• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kelumpuhan Saraf Wajah, Gejala Awal Kanker Kelenjar Air Liur

Kelumpuhan Saraf Wajah, Gejala Awal Kanker Kelenjar Air Liur

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Penyakit kanker adalah pertumbuhan tidak normal dari sel jaringan pada tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Melansir dari Yayasan Kanker Indonesia, penyakit kanker dapat dialami semua orang dan bisa terjadi di bagian organ tubuh mana saja, termasuk juga pada bagian kelenjar air liur. 

Baca juga: Kanker Kelenjar Air Liur Terjadi Akibat Tumor Ganas

Adanya mutasi atau perubahan genetik pada kelenjar ludah menjadi penyebab mengapa seseorang mengidap kanker kelenjar air liur. Selain itu, pengidap juga mengalami beberapa gejala yang menjadi tanda adanya kanker kelenjar air liur, salah satunya adalah saraf wajah yang mengalami kelumpuhan. Ini ulasan selengkapnya.

Kelumpuhan Saraf Wajah Hingga Keluarnya Cairan Telinga

Kelenjar air liur adalah salah satu kelenjar yang berfungsi untuk mengeluarkan air liur pada mulut. Tentunya, air liur memiliki banyak fungsi, seperti membantu proses pelumatan makanan, membersihkan mulut, dan mengandung antibodi untuk membantu melawan kuman maupun bakteri dalam mulut.

Melansir Mayo Clinic, kanker kelenjar air liur adalah jenis kanker yang jarang terjadi. Adanya perubahan genetik pada kelenjar air liur menyebabkan sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali dan berubah menjadi sel kanker yang menyerang jaringan di sekitarnya. Sel kanker yang terbentuk juga bisa menyebar pada beberapa organ tubuh lainnya yang dekat dengan kelenjar air liur.

Gejala umum dari kanker kelenjar air liur adalah munculan benjolan atau area yang mengalami pembengkakan pada area kelenjar air liur. Namun, meskipun begitu, pemeriksaan ke rumah sakit diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya benjolan atau pembengkakan tersebut.

Baca juga: Kenali 3 Jenis Kanker Kelenjar Air Liur

Selain munculnya benjolan, kelumpuhan saraf pada wajah juga menjadi gejala lainnya dari tanda adanya sel kanker pada bagian kelenjar air liur. Kelumpuhan saraf pada wajah nyatanya menyebabkan sebagian wajah mengalami kondisi mati rasa, otot pada satu sisi wajah menjadi melemah, dan juga kesemutan pada salah satu bagian wajah.

Melansir National Cancer Institute, kesulitan menelan dan membuka mulut juga menjadi beberapa gejala dari kanker kelenjar air liur. Selain itu, pengidap kanker kelenjar air liur biasanya juga mengalami keluarnya cairan dari dalam telinga. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk memastikan kondisi ini, dengan melakukan pemeriksaan fisik, MRI, dan CT Scan.

Kurang Makan Sayur Picu Kanker Kelenjar Air Liur

Tentunya selain penyebab, ada beberapa faktor pemicu yang meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit kanker kelenjar air liur. Melansir American Cancer Society, ada beberapa faktor pemicu yang sama dengan jenis kanker lainnya, seperti kebiasaan merokok atau adanya riwayat keluarga dengan kondisi yang serupa.

Jadi, tidak ada salahnya untuk menurunkan risiko dengan menjalani gaya hidup sehat dan hentikan kebiasaan merokok. Kamu juga bisa bertanya langsung dengan dokter tentang pencegahan kanker kelenjar air liur yang paling tepat. Caranya mudah, hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja. 

Selain itu, kanker kelenjar air liur sangat rentan dialami oleh seseorang yang telah memasuki usia lanjut. Penyakit ini juga lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita. Lingkungan bekerja yang penuh dengan bahan kimia maupun paparan radiasi juga meningkatkan risiko kanker kelenjar air liur. Selalu gunakan alat pelindung diri secara lengkap untuk menurunkan risiko yang akan kamu alami.

Baca juga: Awas, Komplikasi Akibat Kanker Kelenjar Air Liur

Pola makan dapat menjadi salah satu faktor pemicu. Seseorang yang jarang mengonsumsi sayur maupun buah, namun sering mengonsumsi makanan yang mengandung lemak hewan nyatanya berisiko mengalami kondisi kanker kelenjar air liur. Jadi, jangan lupa untuk tetap jaga pola makan dan gaya hidup sehat sebagai salah satu pencegahan penyakit kanker kelenjar air liur.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Salivary Glands Tumor
National Cancer Institute. Diakses pada 2020. Salivary Gland Cancer
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Salivary Gland Cancer