Kenali 6 Gejala Munculnya Kalazion

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali 6 Gejala Munculnya Kalazion

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar kata “kalazion” dalam dunia medis? Hmm, kalazion bukanlah nama virus, jenis protein, atau pula sebuah bakteri, melainkan kelainan mata yang ditandai adanya benjolan pada kelopak mata.

Kondisi di atas diakibatkan oleh sumbatan pada kelenjar meibom. Kelenjar minyak pada kelopak mata ini bertugas untuk menjaga kelembapan bola mata. 

Awas, jangan anggap remeh penyakit ini lho. Sebab, kalazion bisa menimbulkan infeksi di sekitar mata. Pertanyaannya, seperti apa sih gejala penyakit mata ini? 

Baca juga: 5 Hal yang Menyebabkan Munculnya Kalazion

Benjolan Kecil Hingga Bengkak

Dalam kebanyakan kasus, masalah pada mata ini lebih sering terjadi pada orang dewasa ketimbang anak-anak. Gejala-gejala yang bisa timbul umumnya hampir selalu sama pada masing-masing pengidapnya. Nah, berikut ini beberapa gejala kalazion yang sering dialami pengidapnya:

  1. Benjolan kecil pada kelopak mata, terutama kelopak bagian atas;

  2. Rasa mengganjal atau tidak enak pada mata;

  3. Iritasi ringan pada mata;

  4. Mata berair;

  5. Kemerahan pada kulit kelopak; dan

  6. Bengkak pada kelopak.

Selain itu, kalazion juga bisa menimbulkan nyeri dan biasanya hanya dirasakan saat awal munculnya penyakit ini. Setelah itu, nyerinya akan hilang dengan sendirian. 

Nah, bila merasakan gejala-gejala di atas, kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya? 

Adanya Penyakit Kulit Hingga Diabetes

Berbicara penyebab kalazion, berarti harus berkenalan dengan kelenjar meibom. Kelenjar ini terletak pada permukaan bagian dalam kelopak mata. Kelenjar meibom memproduksi cairan yang bercampur dengan air mata. Tugasnya melindungi dan menjaga kelembapan mata, sehingga bola mata tak mudah kering dan teriritasi. 

Akan tetapi, dalam beberapa kasus kelenjar ini bisa mengalami penyumbatan. Alhasil, cairan yang dibentuk kelenjar meibom bisa menumpuk, dan membentuk benjolan berisi cairan. Nah, kondisi inilah yang menjadi biang keladi dari kalazion.

Yang perlu digarisbawahi, kalazion ini bisa dialami siapa saja, baik pria atau wanita, dewasa atau anak-anak. Di samping itu, ada pula beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko kalazion, misalnya: 

  • Diabetes;

  • Mengidap kalazion sebelumnya;

  • Peradangan di tepi kelopak mata (blefaritis); dan

  • Penyakit kulit tertentu, seperti dermatitis seboroik atau rosacea. 

Baca juga: Mengalami Kalazion, Inilah Cara Mengobatinya

Yang mesti diingat, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala kalazion. Passalnya, kalazion yang tak ditangani dengan tepat bisa memicu komplikasi yang lebih serius. Misalnya, infeksi yang bisa menyebar ke seluruh kelopak mata dan jaringan di sekitarnya. Awas, kondisi ini bisa menyebabkan selulitis orbita. 

Selulitis orbita ini nantinya bisa membuat kelopak mata memerah, bahkan bekang. Kondisi ini akan membuat pengidapnya tak bisa membuka mata, demam, hingga merasakan nyeri hebat.

Untuk menelisik kondisi ini, nantinya dokter akan bertanya mengenai gejala yang dialami pasien, gangguan mata yang pernah dialami, hingga kesehatan secara menyeluruh. Setelah itu, dokter akan memeriksa benjolan yang ada pada kelopak mata dengan senter. Sebenarnya tak ada pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis penyakit ini. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!