• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kapan Waktu yang Tepat Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Kapan Waktu yang Tepat Membawa Anak ke Dokter Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Sakit gigi bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Dengan kata lain, anak-anak juga memiliki risiko tinggi mengalami sakit gigi. Malahan, pada beberapa kasus gangguan pada mulut dan gigi cenderung lebih sering menyerang anak-anak. Nah, salah satu cara mencegah sakit gigi pada anak adalah dengan membawanya ke dokter gigi secara berkala. Lantas, kapan waktu yang tepat untuk membawa sang buah hati ke dokter gigi?

Ayah dan ibu disarankan untuk mengajak Si Kecil ke dokter secara rutin. Hal ini bisa dimulai sejak dini, bahkan setelah anak berusia satu tahun. Pada usia ini, mungkin gigi anak belum lengkap tapi pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi mulut dan gigi. Setelah itu, pemeriksaan gigi bisa dimulai lagi pada saat anak berusia 2 tahun, dilanjutkan dengan pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali. 

Baca juga: Tips Memilih Sikat Gigi untuk Anak

Bahaya Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut 

Menjaga kesehatan mulut dan gigi adalah salah satu kebiasaan baik yang harus diajarkan sejak kecil. Dengan begitu, hal ini bisa menjadi kebiasaan dan membuat anak memiliki kesadaran yang tinggi untuk melakukan hal tersebut seumur hidupnya. Nyatanya, kebiasaan ini membantu mencegah karies dan penyakit periodontal seiring bertambahnya usia.

Sayangnya, tidak banyak orangtua yang sadar bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut anak adalah hal yang penting. Padahal, masalah pada gigi dan mulut bisa berakibat fatal dan memengaruhi kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan serta mengganggu pertumbuhan anak. Infeksi pada gigi atau gusi dapat menyebar ke dalam jaringan tubuh lain dan meningkatkan risiko gangguan pada organ lain.

Ada sederet gangguan kesehatan gigi dan mulut yang bisa muncul jika Si Kecil tidak terbiasa menjaga kebersihan area tersebut. Apalagi, jika anak tidak rutin menyikat gigi, sering mengunyah permen karet, konsumsi makanan manis secara berlebihan, serta kurang minum air putih. Kebiasaan-kebiasaan tersebut bisa membuat gigi dan gusi rusak.

Baca juga: Anak Takut ke Dokter Gigi? Ikuti 5 Trik Ini

Gigi yang rusak bisa menimbulkan nyeri, pembengkakan pada gusi, gigi berlubang, bahkan pembusukan gigi pada anak. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa memicu sakit gigi pada anak, mulai dari karies gigi, gingivitis, hingga periodontitis. Masalah pada gigi bisa menjadi semakin parah jika anak tidak memiliki kebiasaan menyikat gigi dengan benar.

Selain kunjungan rutin setiap 6 bulan, ayah dan ibu tetap harus mengajak anak ke dokter gigi jika dibutuhkan, misalnya saat muncul gejala sakit gigi. Semakin cepat ditangani, risiko munculnya komplikasi akibat penyakit gigi bisa dihindari. Selain itu, kesehatan gusi dan gigi anak pun akan lebih terjaga. Orangtua juga bisa segera membawa anak ke dokter gigi, tepat setelah gigi pertamanya tumbuh. Tujuannya untuk memeriksa kondisi rongga mulut dan memastikan gigi anak akan tumbuh dengan baik dan normal.

Baca juga: Pentingnya Mengajarkan Anak Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Sebagai pertolongan pertama sebelum ke dokter gigi, ibu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menyampaikan masalah yang dialami. Lebih mudah menghubungi ahlinya dan mencari tahu seputar tips menjaga kesehatan gigi dan mulut anak melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi 
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2020.Toothaches in Children.
WebMD. Diakses pada 2020. Dental Health and Toothache.
WebMD. Diakses pada 2020. When Should I Take My Child to the Dentist?