• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Hiperfosfatemia, Kondisi saat Tubuh Kelebihan Fosfat
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Hiperfosfatemia, Kondisi saat Tubuh Kelebihan Fosfat

Kenali Hiperfosfatemia, Kondisi saat Tubuh Kelebihan Fosfat

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 September 2022

“Hiperfosfatemia disebabkan karena penumpukan mineral fosfor di dalam tubuh. Penyebab utamanya adalah kelainan pada organ ginjal.”

Kenali Hiperfosfatemia, Kondisi saat Tubuh Kelebihan FosfatKenali Hiperfosfatemia, Kondisi saat Tubuh Kelebihan Fosfat

Halodoc, Jakarta – Tubuh membutuhkan mineral untuk membuat proses metabolisme lebih optimal, salah satunya fosfor atau dikenal pula dengan fosfat. Tubuh yang normal dan sehat akan memiliki kadar fosfat sebanyak 2,5 sampai 4,5 miligram per desiliter. 

Ketika kadarnya di dalam darah menjadi terlalu tinggi, tubuh akan mengalami kondisi yang dikenal dengan hiperfosfatemia. Kelainan ini sangat membahayakan tulang dan organ jantung apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Hiperfosfatemia Terjadi karena Kelainan Ginjal

Fosfat merupakan salah satu mineral yang punya banyak peran penting untuk tubuh, salah satunya membantu menjaga kekuatan gigi dan tulang. Kadar fosfat pada tubuh dikendalikan oleh ginjal. Kelebihan fosfor seharusnya terbuang bersama urine. 

Namun, bila terjadi gangguan pada ginjal, organ satu ini tentu tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik, termasuk membuang kelebihan fosfat yang ada di dalam tubuh. Efeknya tentu saja penumpukan fosfat dalam darah. Tak hanya karena kelainan ginjal, hiperfosfatemia juga terjadi karena kondisi berikut:

  • Diabetes yang tidak terkendali, sehingga membuat kadar gula darah terlalu tinggi dan berdampak pada kerusakan organ tubuh, tak terkecuali ginjal.
  • Diabetes asidosis.
  • Vitamin D berlebih.
  • Rendahnya kadar hormon paratiroid.
  • Mengalami infeksi serius pada tubuh.
  • Mengonsumsi suplemen fosfat dengan dosis tinggi setiap hari. 

Selain itu, tingginya kadar fosfat secara mendadak dalam darah juga bisa terjadi karena mengonsumsi obat pencahar yang memiliki kandungan fosfor. Biasanya, obat ini diberikan sebelum menjalani prosedur kolonoskopi.

Kenali Gejala Hiperfosfatemia

Meningkatnya kadar fosfor pada tubuh kerap kali tidak ditandai dengan gejala apa pun. Biasanya, gejala yang muncul justru mengarah pada kondisi yang menjadi pemicu hiperfosfatemi, atau bila penumpukan fosfor telah mengakibatkan kerusakan organ. Saat hal ini terjadi, seseorang akan mengalami beberapa gejala berikut ini. 

  • Tubuh lemas.
  • Mual dan muntah.
  • Mengalami sesak napas.
  • Sering gelisah dan sulit tidur.
  • Nyeri sendi dan tulang.
  • Otot terasa kaku.
  • Penurunan selera makan.
  • Kulit kemerahan dan gatal.
  • Mengalami kesemutan.

Adakah Komplikasi yang Mungkin Terjadi?

Fosfat akan berikatan dengan mineral kalsium di dalam darah. Alhasil, hiperfosfatemia menunjukkan terjadinya penurunan kadar kalsium di dalam darah. Saat hal ini terjadi, tubuh selanjutnya akan mengambil kalsium dari tulang. 

Apabila penurunan kalsium tidak segera ditangani, cadangan kalsium pada tulang akan habis dan bisa memicu pengeroposan tulang. Tak hanya itu, hiperfosfatemia juga meningkatkan risiko kalsifikasi pada jaringan, dinding pembuluh darah, dan organ lainnya. 

Kalsifikasi sendiri merupakan pengendapan plak kalsium garam, pada jaringan lunak di tubuh yang selanjutnya akan mengeras. Misalnya, pengerasan pada dinding arteri jantung yang merupakan aterosklerosis, penyebab awal stroke.

Pengobatan Hiperfosfatemia

Sebenarnya, hiperfosfatemia bisa ditangani dengan mengubah kebiasaan makan. Kamu bisa mengurangi asupan beberapa makanan berikut:

  • Daging merah.
  • Susu.
  • Kacang-kacangan.
  • Ikan.
  • Daging ayam atau daging unggas lain.
  • Telur bagian kuningnya.

Sebab, makanan tersebut memiliki kandungan protein tinggi. Konsumsinya yang berlebihan bisa membuat ginjal bekerja keras untuk membuang limbah protein. Selain itu, biasanya dokter akan memberikan obat untuk membantu mengendalikan kadar fosfat di dalam darah.

Inilah mengapa, kamu perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga kelainan pada tubuh bisa terdeteksi sejak dini dan penanganan bisa segera dilakukan. 

Kamu bisa buat janji berobat ke rumah sakit dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Download Halodoc di ponselmu sekarang juga, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Hyperphosphatemia.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is hyperphosphatemia?
Medscape. Diakses pada 2022. Phosphate (Phosphorus).