04 February 2019

Alasan Rokok Bisa Jadi Penyebab Kanker

Alasan Rokok Bisa Jadi Penyebab Kanker

Halodoc, Jakarta - Cancer Research UK pernah mengungkapkan merokok adalah salah penyebab terbesar kanker yang sebenarnya masih dapat dicegah. Bahan kimia dalam asap rokok memasuki aliran darah dan mempengaruhi seluruh tubuh manusia. Hal ini yang membuat anggapan rokok menyebabkan kanker bukan sekadar gurauan.

Begitu banyak jenis kanker yang dapat berkembang di tubuh manusia akibat rokok. Tubuh manusia dirancang untuk menghadapi kerusakan yang datang dari luar, tetapi tubuh tidak sepenuhnya mampu mengatasi jumlah bahan kimia berbahaya dalam asap rokok. Jadi, berhenti merokok adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan dari risiko kanker.

Jenis Kanker Apa yang Bisa Muncul Karena Rokok?

Hubungan antara merokok dan kanker sangat jelas. Setidaknya, rokok dilaporkan mampu menyebabkan 15 jenis kanker. Cancer Research UK mengungkapkan bahwa kebiasaan buruk  ini menyebabkan sekitar 7 dari 10 kasus kanker paru-paru di Inggris, yang juga merupakan penyebab paling umum kematian. Rokok menyebabkan kanker seperti kanker mulut, faring (tenggorokan atas), hidung dan sinus, laring (kotak suara), kerongkongan (pipa makanan), hati, pankreas, lambung, ginjal, usus, ovarium, kandung kemih, leher rahim, dan beberapa jenis kanker darah seperti leukemia.

Selain itu, durasi kamu merokok juga berpengaruh pada risiko serangan kanker. Misalnya, merokok satu bungkus sehari selama 40 tahun bahkan lebih berbahaya daripada merokok dua bungkus sehari selama 20 tahun. Semakin banyak rokok yang kamu isap sehari, semakin tinggi risiko kanker, jadi mengurangi jumlah rokok yang kamu isap sehari bisa menjadi langkah awal yang baik untuk kemudian berhenti secara total dari kebiasaan ini.

Baca Juga: Dikira Aman, Rokok Elektrik Tingkatkan Stres

 

Bagaimana Cara Rokok Menyebabkan Kanker?

Setiap 15 batang rokok yang diisap, ada perubahan DNA yang menyebabkan sel dalam tubuh menjadi kanker. DNA di semua sel tubuh mengendalikan bagaimana mereka bekerja, jadi jika DNA rusak tubuh ikut mengalami efeknya. Bahan kimia dalam asap rokok merusak sistem pembersihan yang digunakan tubuh kita untuk menghilangkan racun, sehingga tubuh perokok menjadi kurang mampu menangani bahan kimia beracun dibandingkan dengan mereka yang memiliki paru-paru dan darah yang sehat.

Menurut Drg Rahmi Amtha, MDS. Sp.PM, PhD, ketua Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia, rokok mengandung ratusan zat karsinogen atau zat yang dapat memicu kanker. Di dalam rokok terkandung dua zat yang terbukti bersifat karsinogenik yaitu acetaldehyde dan aromatic amine. Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki 100 triliun lebih sel dan semuanya sebenarnya berada dalam kondisi yang tidak berbahaya kecuali terjadi paparan dari karsinogen, seperti rokok.

Adanya zat karsinogenik membuat sel yang tadinya ramah bagi tubuh lalu mengalami mutasi gen sehingga sebelumnya merupakan sel normal menjadi aktif dan berkembang di luar kontrol.

Inti dari penyakit kanker adalah perubahan sel tersebut yang disebabkan zat karsinogenik. Ketika sel berubah menjadi lebih ganas, maka ia menyebabkan tumor dan jika tidak terkendalikan akan menghasilkan kanker yang mematikan.

Sayangnya, seringkali kondisi kanker sulit untuk dideteksi sejak dini sebab perkembangan sel kanker yang berdampak secara fisik baru terlihat saat kanker sudah masuk ke stadium lanjut. Dari berbagai penjelasan soal kanker, rokok menjadi penyebab kanker yang paling berbahaya. Namun, terkait organ mana yang lebih mudah dalam terjangkit kanker akibat rokok, masih belum dapat dipastikan. Sel yang teraktivasi lebih banyak masih juga belum diketahui pasti, semua tergantung pada mekanisme sel yang sensitif menangkap zat karsinogen tersebut.

Baca Juga: Dapatkan 5 Hal Ini Jika Berhenti Merokok

 

Jadi, kini kamu tahu rokok menyebabkan kanker dan jika ingin bertanya lebih lanjut terkait gangguan kesehatan akibat rokok, kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa berdiskusi dengan dokter melalui Voice/Video Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.