Kenali Tanda-Tanda Anak Terkena Dyspraxia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Kenali Tanda-Tanda Anak Terkena Dyspraxia

Halodoc, Jakarta – Pertumbuhan dan perkembangan anak yang sesuai dengan usianya nyatanya menjadi salah satu perhatian orangtua. Nyatanya, keterlambatan tumbuh kembang anak bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan kesehatan pada anak yang dikenal sebagai dyspraxia.

Baca juga: Bagaimana Tahap Tumbuh Kembang Anak yang Ideal?

Kondisi dyspraxia merupakan salah satu gangguan yang memengaruhi koordinasi dan gerakan tubuh sehingga anak dengan kondisi dyspraxia tidak dapat melakukan aktivitas fisik secara normal.

Kenali Tanda Anak dengan Kondisi Dyspraxia

Kondisi dyspraxia umumnya lebih banyak dialami oleh anak laki-laki dibandingkan anak perempuan dan tidak memengaruhi kecerdasan seorang anak.

Gejala dari dyspraxia sudah terlihat sejak dini, namun karena perkembangan anak yang berbeda-beda, kondisi dyspraxia sangat sulit untuk dideteksi sejak dini. Biasanya, kondisi ini baru diketahui setelah anak memasuki usia 5 tahun ke atas.

Ibu sebaiknya perhatikan tumbuh kembang anak ketika anak setiap saat, khususnya ketika bayi mengalami keterlambatan atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk duduk, merangkak atau berjalan. Tanda lain seperti postur tubuh yang tidak biasa dan kesulitan melakukan permainan yang membutuhkan koordinasi tubuh bisa menjadi tanda bayi mengalami dyspraxia.

Tanda dyspraxia pada anak nyatanya akan semakin terlihat ketika anak bertumbuh dan berkembang, seperti terlihat ceroboh dan adanya gangguan pada keseimbangan. Tidak hanya itu, anak dengan kondisi dyspraxia umumnya akan mengalami kesulitan ketika mempelajari teknik yang baru dan mengingat suatu informasi ketika beraktivitas.

Anak dengan kondisi dyspraxia juga akan mengalami kesulitan ketika belajar menulis, mengetik, menggambar dan juga menggenggam benda-benda yang cukup kecil. Kesulitan beradaptasi dengan situasi sosial dan juga  mengendalikan emosi bisa menjadi tanda lain dari anak dengan kondisi dyspraxia. Pemeriksaan pada rumah sakit terdekat juga membantu untuk mendapatkan penanganan dengan segera.

Baca juga: Manfaat Baca Buku untuk Tumbuh Kembang Anak

Ibu, Ketahui Penyebab Dyspraxia

Pergerakan tubuh dan koordinasi merupakan tindakan yang melibatkan saraf dan bagian otak. Adanya gangguan pada salah saraf atau bagian otak menyebabkan anak mengalami dyspraxia. Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan seorang anak mengalami dyspraxia, seperti:

1. Kelahiran Prematur

Seorang anak yang mengalami kelahiran secara prematur berisiko mengalami dyspraxia. Bayi yang lahir secara prematur rentan dengan pertumbuhan dan perkembangan organ yang belum terbentuk sempurna, termasuk saraf dan bagian otak.

2. Berat Badan Rendah

Bayi dengan dengan berat badan yang rendah saat dilahirkan rentan mengalami kondisi dyspraxia.

3. Riwayat Keluarga

Bayi dengan riwayat keluarga mengalami dyspraxia juga rentan mengalami kondisi yang serupa.

4. Gaya Hidup Ibu Hamil

Sebaiknya ibu yang menjalani masa kehamilan lakukan gaya hidup sehat. Hindari mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang agar kesehatan anak menjadi optimal.

Namun ibu jangan khawatir, kondisi dyspraxia dapat diketahui dan diatasi dengan pengobatan yang bisa dijalankan oleh anak pengidap dyspraxia. Ada terapi yang digunakan untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak, seperti terapi okupasi dan terapi perilaku kognitif.

Terapi okupasi adalah terapi yang dilakukan dengan tujuan agar anak dapat menemukan cara yang lebih praktis untuk tetap beraktivitas secara normal dan mandiri. Terapi perilaku kognitif membantu pasien untuk mengatasi masalah dengan mengubah perilaku.

Baca juga: Kenali Pentingnya Waktu Tidur untuk Pertumbuhan Balita

Namun ibu perlu ingat, cara pengobatan tentu berbeda-beda pada setiap anak. Terpenting adalah dukungan orangtua dan lingkungan sangat mendukung proses anak untuk berkembang, mengatur kondisi dan menjalani kehidupan dengan baik.

Referensi:
NHS. Diakses pada 2019. Developmental Co-ordination Disorder (Dyspraxia) in Children
Medical News Today. Diakses pada 2019. What Is Dyspraxia