• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengidap Kanker Serviks, Bisakah Disembuhkan?

Mengidap Kanker Serviks, Bisakah Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Menjadi momok bagi para wanita, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang kerap berakibat fatal dan menyebabkan kematian. Berdasarkan data WHO, kanker ini menempati urutan keempat sebagai kanker yang paling banyak menyerang wanita di seluruh dunia. Lantas, bisakah kanker serviks disembuhkan?

Sebenarnya, bisa. Meski pengobatan kanker serviks itu cukup kompleks dan tidak mudah dilakukan, peluang kesembuhan bagi pengidap kanker ini bisa cukup tinggi jika terdeteksi sejak dini. Namun masalahnya, kanker serviks stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Itulah sebabnya banyak dari pengidap kanker serviks yang datang ke dokter setelah kanker memasuki stadium akhir, dan peluang kesembuhan sudah sangat kecil.

Baca juga: 6 Jenis Kanker Paling Populer di Indonesia

Pada stadium lanjut, sel-sel kanker telah berkembang hingga membentuk tumor. Ketika telah memasuki stadium ini, berbagai gejala dapat mulai muncul, seperti:

  • Perdarahan abnormal di luar masa menstruasi.
  • Keputihan abnormal.
  • Nyeri pada panggul atau bagian bawah perut.
  • Mudah lelah.
  • Nyeri dan rasa tidak nyaman ketika berhubungan seksual.

Jika sudah terjadi gejala-gejala seperti itu, pengobatan kanker serviks perlu segera dilakukan. Namun, memang sebaiknya jangan menunggu hingga gejala tersebut muncul. Agar peluang kesembuhan tinggi, kamu perlu mewaspadai kanker serviks, dengan melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin sebagai upaya deteksi dini.

Pemeriksaan pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks penting untuk dilakukan, terutama bagi wanita yang telah aktif secara seksual. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang pemeriksaan pap smear, kamu bisa bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc lewat Chat atau Voice/Video Call. Lalu, jika merasa membutuhkannya, kamu juga bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk konsultasi lebih lanjut dan merencanakan pemeriksaan.

Baca juga: Penting, Begini Cara Mendeteksi Kanker pada Anak Sejak Dini

Berbagai Metode Pengobatan untuk Kanker Serviks

Metode yang digunakan untuk mengobati kanker serviks biasanya tergantung pada berbagai faktor. Mulai dari stadium atau tingkat keparahan kanker, hingga kondisi medis lain yang mungkin sedang diidap. Namun umumnya, beberapa pilihan metode pengobatan untuk kanker serviks adalah:

1. Operasi

Metode pembedahan atau operasi biasanya disarankan oleh dokter, setelah menganalisis kondisi dan kebutuhan pengidap. Ada beberapa jenis metode operasi yang dapat dilakukan untuk menangani kanker serviks, yaitu:

  • Operasi untuk menghilangkan kanker saja. Metode operasi ini biasanya dilakukan untuk kasus kanker serviks yang ukuran tumornya masih sangat kecil. Prosedur operasi dilakukan dengan memotong tumor dengan bentuk kerucut, dan membiarkan jaringan serviks yang sehat tetap utuh. 
  • Trakelektomi radikal. Dilakukan dengan mengangkat serviks atau leher rahim beserta jaringan di sekitarnya dan bagian atas vagina. Peluang hamil masih ada setelah menjalani operasi ini, karena bagian rahim tidak ikut diangkat.
  • Histerektomi total. Dilakukan dengan cara mengangkat serviks dan tubuh rahim secara keseluruhan. Namun, ovarium dan tuba falopi tetap pada posisinya. 
  • Histerektomi radikal. Dilakukan dengan mengangkat leher rahim, rahim, serta jaringan di sampingnya yang bernama parametria dan uterosacral ligaments. Sementara ovarium dan tuba falopi dibiarkan tetap pada tempatnya.
  • Eksenterasi panggul. Termasuk jenis operasi kanker serviks yang cukup besar, karena ada banyak jaringan yang dihilangkan, seperti rahim, leher rahim, ovarium, dan tuba falopi. Bahkan pada beberapa kasus, kandung kemih, vagina, dan rektum juga dapat ikut diangkat, jika kanker telah menyebar. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengobati kanker serviks berulang.

2. Terapi Radiasi

Ketika kanker serviks telah memasuki stadium tertentu, dokter dapat menerapkan terapi radiasi sebagai langkah pengobatan. Terapi radiasi atau radioterapi merupakan metode pengobatan yang melibatkan sinar-X berenergi tinggi, untuk membasmi sel-sel kanker di dalam tubuh. Terapi ini bisa dilakukan secara tunggal, atau dikombinasikan dengan prosedur pengobatan lainnya, seperti kemoterapi.

Terapi radiasi juga biasanya dilakukan jika ada risiko pengangkatan kanker, setelah operasi dilakukan. Tak hanya itu, metode ini juga dapat digunakan untuk mengobati kanker serviks yang telah menyebar hingga ke organ atau jaringan tubuh lainnya. 

Secara umum, pemberian terapi radiasi sebagai metode pengobatan kanker serviks ada 3 cara, yaitu:

  • Eksternal. Dilakukan dengan cara menyorotkan sinar radiasi pada area tubuh tertentu yang menjadi sasaran.
  • Internal. Dilakukan dengan cara memasukkan alat yang telah diisi dengan bahan radioaktif ke dalam vagina, selama beberapa menit.
  • Eksternal dan internal. Merupakan kombinasi dari kedua cara, eksternal dan internal.

Baca juga: Pengidap Kanker Dapat Alami Pruritus, Ini Alasannya

3. Kemoterapi

Tujuannya sama seperti terapi radiasi, yaitu membunuh sel-sel kanker dalam tubuh. Hanya saja, kemoterapi menggunakan obat khusus, yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui pembuluh darah vena (infus), atau dalam bentuk pil (oral). Prosedur kemoterapi dilakukan untuk menghancurkan sel-sel kanker, sekaligus mengurangi kemungkinan rusaknya sel-sel yang sehat.

Kemoterapi juga dilakukan sebagai cara untuk mengerutkan kanker serviks dan mengurangi pertumbuhan tumor. Obat khusus yang dimasukkan dalam prosedur kemoterapi diharapkan dapat menjangkau seluruh area tubuh, sehingga bisa membunuh perkembangan sel kanker dengan efektif.

Dalam pelaksanaannya, kemoterapi dilakukan dalam sebuah siklus, yang meliputi masa pengobatan dan diikuti dengan masa pemulihan setelahnya. Pada kasus kanker serviks yang sudah parah, kemoterapi biasanya dikombinasikan dengan metode pengobatan lain, seperti terapi radiasi. Namun dosis obat akan diturunkan.

4. Terapi Target

Terapi target merupakan metode pengobatan kanker serviks yang bertujuan untuk menghalangi berkembangnya pembuluh darah baru yang dapat membantu perkembangan sel tumor. Terapi target yang biasanya digunakan adalah bevacizumab (avastin). Terapi ini umumnya dilakukan bersama prosedur kemoterapi.

5. Imunoterapi

Merupakan metode pengobatan kanker serviks yang melibatkan penggunaan obat-obatan, untuk memperkuat kekebalan tubuh dalam melawan kanker. Terapi ini memegang prinsip bahwa semakin kuat sistem kekebalan tubuh, semakin mudah juga untuk menghancurkan sel kanker dengan lebih efektif.

Sebab terkadang sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan serangan penyakit, justru tidak menyerang sel-sel kanker. Hal ini mungkin dikarenakan sel kanker menghasilkan protein tertentu, yang membuatnya tidak terdeteksi sebagai hal berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cervical Cancer.
WebMD. Diakses pada 2019. What Are the Treatments for Cervical Cancer?