08 June 2018

Kena Diare Saat Mudik, Pastikan Obat Ada Komposisi Ini

Kena Diare Saat Mudik, Pastikan Obat Ada Komposisi Ini

Halodoc, Jakarta – Masalah gangguan pencernaan seperti diare merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi saat mudik. Apalagi bila kamu cenderung makan sembarangan. Akibatnya, bakteri dan kuman jadi sangat mudah masuk ke dalam saluran pencernaan dan menyebabkan diare. Perjalanan mudik yang seharusnya menyenangkan pun, jadi terasa menyiksa karena penyakit yang satu ini.

Saat mengalami diare, banyak orang yang berusaha menghentikannya dengan mengonsumsi obat diare. Tapi tahukah kamu, tidak semua obat diare cocok untuk menyembuhkan diare lho. Kamu perlu memastikan terlebih dahulu komposisi obat diare yang tepat untukmu.

Macam-Macam Penyebab Diare

Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi obat diare tertentu, sebaiknya kamu periksa dulu kira-kira apa yang menjadi penyebab diaremu. Dengan mengetahui penyebabnya, kamu bisa melakukan penanganan yang tepat sasaran. Ada bermacam-macam penyebab diare, sehingga penanganannya pun harus disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut penyebab-penyebab diare:

  • Infeksi Bakteri

Mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri-bakteri seperti Campylobacter, Clostridum difficile, Salmonella, dan Escherichia coli bisa menyebabkan keracunan makanan, hingga akhirnya berujung pada diare. Gejala-gejala diare seperti ini antara lain demam, kotoran yang keluar berlendir atau mengeluarkan darah yang menunjukkan adanya peradangan di dalam perut.

(Baca juga: Hindari Keracunan Makanan Karena Salah Simpan)

  • Gangguan Makan

Tidak sengaja mengonsumsi makanan yang memicu alergimu kambuh juga bisa menyebabkan diare. Biasanya kebanyakan orang memiliki intoleransi terhadap fruktosa (pemanis alami pada madu dan buah-buahan) dan intoleransi terhadap laktosa (susu dan produk sejenisnya). Diare yang disebabkan karena gangguan makan biasanya tidak disertai demam dan tidak sakit perut, namun kotoran yang keluar cenderung encer.

  • Efek Samping Obat

Mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan tertentu juga bisa memberi efek samping seperti diare. Obat-obatan tersebut antara lain obat pencahar dan antibiotik.

Menentukan Jenis Obat Diare yang Tepat

Nah, setelah mengetahui penyebabnya, kamu diharapkan dapat memilih obat diare yang tepat. Obat anti diare yang banyak dijual di pasaran, umumnya hanya boleh digunakan untuk jenis diare yang bukan disebabkan oleh infeksi. Karena untuk mengatasi infeksi perut, terutama infeksi yang disebabkan bakteri atau parasit, kamu memerlukan obat antibiotik. Berdasarkan fungsinya, obat anti diare dibedakan menjadi dua jenis:

  • Obat yang Menghentikan Diare

Obat anti diare ini memiliki fungsi memperlambat gerakan peristaltik usus, sehingga feses lambat keluar dan frekuensi buang air besar menjadi berkurang. Namun, obat ini memiliki efek samping yaitu membuat perut menjadi kembung.

  • Obat yang Memadatkan Feses

Obat ini berfungsi untuk mengeraskan feses, yaitu dengan cara menyerap zat-zat yang tidak berguna sehingga feses menjadi padat.

(Baca juga: 7 Cara Tepat Menghentikan Diare)

Loperamide (Imodium)

Saat ingin membeli obat anti diare, sebaiknya pilihlah yang mengandung loperamide. Obat ini terbukti efektif dan memiliki efek samping yang sedikit. Loperamide menghentikan diare dengan cara membuat kotoranmu menjadi lebih padat dan mengurangi frekuensi buang air besar.

Salah satu merek obat loperamide yang paling dikenal adalah Imodium. Bila mengalami diare, kamu bisa mengonsumsi Imodium setiap selesai BAB atau sesuai dengan anjuran dokter. Namun, perhatikan juga dosisnya. Bagi orang dewasa, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi lebih dari 8 mg dalam sehari. Imodium juga sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan perut kosong.

Kamu bisa membeli obat anti diare di aplikasi Halodoc. Caranya sangat mudah, tinggal order saja lewat fitur Apotik Antar dan pesananmu akan tiba dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

(Baca juga: Yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Diare)