• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kenali Tanda Growth Spurt pada Bayi Agar Tidak Panik

Kenali Tanda Growth Spurt pada Bayi Agar Tidak Panik

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Growth spurt adalah lonjakan pertumbuhan pada bayi yang terjadi di awal-awal bulan setelah kelahiran. Ini akan ibu rasakan ketika setiap kali membalikkan badan bayi, anak berasa semakin besar. 

Jangan panik, karena ini adalah bagian dari growth spurt. Seperti dilansir dari Today’s Parent, bayi yang tiba-tiba lapar dan cranky dari biasanya bisa menunjukkan tanda-tanda growth spurt. Informasi selengkapnya mengenai growth spurt bisa dibaca di bawah ini!

Tanda-Tanda Growth Spurt

Growth spurt bisa terjadi kapan saja. Mulai dari usia 10 hari atau ketika bayi berusia tiga sampai enam minggu. Kenali tanda growth spurt supaya ibu tidak panik:

Baca juga: Bayi Tiba-Tiba Rewel, Awas Wonder Week

  1. Tidur Terus atau Terjaga Sepanjang Malam 

Sekitar satu hari sebelum growth spurt terjadi, beberapa bayi tidur lebih lama dari biasanya. Ada perubahan fisiologis yang terjadi selama tidur yang penting untuk pertumbuhan. Ketika bayi mengalami hal seperti ini jangan membangunkannya. 

  1. Lapar Terus-Menerus

Bayi mungkin tiba-tiba ingin menyusu sepanjang waktu. Jika ibu khawatir kalau tubuh tidak dapat mengimbangi nafsu makan bayi, pastikan untuk minum banyak cairan. Serta jangan lupa untuk menjaga asupan makanan supaya pasokan ASI tetap ada. Jika bayi mulai muntah-muntah lebih dari biasanya, ia mungkin makan terlalu banyak. 

  1. Lebih Rewel dari Biasanya

Lebih rewel dari biasanya menjadi tanda kalau bayi sedang mengalami growth spurt. Memberikan banyak pelukan dan usapan sembari mengobrol dengan anak akan menenangkannya.

Jika ibu masih bingung apa yang harus dilakukan saat bayi mengalami growth spurt, bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Menghadapi Growth Spurt

Ibu mungkin merasa growth spurt tidak akan pernah berakhir, tetapi itu hanya bertahan beberapa hari. Pergeseran suasana hati, kebiasaan makan, dan jadwal tidur juga bisa berarti bayi sakit, mulai tumbuh gigi (jika dia lebih tua dari tiga bulan) atau hanya perlu kenyamanan ekstra karena perubahan dalam rutinitas. 

Baca juga: Baru 12 Bulan, Perlukah Balita Masuk Sekolah?

Bicaralah dengan dokter jika khawatir bahwa gejalanya mungkin sesuatu yang lebih, tetapi jangan stres jangan juga membandingkan bayi dengan bayi lainnya. Pada setiap kunjungan, dokter akan melacak pertumbuhannya (mengukur panjang, lingkar kepala, dan berat badan). Selama bayi mendapatkan pertumbuhan yang proporsional, tidak ada alasan untuk khawatir. 

Semua bayi tumbuh dengan kecepatan dan kecepatan mereka sendiri. Biasanya growth spurt terjadi di usia 7–10 hari, 2–3 minggu, 4–6 minggu, 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 9 bulan.  Dan durasi growth spurt berlangsung 2–3 hari, tetapi kadang-kadang bisa sampai seminggu.

Apa cara terbaik untuk menangani growth spurt? Ikuti saja petunjuk yang diberikan bayi. Bayi secara otomatis akan mendapatkan lebih banyak ASI dengan disusui lebih sering. Suplai ASI akan meningkat karena peningkatan menyusui. 

Tidak perlu (atau disarankan) untuk melengkapi bayi dengan susu formula selama growth spurt. Suplemen pelengkap akan mengganggu pasokan dan permintaan produksi susu alami dan akan mencegah tubuh ibu untuk memproduksi ASI lebih banyak. Beberapa ibu menyusui merasa lebih lapar atau haus ketika bayi mengalami growth spurt. Dengarkan tubuh, ibu mungkin perlu makan atau minum lebih banyak.

Referensi:
Today’s Parent. Diakses pada 2020. 3 signs your baby is actually going through a growth spurt.
Healthline. Diakses pada 2020. Understanding Baby Growth Spurts.
What to Expect. Diakses pada 2020. Baby Growth Spurts.