23 October 2018

Penyebab Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Penyebab Kanker Sarkoma Jaringan Lunak

Halodoc, Jakarta - Kanker sarkoma jaringan lunak boleh dibilang menjadi salah satu tumor ganas (kanker) yang jarang ditemukan. Jumlahnya hanya 1 persen kasus pada orang dewasa, dan 7—10 persen pada anak-anak dan dewasa muda. Sarkoma jaringan lunak ini bisa menyerang bagian tubuh manapun.

Kata ahli, penyakit ini merupakan tumor ganas yang menunjang dan menghubungkan struktur disekeliling tubuh, antara lain, lemak, otot, saraf tendon, pembuluh darah, dan lapisan pada tulang sendi. Meskipun begitu, kebanyakan kanker sarkoma menyerang perut, lengan, dan tungkai. Namun yang perlu diingat, risiko mengalami kanker sarkoma ini akan meningkat seiring pertambahan usia.

Penyebab Kanker Sarkoma

Sama halnya dengan kanker jenis lainnya, sarkoma jaringan lunak terjadi akibat mutasi DNA di dalam sel sehingga berkembang di luar kendali. Sel-sel yang abnormal ini kemudian akan membentuk tumor yang bisa menyerang jaringan di sekitarnya. Bahkan, bisa menyebar ke tubuh bagian lain. Masalahnya, hingga saat ini penyebab terjadinya mutasi DNA belum dapat diketahui secara pasti.

Dengan kata lain, penyebab dari sarkoma jaringan lunak pun hingga kini belum diketahui. Namun, selain dari jenis sel yang mengalami mutasi genetik, beberapa ahli menduga kalau kanker sarkoma juga bisa terjadi karena virus, yaitu Kaposi’s sarcoma. Kanker yang jarang terjadi ini disebabkan oleh virus herpes manusia tipe 8. Virusnya menyerang orang dengan sistem imunitas yang lemah.

Meskipun penyebabnya belum diketahui pasti, tapi setidaknya ada beberapa hal yang dihubungkan dengan munculnya sarkoma.

  • Terpapar bahan kimia tertentu. Kata ahli, paparan terhadap bahan kimia bisa meningkatkan risiko terjadinya sarkoma. Asbes, arsen, dan herbisida merupakan jenis bahan kimia yang berhubungan dengan risiko terjadinya sarkoma.

  • Radiasi. Radiasi yang dijalani untuk terapi tumor lain bisa saja menyebabkan seseorang terserang sarkoma.

  • Terjadinya predisposisi genetik seperti sindrom gardner, hereditary retinoblastoma, dan neurofibromatosis  von recklinghausen tipe 1. Kata ahli, rusaknya gen TP53 juga bisa menyebabkan sindrom Li Fraumeni yang meningkatkan risiko sarkoma.

  • Faktor usia. Lansia lebih berisiko mengalami sarkoma jaringan lunak.

  • Mengidap penyakit Paget, yaitu suatu jenis gangguan pada tulang.

Kenali Gejalanya

Mengenali gejala sarkoma memang gampang-gampang susah. Sebab di tahap awal, sarkoma jaringan lunak tidak menimbulkan gejala apa pun dan sulit ditemukan. Alasannya, tumor ini dapat tumbuh di bagian tubuh manapun. Nah, biasanya gejalanya baru dapat terlihat bila tumor makin membesar.

Gejala yang ditunjukkan bisa berupa benjolan atau pembengkakan yang disertai rasa nyeri bila tumor menekan saraf atau otot. Kondisi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman hingga kesulitan bernapas. Kata ahli, keluhan yang timbul pada sarkoma jaringan lunak bergantung dari lokasi tumor berada. Meskipun begitu, ada beberapa gejala umum yang sering timbul pada pengidap kanker sarkoma.

  • Nyeri perut, perdarahan saluran cerna, dan sumbatan aliran makanan bila sarkoma berada di dalam rongga perut.

  • Benjolan yang tidak nyeri.

  • Gangguan saraf sensorik atau motorik bila terjadi penekanan sarkoma pada saraf.

Mau tahu lebih jauh mengenai sarkoma jaringan lunak? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa lho bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: