04 October 2018

Kenapa Orang Bisa Terkena Alergi Telur?

kenapa orang bisa terkena alergi telur

Halodoc, Jakarta – Telur merupakan salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh. Kandungan gizi yang terdapat dalam telur pun cukup banyak, mulai dari vitamin A, vitamin B2, vitamin B12, asam folat, fosfor, kalsium, seng, vitamin D, vitamin E, sampai vitamin K. Itulah mengapa mengonsumsi telur dapat memberi banyak manfaat bagi kesehatan. Namun, ada beberapa orang yang memiliki alergi telur. Setiap kali makan telur pasti akan timbul ruam merah pada kulit. Sebenarnya kenapa seseorang bisa mengalami alergi telur? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Apa Itu Alergi Telur?

Alergi telur merupakan reaksi tidak biasa yang timbul karena sistem kekebalan tubuh menganggap telur sebagai zat yang dapat membahayakan tubuh. Karena itu, antibodi tubuh memberi respon dengan melepaskan histamin dan senyawa kimia lainnya. Respon tubuh inilah yang membuat munculnya gejala alergi telur seperti ruam dan gatal-gatal.

Reaksi alergi yang timbul bisa bervariasi, mulai dari yang ringan sampai yang bisa mematikan (anafilaksis). Alergi telur paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi biasanya akan menghilang sebelum mereka menginjak usia remaja.

Penyebab Alergi Telur

Pemicu timbulnya alergi bisa disebabkan oleh protein yang ada dalam kuning telur saja atau dalam putih telur, tetapi bisa juga karena dua-duanya. Dengan kata lain, ada sebagian orang yang alergi terhadap putih telur saja, sedangkan sebagian lainnya alergi terhadap kuning telur. Namun, ada juga yang tidak bisa mengonsumsi telur sama sekali karena alergi. Orang dewasa biasanya alergi terhadap kuning telur.

Bayi yang masih menyusui juga berpotensi mengeluarkan reaksi alergi bila meminum ASI dari ibu yang mengonsumsi telur. Hal ini karena sistem pencernaan tubuh bayi masih belum terbentuk dengan sempurna, sehingga bayi sering mengalami alergi.

Selain itu, sebagian anak dapat lebih rentan mengalami alergi telur bila mereka memiliki orangtua yang juga mengidap alergi telur atau mengidap asma. Pengidap dermatitis atopik, yaitu eksim yang sering muncul pada lipatan kulit, juga berpotensi memiliki alergi telur.

Gejala Alergi Telur

Gejala alergi dapat muncul sesaat sampai beberapa jam setelah pengidap mengonsumsi telur. Gejala umum alergi telur, antara lain:

  • Gatal-gatal,
  • Peradangan atau ruam merah pada kulit,
  • Hidung tersumbat atau pilek dan bersin,
  • Kram perut,
  • Mual dan muntah, dan
  • Gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare (biasanya terjadi pada pengidap alergi putih telur).

Selain gejala alergi telur di atas, penyakit ini juga bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit asma, seperti mengi (sulit bernapas dan napas berbunyi), sesak napas, batuk, dan sakit dada.

Reaksi alergi ini berpotensi berkembang menjadi lebih parah pada serangan alergi berikutnya. Anafilaksis merupakan reaksi alergi yang sangat serius yang perlu diwaspadai karena bisa berujung pada kematian bila tidak ditangani secepat mungkin. Segera bawa ke rumah sakit bila pengidap mengalami gejala-gejala anafilaksis berikut:

  • Sakit atau kram di area perut.
  • Denyut nadi semakin cepat.
  • Tenggorokan membengkak atau terdapat benjolan di tenggorokan, sehingga sulit bernapas.

Jadi, bila kamu curiga bahwa kamu memiliki alergi telur, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Melalui tes darah atau beberapa percobaan, misalnya seperti meletakkan sejumlah kecil protein yang terdapat dalam telur ke kulit kamu, dokter dapat memberikan diagnosis pasti apakah kamu memiliki alergi telur atau tidak.

Bila kamu positif mengidap alergi telur, sebaiknya hindarilah mengonsumsi telur maupun semua makanan yang mengandung telur. Karena itu, kamu perlu membaca bahan-bahan yang terkandung dalam sebuah makanan sebelum mengonsumsinya. Meskipun demikian, masih ada sebagian orang dengan alergi telur yang masih bisa menoleransi konsumsi telur dalam jumlah yang sedikit. Selain menghindari telur, dokter juga biasanya dapat memberikan obat antihistamin dan obat simtomatik untuk meredakan gejala alergi yang muncul.

Beli obatnya di Halodoc saja. Kamu enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal order lewat fitur Apotik Antar, dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: