• Home
  • /
  • Keputihan Abnormal, Benarkah Ciri Kanker Serviks?

Keputihan Abnormal, Benarkah Ciri Kanker Serviks?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Keputihan Abnormal, Benarkah Ciri Kanker Serviks?

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pengidap kanker serviks di Indonesia? Menurut rilis Kemenkes pada 2017, WHO mengatakan setidaknya terdapat 15 ribu kasus kanker serviks tiap tahunnya di negara kita. Cukup banyak, bukan? 

Awas, jangan main-main dengan penyakit ini. Alasannya simpel, kanker serviks bisa berujung fatal alias kematian. Lalu, seperti apa sih gejala atau ciri kanker serviks? Benarkah keputihan bisa menjadi ciri kanker serviks? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Mengidap Kanker Serviks, Bisakah Disembuhkan?

Mana Normal, Mana Abnormal? 

Keputihan saat hamil tentunya akan semakin membuat bumil merasa tidak nyaman. Sebab, bukan rahasia lagi kalau kehamilan bisa menimbulkan beragam keluhan pada wanita. Mulai dari mual, kram perut, hingga lelah. Sudah kebayangkan, apa yang mesti dihadapi ibu hamil? 

Nah, sebenarnya cara membedakan keputihan normal atau tidak saat hamil tak sulit kok. Nah, berikut ini beberapa ciri bisa kamu amati:

Ciri-Ciri keputihan normal

  • Warnanya bening atau putih susu jernih.
  • Tak berbau kuat, amis, anyir, atau busuk.
  • Muncul cukup banyak dengan tekstur licin dan basah, biasanya beberapa hari di antara siklus haid atau selama ovulasi.
  • Teksturnya licin dan lengket, bisa encer atau kental.

Ciri-Ciri keputihan abnormal

  • Muncul rasa panas pada vagina.

  • Keluar cairan berlebihan seperti menstruasi.

  • Cairannya kental dan berbau busuk.

  • Disertai nyeri panggul atau perdarahan.

  • Timbul rasa gatal di sekitar vagina.

  • Warnanya kuning, atau bisa hijau, cokelat, dan disertai darah.

Baca juga: Atasi Keputihan Abnormal dengan 6 Cara Berikut

Hal yang perlu ditegaskan, ada pula gejala-gejala lainnya yang tak boleh diabaikan. Menurut ahli di U.S. Department of Health & Human Services, andaikan keputihan disertai rasa terbakar atau gatal di sekitar vagina, kemungkinan kondisi itu bisa menandai vaginitis (peradangan pada vagina). Gejalanya vaginitis ini meliputi:

  • Bau pada vagina yang menyengat.

  • Keputihan berwarna hijau, kuning, atau abu-abu.

  • Rasa gatal vagina.

  • Timbulnya rasa nyeri vagina.

  • Kemerahan di sekitar vagina

Kembali ke tajuk utama, benarkah keputihan bisa menjadi ciri kanker serviks? 

Punya Banyak Gejala, Bukan Cuma Keputihan

Menurut ahli di National Institutes of Health - Medlineplus, keputihan memang menjadi ciri kanker serviks. Lebih tepatnya keputihan abnormal seperti penjelasan di atas. Akan tetapi, kanker serviks sebenarnya bisa menimbulkan beragam gejala atau keluhan pada pengidapnya. Singkat kata, keputihan abnormal bukanlah satu-satunya ciri kanker serviks.

Nah, berikut ini beberapa gejala atau ciri kanker serviks lainnya: 

  • Nyeri pada panggul (di perut bagian bawah).

  • Nyeri saat atau sesudah berhubungan seks.

  • Nyeri di pinggang (punggung bawah) atau kaki.

  • Siklus menstruasi jadi tidak teratur.

  • Badan lemas dan mudah lelah.

  • Perdarahan yang tidak wajar dari vagina.

  • Salah satu kaki membengkak.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Berat badan menurun, padahal tidak sedang diet.

  • Cairan vagina yang tidak normal, seperti berbau menyengat atau disertai darah.

Baca juga: Atasi Keputihan dengan Konsumsi Makanan Ini

Mau tahu lebih jauh mengenai ciri kanker serviks? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices UK. Diakses pada 2020 Health A-Z. Vaginal Discharge.
US Department of Health and Human Services. Diakses pada 2020. Office of Population Affairs. Vaginal Discharge.
National Institutes of Health - Medlineplus. Diakses pada 2020. Cervical cancer.