• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Faktor Pemicu Munculnya Panu di Wajah

Kenali Faktor Pemicu Munculnya Panu di Wajah

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Kulit wajah yang bersih, halus, dan mulus tentu menjadi dambaan banyak orang, terutama para wanita. Namun, ada banyak masalah yang bisa muncul pada kulit wajah. Bukan hanya jerawat, infeksi jamur seperti panu yang biasanya muncul di kulit punggung, ternyata juga bisa muncul di kulit wajah. Kenapa panu bisa muncul di wajah? Ada beberapa faktor pemicunya yang perlu diketahui agar kamu bisa mencegahnya.

Kenalan dengan Panu

Panu, atau istilah medisnya disebut tinea versicolor, adalah infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur yang berlebihan di kulit. Infeksi ini bisa menyebabkan perubahan warna kulit dan terkadang gatal ringan.

Meskipun biasa terjadi di punggung, lengan, dan kaki, panu juga bisa muncul di wajah. Selain bisa menyebar, panu di wajah juga bisa mengurangi tingkat kepercayaan diri seseorang. Hal itu karena perubahan warna kulit yang diakibatkan oleh infeksi jamur ini bisa terlihat jelas di bawah paparan sinar matahari.

Warna ruamnya tidak selalu putih, bisa juga merah atau cokelat, tergantung pada warna kulit kamu. Meski begitu, tinea versicolor tidak menimbulkan rasa sakit atau menular. 

Baca juga: Bukan Panu, Ini 5 Penyebab Bercak Putih pada Kulit

Penyebab Panu dan Faktor Pemicunya

Jamur penyebab panu bisa ditemukan pada kulit yang sehat dan merupakan flora yang normal. Namun, jamur bisa menyebabkan masalah bila tumbuh secara berlebihan. Lantas, kenapa panu bisa muncul di wajah?

Ada sejumlah faktor yang bisa memicu pertumbuhan jamur secara berlebihan di kulit wajah, sehingga menyebabkan munculnya panu, yaitu:

  • Cuaca panas dan lembap. Cuaca panas bisa membuat kulit wajah menjadi lembap dan banyak berkeringat. Kondisi tersebut memicu munculnya panu di wajah. Itulah mengapa panu paling sering muncul selama musim panas. Orang-orang yang tinggal di daerah tropis atau subtropis juga berisiko tinggi mengalami panu.
  • Kulit berminyak. Bila kamu memiliki jenis kulit wajah yang lembap dan cukup berminyak, kamu berisiko tinggi mengalami panu di wajah.
  • Perubahan hormon. Perubahan hormon yang terjadi pada masa pubertas bisa membuat kelenjar minyak di kulit wajah menjadi lebih aktif, sehingga menghasilkan minyak berlebih yang bisa memicu munculnya panu di wajah. Wanita hamil juga lebih rentan terhadap panu.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Kamu juga berisiko lebih tinggi mengalami panu di wajah bila sistem kekebalan kamu tidak berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut bisa terjadi bila kamu mengonsumsi obat-obatan seperti kortikosteroid, pernah menjalani transplantasi organ, atau memiliki kondisi medis seperti diabetes.

Baca juga: Ketahui 4 Kebiasaan yang Bisa Tumbuhkan Panu di Tubuh

Cara Mencegah Panu

Bila kamu termasuk kelompok orang yang rentan mengalami panu di wajah, cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mencegah masalah kulit tersebut adalah dengan menjaga kebersihan wajah dengan baik. Jamur yang menyebabkan infeksi kulit ini ada secara alami pada kulit kamu. Jadi, dengan membersihkan wajah secara rutin dan mengeringkannya, kamu bisa mengurangi kemungkinan munculnya panu.

Bila kamu pernah mengalami panu sebelumnya, dokter kulit mungkin akan meresepkan obat-obatan atau produk kulit yang perlu kamu gunakan 1-2 kali setiap bulan. Kamu mungkin perlu menggunakannya hanya selama musim panas dan lembap saja.

Berikut ini perawatan untuk mencegah panu di wajah, yaitu: 

  • Sabun yang mengandung selenium sulfide.
  • Krim yang mengandung ketoconazole.
  • Obat minum, seperti itraconazole dan fluconazole.

Baca juga: Panu di Wajah Ganggu Penampilan, Ini Cara Mengatasinya

Itulah faktor pemicu munculnya panu di wajah. Bila kamu sering bermasalah dengan panu, kamu bisa berobat ke dokter kulit. Sekarang, kamu bisa buat janji berobat di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasinya sekarang juga untuk membantu kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Tinea Versicolor.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Tinea versicolor.