Kenali Kleptomania pada Anak dan Cara Mengatasinya

 kleptomania, penyebab kleptomania, dopamin,kleptomania

Halodoc, Jakarta - Terdapat satu penyakit psikologis pada anak atau orang dewasa yang sebetulnya cukup langka. Kondisi tersebut menyebabkan ia tidak mampu mengontrol hasrat dalam dirinya untuk mengambil barang yang bukan milik dirinya. Gangguan tersebut dalam istilah medis disebut kleptomania.

Penyakit ini tidak bisa disamakan dengan tindakan mencuri secara kriminal, sebab kebanyakan barang yang diambil oleh penderita kleptomania adalah barang yang tidak berharga. Motif kleptomania juga berbeda dengan motif mencuri yang biasanya mengincar barang berharga untuk dijual kembali.

Menurut Jacinta F Rini, M.Si., saat pengidap kleptomania mencuri sesuatu, ia tidak akan merasa bersalah sebab ia merasa ia sendiri tidak menginginkannya. Namun, setelah ia mengambilnya, ia akan merasa lega, meski setelahnya baru muncul perasaan bersalah. Selain itu, Rini juga menambahkan bahwa meski termasuk kasus yang langka, penyakit ini lebih banyak diderita oleh wanita dewasa saat beranjak usia 30-an.

Baca juga: 4 Penyakit Jiwa yang Bisa Terjadi pada Orang di Lingkungan Sekitar

Penyebab Kleptomania pada Anak

Meski belum diketahui secara pasti penyebab kleptomania, tetapi beberapa penelitian telah menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Antara lain:

  1. Kelainan Zat Kimia pada Otak

Di dalam otak manusia terdapat zat kimia neurotransmitter, yaitu serotonin dan dopamin. Serotonin berhubungan dengan suasana hati dan juga emosi seseorang, sementara dopamin bisa menimbulkan rasa senang.

Apabila seseorang memiliki kadar serotonin yang rendah, biasanya ia akan memiliki perilaku yang impulsif, sulit menahan diri, dan emosinya mudah terpancing. Disinyalir, para penderita kleptomania ini memiliki serotonin rendah, sehingga keinginan untuk mencurinya sulit dibendung.

Saat dorongan untuk mencuri itu muncul, penderita akan mengalami ketegangan. Namun, setelah ia mencuri, ketegangan tersebut akan merSeda dan berubah menjadi rasa lega, puas, bahkan senang. Kondisi ini akan terus berulang. Saat pengidap mengalami dorongan kuat untuk mencuri, maka perbuatan tersebut akan dilakukannya kembali.

  1. Luka di Kepala

Apabila anak pernah mengalami benturan di kepala yang cukup serius, diduga akan terjadi perubahan kinerja otak dan memengaruhi kinerja zat-zat di dalamnya. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih jauh lagi.

Cara Menyembuhkan Kleptomania pada Anak

Kunci utama untuk bisa menyembuhkan anak dari penyakit ini adalah dengan menanamkan tekad yang kuat untuk menahan dan menghentikan hasrat untuk mencuri. Selain itu, apabila penyakit ini sudah terdeteksi sejak awal, pastinya kondisi ini akan semakin mudah untuk disembuhkan.

Untuk membantu menyembuhkan kleptomania, kita tidak bisa bergantung pada satu metode pengobatan saja. Psikiater atau psikolog biasanya akan menganjurkan untuk melakukan gabungan antara konseling dan pemberian obat-obatan.

Dalam konseling, penderita dan terapis akan menjalani sesi pertemuan beberapa kali untuk menggali pemicu perilaku yang muncul tersebut. Dengan begitu, maka terapis akan mengetahui cara yang tepat untuk mengubah pola pikir anak sebelumnya. Misalnya, psikiater akan menekankan bahwa mencuri tersebut dapat membuatnya dihukum bahkan bisa masuk penjara, dan sebagainya. Terapis pun akan meminta keluarga pengidap untuk mendampingi dan mendukung perubahan perilaku anak.

Selain konseling, terapis akan memberikan sejumlah obat untuk mengendalikan produksi hormon endorfin dalam otak. Dengan menekan kadar endorfin, kegiatan mencuri tak terasa memuaskan lagi bagi orang yang mengonsumsi obat ini. Karenanya, pengidap kleptomania jadi tidak punya hasrat lagi untuk mencuri atau bahkan berhenti mencuri sama sekali.  

Baca juga: 5 Manfaat Yoga untuk Kesehatan Jiwa

Untuk pertolongan awal apabila anak terindikasi menderita kleptomania, bicarakan saja masalah tersebut kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dengan memanfaatkan fitur Contact Doctor, ibu bisa bicara pada dokter kapan saja dan di mana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call.  Yuk, segera download aplikasi Halodoc di Play Store dan Google Play!