• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Nokturia, Terbangun Akibat Ingin Kencing Tengah Malam

Kenali Nokturia, Terbangun Akibat Ingin Kencing Tengah Malam

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Hampir sebagian orang mungkin pernah mengalami terbangun di malam hari akibat kebelet kencing. Kondisi ini dikenal sebagai nokturia, dan sering disebut sebagai penyebab gangguan tidur. Meskipun dianggap sebagai masalah yang dialami orang lanjut usia, tapi sebenarnya nokturia dapat terjadi pada segala usia. 

Terbangun di malam hari dan harus ke toilet bisa mengganggu kualitas tidur, akibatnya rasa kantuk berlebihan di siang hari. Nokturia memiliki penyebab yang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius. Ketika kamu sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil, sebaiknya kondisi ini tidak disepelekan. 

Baca juga: Poliuria dan Nokturia, Apa Bedanya?

Penyebab Terjadinya Nokturia di Malam Hari

Nokturia adalah kondisi yang menyebabkan seseorang terbangun di malam hari untuk buang air kecil dan sering. Kondisi ini umum terjadi seiring bertambahnya usia dan terjadi pada pria dan wanita, dengan alasan yang berbeda. Buang air kecil lebih sering kemungkinan gejala adanya masalah kesehatan yang lain. Perlu untuk bisa membedakan nokturia (buang air kecil terlalu sering) dan poliuria (kencing terlalu banyak volume air). 

Nokturia bisa disebabkan oleh pilihan gaya hidup hingga kondisi medis. Meskipun kondisi ini sering terjadi pada orang dewasa atau lansia, tapi bisa saja terjadi pada semua usia. 

  • Kondisi Medis

Berbagai kondisi medis bisa menyebabkan nokturia. Penyebab umum nokturia adalah infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi ini menyebabkan sensasi terbakar dan sering buang air kecil sepanjang hari hingga malam. Kondisi medis lain yang bisa menyebabkan nokturia, yaitu: 

  • Infeksi atau pembesaran prostat.
  • Prolaps kandung kemih.
  • Kandung kemih terlalu aktif.
  • Tumor pada kandung kemih, prostat, atau area panggul.
  • Diabetes.
  • Kecemasan.
  • Infeksi ginjal.
  • Edema atau pembengkakan pada tungkai bawah.
  • Gangguan neurologis, seperti multiple sclerosis (MS), penyakit parkinson, atau kompresi sumsum tulang belakang. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Lansia Cenderung Alami Nokturia

Nokturia juga umum terjadi pada orang dengan gagal organ, seperti gagal jantung atau hati, serta beberapa kondisi lainnya, yaitu: 

  • Kehamilan

Nokturia bisa menjadi gejala awal kehamilan. Kondisi ini berkembang di awal kehamilan, tapi juga terjadi kemudian. Terutama ketika rahim membesar menekan kandung kemih. 

  • Sedang Menjalani Pengobatan

Beberapa obat bisa menyebabkan nokturia sebagai efek samping. Hal ini berlaku untuk diuretik (pil air), yang diresepkan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Jika nokturia terjadi sebagai efek samping dan mengganggu, sebaiknya bicarakan pada dokter. 

  • Pilihan Gaya Hidup

Penyebab umum nokturia adalah konsumsi cairan yang berlebihan. Alkohol dan minuman berkafein adalah diuretik, yang berarti meminumnya menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak urine. Mengonsumsi alkohol atau minuman berkafein secara berlebihan bisa membuat kamu terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Baca juga: Sering Berkemih di Malam Hari, Hati-Hati Gejala Nokturia

Nokturia Salah Satu Penyebab Gangguan Tidur 

Nokturia adalah salah satu penyebab gangguan tidur yang paling sering dilaporkan. Terutama pada orang dewasa yang lebih tua, mereka sering mengalami kurang tidur dan insomnia. 

Banyak orang yang mengalami nokturia, juga mengalami kesulitan segera tidur kembali. Artinya, waktu tidur berkurang dan kualitas tidur yang lebih rendah. Tidak heran jika nokturia dikaitkan dengan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Hal ini secara tidak langsung berakibat pada gangguan fisik, jadi lekas marah, dan risiko kecelakaan di jalan yang tinggi. 

Karena nokturia memiliki konsekuensi kesehatan yang signifikan dan berhubungan dengan penyakit lain, penting untuk membicarakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat membantu mengidentifikasi penyebab dan penanganan yang tepat. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Excessive Urination at Night (Nocturia)
Sleep Foundation. Diakses pada 2020. Nocturia or Frequent Urination at Night