Kenali Gejala Awal Sarkoma Kaposi yang Harus Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Kenali Gejala Awal Sarkoma Kaposi yang Harus Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama sarkoma kaposi? Bagaimana dengan kanker, tak asing bukan? Nah, sarkoma kaposi ini merupakan kanker yang muncul akibat infeksi virus. Infeksi ini bisa menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal berupa bercak-bercak. Bercak yang berwarna merah atau ungu ini bisa tumbuh di bawah kulit, hidung, tepi mulut, kelenjar limfa, dan organ tubuh lainnya.

Hal yang perlu diingat, sarkoma kaposi ini tak pandang bulu. Alias bisa menyerang siapa saja, tak memandang usia dan jenis kelamin. Lantas, seperti apa sih gejala dari sarkoma kaposi?

Baca juga: Mengenal Sarkoma Jaringan Lunak, Tumor yang Menyerang Jaringan Lunak Tubuh

Mulai dari Lesi sampai Batuk Darah

Berbicara gejala sarkoma kaposi, berarti kita membicarakan banyak tanda. Sebab, kanker yang satu ini bisa menimbulkan sederet gejala pada pengidapnya. Nah, berikut ini beberapa gejala yang mungkin dialami pengidap sarkoma kaposi:

Lesi kulit biasanya ditandai dengan:

  • Lesi datar (makula), benjolan kurang dari 1 sentimeter (papular) atau benjolan yang lebih besar (nodular) atau mirip seperti plak.

  • Lesi kulit dapat terjadi di lokasi manapun, tetapi biasanya lebih sering pada kaki, daerah kepala, dan leher. 

  • Lesinya tidak terasa sakit atau nyeri

  • Warna lesi dapat cokelat, merah muda, merah, atau ungu. Pada orang dengan kulit gelap, lesi biasanya tersamar atau sulit dibedakan.

  • Diameter lesi mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter.

Kanker sarkoma kaposi bisa berkembang ke sistem pencernaan. Ketika menyebar, biasanya enggak menimbulkan gejala. Akan tetapi, ada beberapa pengidapnya yang mengalami gejala seperti:

  • Muntah darah, BAB berdarah, atau hitam;

  • Adanya sumbatan pada usus;

  • Rasa nyeri saat menelan atau kesulitan menelan; dan

  • Mual, muntah, dan nyeri perut.

Sarkoma kaposi pada organ paru dapat ditemukan melalui pemeriksaan rontgen secara tidak sengaja dan tanpa gejala, tetapi tanda dan gejala dapat meliputi:

  • Sesak napas;

  • Batuk;

  • Nyeri dada; dan

  • Batuk darah.

Nah, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala di atas. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Penyebab Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Gejalanya sudah, bagaimana dengan penyebabnya?

Gegera Infeksi Virus

Pertumbuhan sel abnormal yang berkembang pesat hingga menyerang sel sehat, merupakan penyebab kanker secara umum. Lantas, bagaimana dengan sarkoma kaposi? Sarkoma kaposi ini disebabkan oleh infeksi virus yang disebut herpes virus terkait sarkoma Kaposi (Kaposi Sarcoma associated Herpes Virus—KSHV), juga dikenal sebagai human herpesvirus 8 (HHV8).

Virus ini menyerang sel-sel endothelial, dan membuat sel-sel tersebut bertumbuh secara cepat dan bertahan hidup lama. Pada dasarnya, infeksi ini tak menyebabkan terjadinya sarkoma kaposi. Namun, lain ceritanya bila menyerang seseorang dengan sistem imun yang lemah.

Ketika menyerang orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, virus ini dapat bereplikasi dan menginfeksi sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan pembuluh limfa (sel endotel). Selanjutnya, virus akan membawa gen ke dalam sel endotel tersebut menyebabkan sel membelah terlalu banyak, tidak terkendali, dan sel dapat bertahan hidup lebih lama dari normalnya. 

Selain sistem imun yang lemah, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terserang virus ini. Misalnya, seks yang tidak aman, infeksi HIV, transplantasi organ, lansia, hingga pengidap penyakit kronis.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
WebMD (2019). What Is Kaposi's Sarcoma?
NHS Choices UK (2019). Health A – Z. Kaposi's sarcoma