5 Hal yang Menyebabkan Munculnya Kalazion

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
5 Hal yang Menyebabkan Munculnya Kalazion

Halodoc, Jakarta – Banyak penyakit yang mengganggu kesehatan mata, salah satunya adalah penyakit kalazion. Penyakit kalazion adalah kondisi ketika mata mengalami pembengkakan pada bagian kelopak mata yang diakibatkan penyumbatan pada kelenjar minyak. 

Baca juga: Mengalami Kalazion, Inilah Cara Mengobatinya

Tidak hanya bengkak, terkadang kondisi kalazion ditandai benjolan kecil pada bagian kelopak mata, biasanya berukuran 2-8 milimeter. 

Umumnya, kondisi kalazion muncul pada kelopak mata bagian atas. Meskipun begitu, kondisi kalazion terjadi pada bagian kelopak bawah mata atau kedua mata. Tidak hanya satu, benjolan yang muncul lebih dari satu sehingga kelopak mata terlihat bengkak dengan tidak rata. Kondisi ini dikenal dengan kalazia.

Ketahui Penyebab Kalazion

Kelenjar meibom berfungsi untuk memproduksi cairan yang digunakan bersama dengan air mata. Namun, jika penyumbatan terjadi pada kelenjar meibom, tentu cairan menumpuk dan membuat kelopak mata terlihat bengkak atau muncul benjolan yang berisi cairan.

Umumnya kondisi ini hilang dengan sendirinya tanpa penanganan khusus dan dapat dialami oleh siapa saja dengan segala usia. Penyumbatan pada kelenjar meibom dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Adanya gangguan kulit seseorang khususnya pada bagian area mata seperti rosacea atau dermatitis seboroik.

  2. Peradangan pada bagian tepi kelopak mata atau blefaritis.

  3. Tidak hanya mengganggu kesehatan, penyakit diabetes dapat menyebabkan kondisi kalazion.

  4. Seseorang yang pernah mengalami kalazion sebelumnya rentan dan berisiko untuk mengalami kondisi ini kembali.

  5. Paparan udara yang kotor juga meningkatkan risiko tersumbatnya kelenjar.

Gejala Kalazion

Meskipun siapa saja dapat mengalami kondisi ini, orang dewasa sering mengidap kalazion dibandingkan anak-anak. Ketahui gejala dari penyakit kalazion agar segera mendapatkan penanganan.

Tidak hanya benjolan kecil yang muncul pada kelopak mata, kondisi ini menyebabkan rasa gatal dan tidak nyaman pada pengidap kalazion. Biasanya, kulit pada sekitar kelopak mata terlihat memerah. Rasa nyeri pada mata dan mata berair bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami kondisi kalazion.

Penanganan yang tepat meminimalisir risiko komplikasi pada kesehatan kamu. Kamu bisa pilih dokter terbaik di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Bekerja di Depan Komputer, Ini 4 Cara Jaga Kesehatan Mata

Perawatan Kondisi Kalazion

Seseorang dapat melakukan perawatan sendiri agar gejala dan benjolan yang muncul pada sekitar mata mulai mereda. Sebaiknya kompres bagian kelopak mata yang mengalami penyumbatan dengan air hangat selama 3-4 kali per hari. Perawatan ini membuat mata sedikit nyaman dan tidak terasa mengganjal.

Bersihkan bagian kelopak mata dengan rutin agar sel dan kulit mati tidak menumpuk pada bagian kelenjar meibom yang menambah pembengkakan pada bagian kelopak mata. Jangan lupa setiap kali melakukan perawatan untuk mencuci tangan terlebih dahulu agar tangan bersih dan mata kamu terhindar dari penyakit yang lainnya.

Pengobatan bisa dilakukan dengan prosedur operasi. Tindakan ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan yang menumpuk. Lakukan pengobatan yang sesuai untuk menghindari masalah komplikasi lainnya, seperti infeksi pada bagian mata. Jika terjadi peradangan, pengobatan yang bisa dilakukan menggunakan antibiotik oral.

Baca juga: 7 Cara Mudah Dalam Menjaga Kesehatan Mata

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!