Kenali 9 Gejala Supraventricular Tachycardia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Kenali 9 Gejala Supraventricular Tachycardia yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa jantung berdetak cepat hingga membuat tubuh berkeringat atau pusing? Hmm, mungkin saja hal ini menandai supraventricular tachycardia (SVT) atau takikardia supraventrikular. Awas, kondisi ini bisa menimbulkan berbagai masalah pada tubuh, lho.

Takikardia supraventrikular sendiri merupakan kondisi ketika jantung berdetak begitu cepat. SVT ini terjadi saat jantung berdetak 140–250 kali per menit. Padahal, detak jantung normal hanya berkisar 60–100 kali per menit. Artinya, jantung pengidap supraventricular tachycardia berdetak dua kali lebih cepat. 

SVT ini terjadi ketika impuls listrik yang mengatur detak jantung bekerja abnormal. Alhasil, jantung berdetak cepat hingga otot-otot jantung tidak dapat mengendur di sela-sela kontraksi.

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala supraventricular tachycardia?

Baca juga: Ini yang Dimaksud Penyakit Takikardia atau Palpitasi

Bukan Cuma Berdetak Cepat

Keluhan yang terjadi pada jantung ini tak pandang bulu, alias bisa dialami oleh wanita dan pria. Meski bisa terjadi pada semua usia, tetapi sebagian besar pengidap mengalami gejala supraventricular tachycardia di usia 25–40 tahun. 

Gejala yang paling umum adalah jantung berdebar. Selain itu, kondisi ini juga biasanya disertai dengan nyeri dada, berkeringat, dan sesak napas. Gejala jantung berdetak cepat ini seringkali bermula dan berakhir secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa menit, tetapi bisa juga bertahan hingga beberapa jam.

Tak cuma itu saja, supraventricular tachycardia juga bisa menimbulkan sederet gejala lain pada pengidapnya. Misalnya:

  1. Berkeringat;

  2. Pusing atau pening;

  3. Nadi di leher berdenyut kencang;

  4. Detak jantung mencapai 140–250 kali per menit (normalnya 60–100);

  5. Kelelahan; dan

  6. Sesak napas.

Hal yang perlu digarisbawahi, pengidap supraventricular tachycardia yang juga memiliki penyakit jantung, akan merasakan gejala yang berbeda. Gejalanya terasa lebih tidak nyaman ketimbang mereka yang tak mengidap penyakit jantung. 

Untuk anak-anak gejalanya hampir sama. Biasanya supraventricular tachycardia pada anak-anak bisa menimbulkan gejala:

  1. Berkeringat;

  2. Kulit Pucat; dan

  3. Denyut jantung lebih dari 200 kali per menit.

Nah, segeralah temui dokter bila merasakan gejala-gejala di atas untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Denyut Nadi Enggak Normal? Hati-hati Aritmia

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya?

Penyakit Jantung Sampai Stres

Berbicara penyebab takikardia supraventrikular, berarti membicarakan banyak hal. Pasalnya, penyebab kondisi ini tak hanya disebabkan oleh faktor tunggal, karena ada sederet kondisi yang bisa memicunya. Namun, dalam kebanyakan kasus, takikardia supraventrikular dipicu oleh penyakit jantung yang diidap.

Penyakit jantung ini bisa meliputi penyakit katup jantung, jantung koroner, hingga penyakit jantung bawaan. Selain jantung, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya takikardia supraventrikular. Misalnya:

  • Menyalahgunakan NAPZA;

  • Kebiasaan merokok;

  • Kelelahan fisik;

  • Mengidap kondisi medis, seperti gangguan hormon, sleep apnea, hingga diabetes.

  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol atau kafein;

  • Stres atau kegelisahan;

  • Efek obat-obatan atau suplemen seperti digoxin untuk gagal jantung, hingga antialergi atau pilek, seperti ephedrine atau phenylephrine;

  • Olahraga yang berlebihan;

  • Tekanan darah tinggi; dan

  • Anemia.

Ingat, takikardia supraventrikular ini bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Bila tak segera ditangani kondisi ini bisa memicu beberapa komplikasi. Mulai dari penurunan kesadaran, melemahnya jantung, hingga gagal jantung. Gagal jantung merupakan kondisi ketika jantung tidak dapat menyirkulasikan darah pada organ-organ tubuh. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!