• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Sindrom Mallory Weiss

Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit sindrom Mallory-Weiss? Sindrom Mallory-Weiss adalah kondisi yang ditandai dengan robekan pada selaput lendir atau lapisan dalam, di mana esofagus bertemu perut. Kondisi ini dipicu oleh muntah yang parah dan berkepanjangan.

Robekan ini menimbulkan perdarahan hebat pengidapnya, sehingga perlu segera ditangani. Lantas, apa yang dapat memicu muntah parah? Benarkah kecanduan alkohol mampu meningkatkan risiko sindrom Mallory-Weiss? Simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Komplikasi yang Disebabkan oleh Sindrom Mallory Weiss

Benarkah Kecanduan Alkohol Picu Sindrom Mallory Weiss?

Melansir dari National Organization for Rare Disorder, sindrom Mallory-Weiss umumnya dipicu oleh muntah parah akibat alkoholisme kronis. Boleh dikatakan, pecandu alkohol berisiko mengalami sindrom Mallory-Weiss.

Selain kecanduan alkohol, sindrom Mallory-Weiss juga bisa terjadi akibat trauma parah pada dada atau perut, cegukan kronis, mendengkur yang intens, mengangkat dan mengejan, radang selaput perut (gastritis) atau kerongkongan (esofagitis), hiatus hernia, kejang atau CPR (resusitasi kardiopulmoner). Pasien kanker yang menjalani kemoterapi dapat mengalami kelainan ini sebagai komplikasi dari kemoterapi.

Gejala Sindrom Mallory Weiss

Pada kasus yang masih ringan, sindrom Mallory-Weiss mungkin tidak menghasilkan gejala. Namun, ketika kondisinya  parah, gejala yang muncul, yaitu:

  • Sakit perut;
  • Muntah darah (hematemesis);
  • Muntah dengan tidak sengaja;
  • Feses berdarah atau hitam.

Muntah darah biasanya menjadi berwarna  gelap dan membeku serta mungkin terlihat seperti bubuk kopi. Kadang-kadang muntah juga berwarna merah segar. Darah yang muncul di feses juga bisa menjadi gelap. Ketika pengidap mengalami perdarahan besar, feses mungkin berwarna merah segar. 

Baca juga: Ini Dampak Negatif Kecanduan Alkohol pada Tubuh

Cara Diagnosis Sindrom Mallory Weiss

Saat proses diagnosis, dokter akan langsung bertanya apakah kamu sering mengonsumsi alkohol atau mengidap penyakit baru-baru ini. Jika gejala yang kamu alami menunjukkan perdarahan aktif di kerongkongan, dokter mungkin akan melakukan prosedur esophago gastro duodenoscopy (EGD). Sebelum menjalani prosedur ini, kamu harus minum obat penenang dan penghilang rasa sakit untuk mencegah ketidaknyamanan selama prosedur. 

Setelah itu, dokter akan memasukkan tabung kecil yang fleksibel yang dilengkapi kamera (endoskop), turun ke kerongkongan dan ke dalam perut. Ini dapat membantu dokter melihat kerongkongan dan mengidentifikasi lokasi robekannya. Dokter Anda kemungkinan juga akan melakukan hitung darah lengkap (CBC) untuk mengkonfirmasi jumlah sel darah merah.

Pengobatan Sindrom Mallory Weiss

Sindrom Mallory Weiss yang masih bersifat ringan biasanya tidak perlu pengobatan karena perdarahan bisa berhenti dengan sendirinya. Ketika perdarahan berlanjut, pengobatan dapat berupa penyegelan lesi dengan menerapkan panas atau bahan kimia (kauterisasi) atau arus listrik frekuensi tinggi (elektrokoagulasi). Transfusi darah atau penggunaan obat vasopressin, pitressin, mungkin diperlukan. Pembedahan biasanya tidak diperlukan kecuali perdarahan tidak dapat dikendalikan oleh tindakan konservatif. 

Embolisasi juga mungkin diperlukan ketika perdarahan kerongkongan tidak terkendali. Prosedur ini terdiri dari memasukkan bahan, seperti gelfoam, bucrylate, atau alkohol (etanol) dan gulungan stainless steel ke area yang terkena.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Sindrom Mallory Weiss

Kalau kamu punya kebiasaan minum alkohol, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut untuk mencegah sindrom Mallory-Weiss. Kamu bisa bicara dengan dokter maupun psikolog melalui aplikasi Halodoc tentang kiat-kiat berhenti minum alkohol. Lewat aplikasi Halodoc kamu dapat menghubungi mereka kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
National Organization for Rare Disorder. Diakses pada 2020. Mallory Weiss Syndrome.
Healthline. Diakses pada 2020. Mallory-Weiss Syndrome.