengajarkan Anak Berpuasa?