Kenali Metode FETO untuk Atasi Hernia Diafragma pada Bayi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali Metode FETO untuk Atasi Hernia Diafragma pada Bayi

Halodoc, Jakarta - Ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat lewat jaringan otot atau jaringan ikat, maka ini disebut hernia. Padahal seharusnya jaringan ikat tubuh cukup kuat untuk menahan organ tubuh di dalamnya. Salah satu jenis hernia adalah hernia diafragma.

Hernia diafragma terjadi ketika organ dalam rongga perut naik dan masuk ke dalam rongga dada, melalui lubang abnormal pada diafragma.

Posisi lubang dapat terletak di bagian belakang dan samping diafragma (hernia Bochdalek) atau di bagian depan diafragma (hernia Morgagni). Diafragma adalah otot berbentuk kubah yang berfungsi membantu proses pernapasan. Diafragma terletak di antara rongga dada dan perut, serta memisahkan organ jantung dan paru-paru dengan organ perut (lambung, usus, limpa, hati).

Baca Juga: 3 Kebiasaan Ini Bisa Menyebabkan Hernia 

Penyebab Hernia Diafragma

Cedera seperti tertusuk, luka tembak, kecelakaan, atau operasi di bagian dada bisa menyebabkan hernia diafragma terjadi. Namun, ternyata kondisi ini dapat terjadi saat bayi masih di dalam kandungan.

Hernia diafragma bawaan ini terjadi ketika diafragma tidak berkembang sepenuhnya sehingga menyebabkan organ dalam perut bergerak naik ke rongga dada dan menempati ruang di mana organ paru seharusnya berkembang. 

Belum diketahui secara pasti penyebab kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan terganggunya perkembangan organ tubuh pada janin, yaitu:

Baca Juga: Hati-Hati, Hernia Diafragma Bisa Ancam Nyawa Si Kecil

Pengobatan Hernia Diafragma

Apabila bayi diketahui mengidap hernia diafragma sejak masih berada dalam kandungan melalui pemeriksaan USG, dokter dapat melakukan langkah penanganan melalui metode FETO (fetal endoluminal tracheal occlusion).

FETO adalah jenis operasi lubang kunci (laparoskopi) yang dilakukan dengan cara memasukkan balon khusus ke batang tenggorokan ketika janin berusia 26-28 minggu. Balon ini merangsang paru-paru janin berkembang. Setelah perkembangan paru mulai terlihat normal, balon diangkat, baik ketika janin masih di dalam kandungan atau setelah dilahirkan. Metode ini berguna untuk mencegah gangguan pernapasan setelah dilahirkan, yang terjadi akibat hernia diafragma.

Sementara jika hernia diafragma baru diketahui setelah kelahiran, pengobatan yang bisa dilakukan antara lain:

  • Perawatan Intensif. Pengobatan ini dilakukan sebelum bayi menjalani operasi. Perawatan ini dilakukan di unit perawatan intensif neonatal (NICU) untuk meningkatkan asupan oksigen. Dengan begini kondisi bayi bisa stabil. Selama berada di NICU, bayi dibantu dengan alat bantu pernapasan, yaitu ventilator mekanik, untuk bernapas. 

  • ECMO (extracorporeal membrane oxygenation). Perawatan ini memakai bantuan mesin pengganti jantung dan paru-paru (ECMO) yang dapat digunakan pada bayi dengan kondisi yang sangat lemah. Mesin ECMO membantu fungsi jantung dan paru dalam menyalurkan oksigen ke dalam aliran darah dan memompa darah ke tubuh.

  • Operasi. Setelah kondisi bayi cukup baik dan stabil, tindakan operasi dilakukan oleh dokter bedah anak. Organ seperti lambung, usus, dan organ dalam perut lainnya dipindahkan dari rongga dada kembali ke rongga perut, kemudian lubang pada diafragma akan ditutup. Untuk melakukan operasi ini, sebaiknya tim bedah melakukannya selama 48 hingga 72 jam setelah bayi dilahirkan.

Baca Juga: 5 Jenis Hernia, Penyakit yang Dikenal Sebagai Turun Berok

Jika kamu ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit ini, kamu bisa tanyakan pada dokter. Tanya dokter sekarang tidak sulit, karena kamu bisa melakukannya lewat ponsel, tentu saja melalui aplikasi Halodoc. Caranya, download saja aplikasi Halodoc!