24 September 2018

Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim Saat Hamil, Bahayakah?

berhubungan intim saat hamil

Halodoc, Jakarta – Saat hamil, bukan berarti ibu harus mengucapkan selamat tinggal pada kegiatan berhubungan intim dengan suami. Berhubungan intim saat hamil masih dianggap cukup aman dilakukan selama kondisi kandungan ibu sehat dan kuat. Namun, setelah selesai sesi bercinta yang menggairahkan, ada beberapa ibu hamil yang mengalami pendarahan. Tentunya kondisi ini bikin ibu jadi panik dan khawatir dengan kondisi janin. Enggak perlu panik, yuk cari tahu penyebab keluar darah setelah berhubungan intim saat hamil di sini.

Sebenarnya untuk menentukan bahaya atau tidaknya pendarahan akibat berhubungan intim saat hamil tergantung dari:

  • Usia Kandungan.

Bila usia kandungan ibu kurang dari 20 minggu, bercak darah yang keluar setelah berhubungan intim masih dianggap normal. Namun, bila bercak darah keluar setelah usia kandungan 20 minggu maka  sebaiknya ibu memeriksakan diri ke dokter karena hal itu merupakan kondisi serius dan emergency.

  • Jumlah Pendarahan.

Bila volume darah yang keluar sangat banyak, maka kondisi tersebut perlu dikhawatirkan.

Bila ibu punya riwayat keguguran dari kehamilan sebelumnya, hubungan seks saat hamil mungkin saja bisa menyebabkan keguguran. Oleh karena itu, dokter biasanya akan menyarankan ibu untuk tidak melakukan hubungan intim dulu selama trimester pertama untuk berjaga-jaga.

  • Disertai kram perut atau mulas.

Ibu juga dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter bila pendarahan disertai gejala kram perut, karena hal ini merupakan pertanda keguguran.

Ibu hamil yang mengalami plasenta previa sangat tidak dianjurkan untuk berhubungan intim. Pendarahan setelah hubungan intim saat hamil mungkin saja menjadi pertanda bahaya pada kondisi janin.

Penyebab Pendarahan Setelah Hubungan Intim saat Hamil

Pendarahan setelah berhubungan intim saat hamil belum tentu disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya. Berikut beberapa penyebab kondisi ini bisa terjadi:

1. Rahim Menjadi Lebih Sensitif

Rahim beberapa ibu hamil memang menjadi lebih sensitif saat melakukan hubungan seks saat hamil. Hal ini karena suplai darah ke Miss V dan leher rahim meningkat cukup cepat saat ibu hamil.

2. Pecahnya Kapiler Darah

Penyebab suplai darah ke Miss V dan leher rahim meningkat adalah karena terbentuknya banyak kelompok pembuluh darah halus guna memenuhi kebutuhan oksigen ibu dan janin yang tinggi. Hubungan seks saat hamil yang terlalu intens atau lebih bersemangat dari biasanya bisa menyebabkan pembuluh halus ini pecah, sehingga akhirnya muncullah bercak darah atau pendarahan ringan.

Pendarahan karena hal ini umumnya tidak berbahaya. Ibu bisa tetap berhubungan intim di lain waktu, tetapi minta pasangan untuk melakukannya dengan lebih lembut. Ibu dan suami juga bisa mengganti posisi bercinta dengan yang lebih aman, misalnya seperti spooning atau penetrasi dari belakang untuk mencegah pendarahan.

3. Penyakit Polip Rahim

Selain itu, penyakit polip rahim juga bisa menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan setelah berhubungan intim. Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di serviks dan terjadi karena tingkat estrogen yang tinggi. Sebagian besar polip rahim bersifat jinak dan bisa ditangani dengan melakukan terapi.

Mengalami pendarahan ringan sesekali setelah berhubungan intim saat hamil trimester kedua atau ketiga masih termasuk hal yang wajar. Kemungkinan ibu mengalami keguguran setelah berhubungan seks saat hamil juga sangat kecil, bahkan risikonya hampir nol besar setelah usia kehamilan mencapai 12 minggu. Jadi, ibu hamil enggak perlu khawatir bila ingin berhubungan intim karena janin aman terlindungi dalam kantung ketuban rahim dan leher rahim tertutup rapat oleh lendir.

Namun, bila pendarahan disertai dengan gejala lainnya, seperti kram perut intens, demam tinggi, dan kontraksi rahim, ibu sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Bila ibu hamil mengalami masalah kesehatan setelah berhubungan intim, tanyakan saja ke dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: