Panu

Pengertian Panu

Panu atau tinea versicolor adalah infeksi jamur pada kulit yang umum. Jamur mengganggu pigmentasi pada kulit sehingga menghasilkan area kulit dengan warna berbeda dengan kulit sekitarnya. Area ini dapat mempunyai warna lebih gelap atau terang. Panu paling sering mengenai torso dan pundak, dan paling sering menyerang remaja dan dewasa muda. Panu tidak menyebabkan nyeri dan juga tidak menular.

Gejala Panu

  • Area kulit dengan diskolorasi, biasanya pada bagian punggung, dada, leher, dan lengan atas, yang tampak lebih gelap atau terang.
  • Gatal ringan.
  • Kulit menebal.

Penyebab dan Faktor Risiko Panu

Jamur yang menyebabkan panu dapat ditemukan pada kulit yang sehat dan merupakan flora normal. Itu hanya mulai menyebabkan masalah ketika jamur tumbuh secara abnormal. Sejumlah faktor dapat memicu pertumbuhan ini, termasuk:

  • Cuaca panas dan lembap.
  • Kulit berminyak.
  • Perubahan hormonal.
  • Sistem kekebalan tubuh melemah.

Diagnosis Panu

Dokter dapat mendiagnosis panu dengan pemeriksaan kulit dan melihat ruam. Kadang-kadang, dokter mungkin menggunakan sinar ultraviolet yang akan membuat daerah yang terkena tampak berwarna kuning-hijau neon pada lesi panu.

Dokter mungkin juga mengambil sampel kulit dengan mengikis kulit dan sisik dari area yang terkena untuk dilihat di bawah mikroskop. Sampel kemudian dapat ditempelkan langsung ke slide untuk dilihat dengan mikroskop.

Penanganan Panu

Jika tinea versikolor parah atau tidak bereaksi terhadap obat antijamur yang dijual bebas, mungkin diperlukan obat resep dokter, dalam bentuk topical maupun oral. Obat-obatan tersebut, antara lain:

  • Ketokonazole (Ketoconazole, Nizoral, lainnya) krim, gel atau sampo.
  • Krim, gel atau sampo Ciclopirox (Loprox, Penlac).
  • Tablet flukonazol (Diflucan) atau larutan oral.
  • Tablet Itraconazole (Onmel, Sporanox), kapsul atau larutan oral.
  • Selenium sulfide (Selsun) 2,5 persen losion atau sampo.

Setelah perawatan selesai, warna kulit mungkin tetap tidak merata selama beberapa minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Infeksi juga dapat berulang dalam cuaca panas dan lembab. Dalam kasus persisten, mungkin perlu minum obat satu atau dua kali sebulan untuk mencegah infeksi berulang.

Pencegahan Panu

Pencegahan terbentuknya tinea versicolor adalah dengan menjaga kebersihan, termasuk menjaga agar kulit tidak lembap dan menjaga daya tahan tubuh.

Untuk membantu mencegah tinea versikolor kembali, dokter dapat meresepkan perawatan kulit atau mulut yang digunakan satu atau dua kali sebulan. Penggunaan ini hanya selama bulan-bulan yang hangat dan lembap. Perawatan pencegahan meliputi:

  • Selenium sulfide (Selsun) 2,5 persen lotion atau sampo.
  • Ketoconazole (Ketoconazole, Nizoral, lainnya) krim, gel atau sampo.
  • Tablet Itraconazole (Onmel, Sporanox), kapsul atau larutan oral.
  • Tablet flukonazol (Diflucan) atau larutan oral.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, segera berdiskusi dengan dokter