Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil, Bahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
berhubungan intim saat hamil

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, bukan berarti ibu harus mengucapkan selamat tinggal pada kegiatan berhubungan intim dengan suami. Berhubungan intim saat hamil masih dianggap cukup aman dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat. Berhubungan intim ketika menjalani kehamilan membantu ibu menurunkan tingkat stres dan membangun hubungan yang semakin erat dengan pasangan.

Baca juga: 7 Manfaat Melakukan Hubungan Intim Saat Hamil

Namun, setelah selesai sesi bercinta yang menggairahkan, ada beberapa ibu hamil yang mengalami pendarahan. Tentunya kondisi ini bikin ibu jadi panik dan khawatir dengan kondisi janin. Pendarahan setelah berhubungan intim saat hamil belum tentu disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Ini ulasannya.

  1. Rahim Menjadi Lebih Sensitif

Saat menjalani kehamilan hormon kehamilan menyebabkan serviks menjadi lebih sensitif dari biasanya. Hal ini karena suplai darah ke vagina dan leher rahim meningkat cukup cepat saat ibu hamil. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil kerap alami perdarahan ketika menjalani hubungan intim. Tidak ada salahnya kunjungi rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisi ini tidak membahayakan ibu atau janin.

  1. Pecahnya Kapiler Darah

Penyebab suplai darah ke vagina dan leher rahim meningkat karena terbentuknya banyak kelompok pembuluh darah halus untuk memenuhi kebutuhan oksigen ibu dan janin yang tinggi. Hubungan seks saat hamil yang terlalu intens atau lebih bersemangat dari bisa menyebabkan pembuluh halus ini pecah, sehingga muncul bercak darah atau pendarahan ringan.

Baca juga: 5 Aturan Berhubungan Intim yang Aman Saat Hamil

Pendarahan karena hal ini umumnya tidak berbahaya. Ibu bisa tetap berhubungan intim di lain waktu, tetapi minta pasangan untuk melakukannya dengan lebih lembut. Ibu dan suami bisa mengganti posisi bercinta dengan yang lebih aman, misalnya spooning atau penetrasi dari belakang untuk mencegah pendarahan.

  1. Penyakit Polip Rahim

Selain itu, penyakit polip rahim juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan setelah berhubungan intim. Dilansir dari Cleveland Clinic, polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di serviks dan terjadi karena tingkat estrogen yang tinggi. Sebagian besar polip rahim bersifat jinak dan bisa ditangani dengan melakukan terapi.

Mengalami pendarahan ringan sesekali setelah berhubungan intim saat hamil trimester kedua atau ketiga masih termasuk hal yang wajar. Kemungkinan ibu mengalami keguguran setelah berhubungan seks saat hamil juga sangat kecil, bahkan risikonya hampir nol besar setelah usia kehamilan mencapai 12 minggu. Jadi, ibu hamil enggak perlu khawatir ketika ingin berhubungan intim karena janin aman terlindungi dalam kantung ketuban rahim dan leher rahim tertutup rapat oleh lendir.

Apakah Aman untuk Kondisi Janin?

Umumnya, melakukan hubungan intim saat menjalani masa kehamilan adalah salah satu kondisi yang cukup aman untuk dilakukan, asal ibu tidak mengalami beberapa masalah pada kehamilan. Namun, jika ibu pernah mengalami kondisi keguguran berulang, riwayat melahirkan bayi secara prematur, perdarahan melalui vagina, alami gangguan pada posisi plasenta, bicarakan kondisi ini pada tim medis atau dokter kandungan. Ibu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya seputar berhubungan intim saat kehamilan agar kesehatan ibu dan janin tetap terjaga.

Baca juga: Hati-hati, Ini Bahaya Berhubungan Intim Saat Hamil Muda

Dilansir dari situs halaman National Health Service UK, hindari melakukan hubungan intim ketika ibu hamil mengalami pecah ketuban dini. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi pada janin. Jangan lupa untuk cari tahu posisi hubungan intim yang aman bagi ibu hamil agar kegiatan ini tidak berisiko bagi ibu dan janin di dalam kandungan.

Referensi:
Fox News. Diakses pada 2019. 9 Benefits of Sex During Pregnancy
National Health Service UK. Diakses pada 2019. Sex During Pregnancy
Cleveland Clinic. Diakses pada 2019. Uterine Polyps