Kenali 5 Pemicu Arthritis yang Sebaiknya Dihindari

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Kenali 5 Pemicu Arthritis yang Sebaiknya Dihindari

Halodoc, Jakarta - Nyeri sendi bukanlah keluhan kesehatan yang hanya dialami oleh lansia saja. Saat ini banyak kok orang-orang diusia produktif yang terserang masalah ini. Dari banyaknya hal yang bisa menyebabkan nyeri sendi, arthritis atau radang sendi sering menjadi penyebabnya.

Kondisi ini merupakan ketika sendi mengalami peradangan dalam satu atau beberapa sendi. Gejalanya bermacam-macam, mulai dari nyeri, kemerahan, bengkak, hingga sensasi hangat pada sendi. Awas, kondisi ini ujung-ujungnya bisa membuat sendi menjadi kaku, bahkan sulit digerakan.

Pertanyaannya, hal apa saja sih yang bisa memicu arthritis?

Baca juga: Bukan Hanya Orangtua, Anak Muda Juga Bisa Terserang Radang Sendi

Awasi Hal-hal yang Bisa Memicunya

Dalam beberapa kasus, radang sendi yang terjadi di usia muda biasanya karena cedera. Nah, untuk mengatasi nyeri sendi ini, pengidapnya perlu memodifikasi gaya hidup. Misalnya, menjauhkan diri dari aktivitas yang bisa membebani sendi, seperti naik-turun tangga. 

Di samping itu, faktor genetik juga bisa saja memicu seseorang mengidap penyakit ini. Biasanya mereka lahir dengan bantalan tulang yang lebih tipis daripada orang lain. Nah, orang-orang dengan ini rentan mengalami nyeri di usia muda. 

Yang perlu diingat, artritis yang terjadi secara berkelanjutan ini bisa menyebabkan kandungan glukosamin dan kondroitin pada sendi semakin terkikis. Nah, hal ini bisa memicu kerusakan sendi yang lebih parah. 

Nah berikut ini hal-hal yang bisa memicunya. 

1. Berat Badan Berlebih

Obesitas kerap kali memicu arthritis, alasannya berat badan yang berlebih amat berpengaruh pada kondisi sendi. Di sini sendi akan menahan beban berlebih, sehingga berpotensi mengalami kerusakan. Misalnya, sendi bagian lutut atau pinggul.

Tak hanya itu saja, jaringan-jaringan pada lemak akan memproduksi protein yang bisa memperparah peradangan pada sendi. Oleh sebab itu, cobalah turunkan berat badan, hingga mencapai berat ideal agar terhindari dari arthritis. 

Baca juga:Pegawai Kantoran Rentan Terkena Radang Sendi

2. Malas atau Menghindari Olahraga 

Umumnya banyak orang berhenti berolahraga ketika sendi bermasalah. Alasannya jelas, sebab ketika menggerakkan tubuh biasanya akan timbul rasa ngilu akibat nyeri sendi yang membuat aktivitas fisik ini jadi enggak nyaman dan terkadang menyakitkan. Namun, sebenarnya bila kamu mengidap nyeri sendi bukan berarti lantas harus berhenti berolahraga. Dengan kata lain, cara menghilangkan nyeri sendi justru harus aktif bergerak.

Kamu bisa kok menghilangkan nyeri sendi dengan berolahraga. Sebab, olahraga bisa membuat tubuh terus memproduksi cairan pelumas sendi dan membuat sirkulasi darah tetap lancar. Namun, yang perlu diingat, enggak semua jenis olahraga bisa menjadi solusi atas problematika gangguan sendi. 

Menurut ahli dalam buku Mitos dan Fakta – Olahraga & Yoga, olahraga yang bersifat high impact bisa menyebabkan terjadinya benturan antartulang. Nah, olahraga seperti ini enggak cocok untuk menyembuhkan gangguan sendi. Yang lebih cocok, yaitu olahraga yang sifatnya minim benturan di daerah antartulang. Misalnya, yoga, Tai chi, atau berenang. 

Baca juga: Sakit pada Sendi Saat Bergerak, Hati-Hati Bursitis

3. Merokok

Menurut studi yang dipublikasi dalam jurnal Arthritis Research and Therapy, kebiasaan merokok pada wanita bisa meningkatkan risiko terserang penyakit rheumatoid arthritis (RA). RA sendiri merupakan salah satu jenis dari arthritis. 

Dalam penelitian itu disebutkan, wanita yang merokok sekitar 1-7 batang tiap harinya, berisiko dua kali lipat mengalami RA dibandingkan mereka yang tak merokok. Hati-hati, RA ini merupakan penyakit autoimun yang bisa membuat sendi terasa nyeri dan bengkak.

4. Posisi Duduk atau Berdiri yang Keliru

Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh pekerja kantoran yang diharuskan duduk selama berjam-jam. Padahal, kebiasaan duduk terlalu lama bisa memperparah gejala arthritis. Oleh sebab itu, cobalah regangkan otot tubuh sesering mungkin. 

5. Olahraga High Impact

Faktanya, olahraga berlebihan ternyata juga bisa memicu arthritis, terutama olahraga high impact. Makanya, tak heran mengapa para atlet lebih mungkin terserang osteoarthritis (salah satu jenis arthritis). Di samping itu, mereka yang non-atlet, tapi sering mengikuti olahraga high impact, seperti maraton, juga rentan mengalami arthritis pada lutut. 

Memiliki masalah pada sendi atau tulang? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!