Kebiasaan-Kebiasaan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Lambung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
 Kebiasaan-Kebiasaan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Lambung

Halodoc, Jakarta – Di pintu masuk ke perut terdapat katup yang merupakan cincin otot yang disebut Lower Esophageal Sphincter (LES). Biasanya, LES ditutup segera setelah makanan melewatinya. Jika LES tidak menutup sepenuhnya atau terbuka terlalu sering, asam yang diproduksi oleh lambung dapat naik ke kerongkongan.

Ini dapat menyebabkan gejala seperti rasa tidak nyaman di dada yang terbakar yang disebut mulas. Ada beberapa faktor yang menempatkan kamu mengalami asam lambung yaitu:

Baca juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini

  1. Makan dalam jumlah besar atau berbaring tepat setelah makan

  2. Kelebihan berat badan atau obesitas

  3. Makan-makanan berat dan berbaring telentang atau membungkuk di pinggang

  4. Mengemil sebelum waktu tidur

  5. Makan-makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, ataupun makanan pedas atau berlemak

  6. Minum-minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi, ataupun teh

  7. Merokok

  8. Sedang hamil

  1. Minum aspirin, ibuprofen, pelemas otot tertentu, ataupun obat tekanan darah

Sejatinya pola makan memang sangat berpengaruh terhadap peningkatan asam lambung.  Hindari makanan yang sulit dicerna, seperti yang berlemak dan digoreng. Juga, kunyah setiap gigitan dengan saksama untuk memecah makanan dan membiarkannya bercampur dengan enzim pencernaan di mulut. Partikel makanan yang lebih kecil lebih mudah dicerna di perut.

Sebaiknya jangan makan setidaknya 3 jam sebelum tidur. Ini memungkinkan tubuh untuk mencerna sepenuhnya sebelum tidur, dan itu dapat mengurangi risiko mulas malam hari. Jangan langsung berbaring setelah makan dan makan sambil berbaring.

Baca juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

Menyadari bagaimana makanan dapat sangat berpengaruh terhadap asam lambung, berikut jenis makanan yang direkomendasikan untuk pengidap asam lambung, yakni:

  1. Makanan hambar tradisional, seperti susu, ayam, kentang tumbuk, pisang, apel, dan es krim, biasanya meringankan gejala pada pasien dengan dispepsia

  2. Makan apel atau pisang akan membantu karena mereka bertindak sebagai penyangga keasaman. Buah segar juga akan membuat diet kamu lebih sehat secara umum dan membantu keasaman.

  3. Jus lidah buaya adalah obat herbal lain yang dapat membantu. Dengan khasiatnya yang menenangkan serta mendinginkan sensasi terbakar. Minum dalam jumlah sedang karena juga berfungsi sebagai pencahar.

  4. Makanan berbasis beras juga telah terbukti bermanfaat bagi orang yang mengidap asam lambung

  5. Kentang juga merupakan karbohidrat kompleks dan membantu ketika mengidap keasaman,  tapi pastikan ini hanya direbus dan tidak digoreng.

Baca juga: Pencegahan yang Tepat Agar Terhindar Dari Tukak Lambung

Mengurangi stres kronis dapat mengembalikan fungsi pencernaan. Perubahan gaya hidup berikut dapat membantu:

  1. Mengelola dan mengurangi sumber stres

  2. Berolahraga secara teratur

  3. Mempelajari teknik pernapasan dalam dan relaksasi otot progresif

  4. Berlatih meditasi dan perhatian

  5. Berlatih yoga

Obat-obatan bebas juga dapat membantu meringankan gejala asam lambung. Tanyakan ke ahli kesehatan sebelum mencobanya. Antasida (Gaviscon, Maalox, Mylanta, dan Tums) adalah salah satu jenis obat yang disarankan.

Efektif ketika diminum 1 jam setelah makan dan sebelum tidur, karena mereka menetralkan asam yang sudah ada. Beberapa dikombinasikan dengan agen berbusa. Busa di perut membantu mencegah asam mundur ke kerongkongan.

Ini aman digunakan setiap hari selama beberapa minggu, tapi jika dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama dapat menyebabkan efek samping diare, gangguan metabolisme kalsium di dalam tubuh, dan penumpukan magnesium dalam tubuh, yang dapat merusak ginjal. Jika kamu menggunakannya setiap hari selama lebih dari 3 minggu, beri tahu profesional kesehatan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai kebiasaan yang harus dihindari pengidap asam lambung, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.