Kerja di Luar Ruangan, Risiko Melanoma Lebih Tinggi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kerja-di-luar-ruangan-risiko-melanoma-lebih-tinggi-halodoc

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa profesi yang menuntut para pekerjanya untuk lebih sering bekerja di luar ruangan. Contohnya, reporter, fotografer, travel blogger, arsitek, dan masih banyak lagi. Bekerja di luar ruangan memang lebih menantang dan cenderung tidak membosankan. Namun, di balik asyiknya bekerja di luar ruangan, terdapat juga risiko kesehatan, lho. 

Seperti yang sudah kita semua ketahui, bekerja di luar ruangan berarti lebih sering dan lebih lama terpapar sinar matahari. Hal ini enggak hanya bisa menghitamkan kulit, tapi juga meningkatkan risiko kamu terkena kanker kulit melanoma. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini.

Apa Itu Kanker Melanoma?

Kanker melanoma merupakan jenis kanker yang berkembang pada sel pigmen kulit yang bernama melanosit. Sel ini berfungsi sebagai penghasil melamin yang memiliki peran untuk menyerap sinar ultraviolet dan melindungi kulit dari kerusakan. Jenis kanker kulit ini sebenarnya cukup jarang terjadi, tapi tetap perlu diwaspadai karena melanoma dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Pasalnya, kanker yang awalnya muncul di kulit ini bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh.

Nah, salah satu pertanda umum atau gejala melanoma yang utama adalah munculnya tahi lalat baru atau perubahan yang tidak normal pada tahi lalat yang sudah ada. Tahi lalat tidak normal ini bisa muncul di mana saja di seluruh tubuh, tapi biasanya paling sering ditemukan di wajah, tangan, punggung, dan kaki. Bintik kanker melanoma umumnya memiliki bentuk yang tidak beraturan dan mempunyai lebih dari satu warna. Pada sebagian kasus, bintik tersebut bisa terasa sangat gatal pada umumnya.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Tahi Lalat Berbahaya dan Tidak Berbahaya

Alasan Bekerja di Luar Ruangan Bisa Sebabkan Melanoma

Pada dasarnya, melanoma terjadi karena sel-sel pigmen kulit berkembang secara tidak normal. Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti mengapa kondisi tersebut bisa terjadi. Salah satu faktor yang diduga kuat sangat berpengaruh terhadap terjadinya jenis kanker kulit ini adalah radiasi sinar matahari. 

Sinar matahari merupakan sumber utama ultraviolet yang bisa memberi dampak pada kulit. Bila terpapar dalam waktu yang lama dan berulang kali, sinar ultraviolet bisa merusak DNA dalam sel-sel kulit. Kerusakan ini kadang-kadang bisa memengaruhi gen tertentu yang berfungsi untuk mengendalikan bagaimana sel kulit seharusnya tumbuh dan membelah. Bila gen ini tidak lagi berfungsi dengan baik, sel yang terkena bisa berubah menjadi sel kanker. 

Inilah mengapa orang-orang yang bekerja di luar ruangan berisiko lebih tinggi mengalami melanoma. Sebab, mereka biasanya lebih sering dan lebih lama terpapar sinar matahari.

Meski demikian, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua melanoma berkaitan dengan paparan sinar ultraviolet, karena penyakit tersebut tetap bisa muncul pada daerah kulit yang jarang terpapar sinar matahari.

Beberapa faktor yang diketahui bisa meningkatkan risiko terkena melanoma adalah memiliki banyak tahi lalat atau bintik di kulit, berkulit pucat dan mudah terbakar, memiliki anggota keluarga dengan riwayat melanoma, serta memiliki rambut merah atau pirang.

Baca juga: 11 Hal Ini Bisa Tingkatkan Risiko Melanoma

Cara Mencegah Melanoma

Meskipun kemunculan melanoma tidak selalu bisa dicegah, tapi kamu bisa mengurangi risiko terkena melanoma dengan melindungi kulit agar tidak terkena paparan langsung sinar ultraviolet, baik yang berasal dari sinar matahari maupun mesin. Salah satu cara mudah untuk mencegah melanoma yang bisa kamu lakukan adalah gunakan tabir surya dan kenakan pakaian yang lengkap untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang merusak.

Baca juga: 4 Bahaya Sinar Matahari untuk Kulit

Untuk berdiskusi soal cara mencegah melanoma lebih lanjut, yuk tanyakan kepada dokter lewat aplikasi Halodoc. Hubungi dokter melalui fitur Talk to A Doctor untuk bertanya tentang masalah kesehatan apa saja melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.